Usia 3 Tahun SIL dan SKSG UI Resmikan Gedung Baru

Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan, Dr. Emil Budianto, dan Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Dr. Muhammad Luthfi, bersama  meresmikan penamaan gedung baru yang sebelumnya Gedung Program Pascasarjana UI menjadi Gedung Sekolah Ilmu Lingkungan & Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI. (Istimewa)

Jakarta, Akuratnews.com - Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) dan Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, dalam perayaan Dies Natalisnya yang ke-3, meresmikan gedung barunya di Salemba Jakarta Pusat. Kehadiran SIL dan SKSG dinilai menjadi bukti bahwa eksistensi sekolah atau kajian multi disiplin sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Dr. Muhammad Luthfi, mereview perjalanan SIL dan SKSG UI yang berdiri sejak tahun 2016 hingga saat ini. Di mana, di Hari Jadinya yang ke 3 tahun ini menekankan kehadiran sekolah menjadi penting karena eksistensi dari sekolah atau kajian multi disiplin itu sendiri di Indonesia secara realitas keilmuan dibutuhkan.

"Tapi, secara akademik sekarang sudah diakui secara luas. Kita harapkan dengan posisi dulu program Pascasarjana menjadi sekolah ini menjadi lebih mapan," ujar Dr. M. Luthfi, saat peresmian gedung baru beberapa waktu lalu.

M. Lutfi, menambahkan secara kelembagaan, UI sudah mengakui SIL dan SKSG sebagai salah satu fakultas di samping 15 fakultas lainnya yang dengan demikian secara kelembagaan pun menguat. Makin kuatnya kajian multi disiplin ini berarti hal itu memberikan kontribusi terhadap kebutuhan-kebutuhan nyata di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Agar kebutuhan ini bukan sekedar kebutuhan praktis tetapi juga akademis, kita juga akan membuka S3 dalam waktu dekat ini, sedang dalam proses. Di SKSG sendiri ada 9 prodi. Masa study paling cpt 18 bulan tetapi scara umum 3 tahun,” imbuhnya.

Dalam peresmian gedung barunya Direktur SIL didampingi oleh Prof. Emil Salim selaku Guru Besar UI. Dia, mengungkapkan gedung baru tersebut diharapkan nantinya bisa membuat SIL maju lebih pesat lagi.

“SIL ini sebetulnya metamorfosis dari program study ilmu lingkungan dulunya di bawah program Pascasarjana UI. Nah kalau magisternya sudah ada sekitar 38 tahun yang lalu berdirinya. Sedangkan yang doktornya sudah 18 tahun yang lalu. Jadi kita merayakan dies natalis sekolah yang ke-3 sekaligus meresmikan gedung barunya SIL. Harapannya SIL bisa maju lebih pesat lagi. Dari target 15 dosen sekarang kita sudah punya 7 dosen tetap dan 1 guru besar Prof Dr. Kosuke Mizuno dari Jepang,” harap Emil.

Sementara itu, Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Dr. Emil Budianto, mengatakan yang menjadi tantangan SIL ke depannya adalah harus mulai merekonstruksi kembali kompetensi kita yang dibutuhkan di era digital sekarang ini.

"Jadi mungkin nanti kita akan mengembangkan digital learning yaitu sebuah program pendidikan jarak jauh untuk mempermudah proses belajar mengajar. Kalau kita lihat, minat masyarakat di SIL sangat banyak dan kompetensinya juga ketat. Sejauh ini paling maximal kita terima hanya 60 orang mahasiswa untuk yang S2," ungkapnya.

"Rencananya kita akan buka dua program study baru yaitu perubahan iklim dan program kebencanaan. Alasannya karena inikan sebetulnya yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini,” tandasnya.

Penulis:

Baca Juga