Opini

Urgensi LockDown

"Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhari)

Dilansir oleh Kompas.com, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa wabah virus Corona Covid-19 sebagai pandemi global. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memprediksi bahwa kasus terpapar virus corona masih akan bertambah. Selama dua minggu terakhir jumlah kasus di luar China telah meningkat tiga belas kali lipat dan jumlah negara yang terkena dampak telah meningkat tiga kali lipat.

Pertama kali virus ini ditemukan di Wuhan, China pada akhir tahun lalu ini, telah menewaskan 4.616 orang per Kamis (12/3/2020) pagi. Sementara itu, sebanyak 126.042 orang terinfeksi virus yang masih satu keluarga dengan virus penyebab MERS dan SARS ini. Dari total tersebut, sebanyak 67.056 kasus dinyatakan sudah pulih. Negara yang terkena virus Corona sudah mencapai 121. (12/03/20).

Sementara di Indonesia, jumlah orang yang terjangkit virus Corona terus bertambah. Per Senin (16/3/2020) pukul 05.00 WIB, Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan sudah ada 117 orang yang positif COVID-19 di Indonesia. Data itu diumumkan Yuri pada Minggu (15/3) kemarin. Bila dibandingkan dengan data Sabtu (14/3), jumlah pasien positif COVID-19 meningkat sebanyak 21 orang. (detikNews, 16/03/20).

Wabah Corona oleh WHO ditetapkan sebagai pandemi, karena belum ditemukan obat serta metode penularannya secara pasti terhadap kasus Covid-19. Salah satu upaya yang efektif dan sudah dilakukan di beberapa negara adalah untuk menghentikan laju wabah virus corona dengan penguncian (lockdown).

Lockdown memiliki arti yang sama dengan isolasi. Isolasi terkait pencegahan suatu wabah ternyata pernah terjadi di zaman Rasulullah SAW. Isolasi terhadap orang yang sedang menderita penyakit menular pernah dianjurkan Rasulullah.

Di zaman Rasululullah SAW pernah terjadi wabah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Kala itu, Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat orang yang mengalami kusta atau lepra. "Jangan kamu terus menerus melihat orang yang menghidap penyakit kusta." (HR Bukhari).

Nabi Muhammad SAW juga pernah memperingatkan umatnya untuk tidak dekat dengan wilayah yang sedang terkena wabah. Dan sebaliknya jika berada di dalam tempat yang terkena wabah dilarang untuk keluar. Di zaman Rasulullah SAW jikalau ada sebuah daerah atau komunitas terjangkit penyakit Tha'un, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam memerintahkan untuk mengisolasi atau mengkarantina para penderitanya di tempat isolasi khusus, jauh dari pemukiman penduduk.

Tha'un sebagaimana disabdakan Rasulullah saw adalah wabah penyakit menular yang mematikan, penyebabnya berasal dari bakteri Pasterella Pestis yang menyerang tubuh manusia. Jika umat muslim menghadapi hal ini, dalam sebuah hadits disebutkan janji surga dan pahala yang besar bagi siapa saja yang bersabar ketika menghadapi wabah penyakit. "Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya)." (HR Bukhari).

Selain Rasulullah, di zaman khalifah Umar bin Khattab juga ada wabah penyakit. Dalam sebuah hadist diceritakan, Umar sedang dalam perjalanan ke Syam lalu ia mendapatkan kabar tentang wabah penyakit. Hadist yang dinarasikan Abdullah bin 'Amir mengatakan, Umar kemudian tidak melanjutkan perjalanan. Berikut haditsnya:

"Umar sedang dalam perjalanan menuju Syam, saat sampai di wilah bernama Sargh. Saat itu Umar mendapat kabar adanya wabah di wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf kemudian mengatakan pada Umar jika Nabi Muhammad SAW pernah berkata, "Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu." (HR Bukhori).

Menurut Abu Ubaidah, Umar tak seharusnya kembali karena bertentangan dengan perintah Allah SWT. Umar menjawab dia tidak melarikan diri dari ketentuan Allah SWT, namun menuju ketentuanNya yang lain. Jawaban Abdurrahman bin Auf ikut menguatkan keputusan khalifah tidak melanjutkan perjalanan karena wabah penyakit.

Beberapa tempat di Indonesia sudah melakukan kebijkan lockdown, sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Corona dari dan ke wilayah lain. Sudah ada korban tewas dan semoga tidak bertambah. Walaupun sudah mencapai ratusan kasus semoga semua segera tertangani dan tidak menyebar ke daerah lain.

Preventif lainnya Islam jauh-hauh hari mengajarkan untuk menjaga kebersihan karena kebersihan sebagian dari iman. Dengan mencuci tangan sebelum makan atau setelah melakukan aktifitas apapun, berwudhu saat hendak sholat, safar, beraktifitas , dan sebagainya. Mengenakan hijab selain pakaian takwa untuk menjaga kebersihan badan. Pola makan dan hidup yang sehat, memakan makanan yang halal dan thayyib. Luar biasanya aturan Allah Swt.

Sekolah-sekolah diliburkan, himbauan pun dilakukan agar menghindari tempat keramaian selama kurang lebih dua minggu ke depan. Sejatinya bisa jadi ini teguran dan peringatan untuk manusia bahwa manusia lemah dan terbatas. Jangan sekali-kali sombong, karena sombong adalah pakaian Allah Swt. Dan bisa jadi Allah Swt mengingatkan bahwa manusia harus segera kembali padaNya, menerapkan syariahNya karena sudah terlalu jauh dariNya.

Allahu A'lam Bi Ash Shawab

*Penulis adalah Revowriter Waringin Kurung

Baca Juga