oleh

Ustad Alkhathat : Negara Jangan Anggap “Najis” Bendera Tauhid

Jakarta, Akuratnews.com – Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Ustad Muhammad Alkhathat mengatakan Aksi Bela Tauhid bertujuan untuk menyampaikan bahwa bendera tauhid yang dibakar oleh oknum Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Garut merupakan bendera seluruh umat Islam, bukan bendera milik satu kelompok tertentu.

“Kita ingin supaya negara clear, jangan memandang bendera tauhid itu najis di Indonesia,” katanya saat diwawancarai akuratnews.com sesaat sebelum memasuki Gedung Kemenkopolhukam, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018).

Alkhathat menuturkan sebelum Indonesia merdeka, bendera tauhid sudah lebih dahulu berkibar dan menjadi doa umat Islam. Menurutnya, seluruh masjid di Indonesia mayoritas berdoa dengan menyebut kalimat tauhid.

“Ya Allah (kami) mohon di akhirat nanti bisa termasuk orang-orang yang berjalan bersama orang-orang yang berjalan di bawah bendera Nabi Muhammad SAW, bendera tauhid itu,” ucap Ustad Alkhathat.

Pihaknya lantas mendesak Kepolisian untuk menegakan hukum sesuai aturan yang berlaku. Termasuk kemungkinan oknum Banser dipenjara apabila terbukti melakukan pelanggaran hukum maupun penistaan agama.

Sementara itu, sebanyak 10 perwakilan massa Aksi Bela Tauhid telah diterima oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto. Belum diketahui hasil pertemuan yang dilakukan secara tertutup itu.

Pantauan Akuratnews.com di lokasi, massa yang umumnya membawa atribut bendera berwarna hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid tertahan kawat berduri Polisi di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) dekat kawasan Patung Kuda. Sebelumnya, massa aksi telah terlebih dahulu melaksanakan shalat Jumat di Masjid Istiqlal. (Ysf)

Loading...

Komentar

News Feed