Usai Sistem Manajemen, BAZNAS Bidik Sertifikasi Anti Suap

Jakarta, Akuratnews.com - Di awal 2020 ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali meraih sertifikat ISO 9001:2015 atas kinerja pengelolaan zakat sepanjang 2019. Pencapaian ini melanjutkan tradisi yang telah diraih setiap tahunnya.

Perlu diketahui, Sertifikat ISO 9001:2015 dikeluarkan oleh Worldwide Quality Assurance (WQA), sebuah Badan Sertifikasi Internasional berbasis di Inggris yang menyediakan sertifikasi untuk berbagai sistem manajemen.

“Alhamdulillah, ini jadi kado yang membahagiakan di Milad BAZNAS ke-19. Ini menjadi pemicu semangat kami sebagai badan zakatuntuk terus berada di garda terdepan dalam membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan di Indonesia berbasis manajemen yang kredibel,” ujar Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo di Kantor Pusat BAZNAS, Jakarta, Senin (3/2).

Proses audit ISO 9001:2015 dijelaskan Bambang, telah dilaksanakan sejak pertengahan Desember 2019 lalu, dengan ruang lingkup pemeriksaan pada unit kerja BAZNAS.

"Capaian ini sekaligus bukti nyata BAZNAS telah melaksanakan manajemen yang profesional, transparan, dan akuntabel," ucap Bambang.

“Semoga sertifikat ISO ini akan menambah rasa kepercayaan masyarakat menyalurkan zakat, infak, sedekah mereka melaui BAZNAS. Kami juga mendorong BAZNAS di tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia, untuk menerapkan manajemen ISO demi pengelolaan zakat yang maksimal,” imbuhnya.

BAZNAS sebelumnya telah melaksanakan sistem ISO sejak 2009. Namun untuk sertifikat termutakhir (ISO 9001:2015), pertama kali didapat Baznas pada 2017 lalu.

Untuk 2020, BAZNAS akan mengimplementasikan ISO 27001 tentang sistem manajemen keamanan informasi standar internasional yang saat ini masih dikembangkan di direktorat operasi.

Sistem ini untuk memastikan BAZNAS memiliki kontrol terkait keamanan informasi terhadap proses pengelolaan zakat yang mungkin menimbulkan resiko atau gangguan.

Selain itu BAZNAS juga akan menerapkan sistem ISO 37001:2016 mengenai manajemen anti penyuapan.

Hal ini akan memberikan keyakinan masyarakat dan stakeholder kepada BAZNAS, dalam melaksanakan kontrol anti suap yang baik dengan mencegah, mendeteksi, melaporkan, dan menyelesaikan penyuapan dan diakui oleh internasional.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga