Melalui Kegiatan Doa Bersama DKM Masjid Nurul Yaqin

Ustadz M. Hariri AA Sampaikan Pesan Pemilu Damai

Beberapa hari lagi pesta demokrasi Pemilu 2019 (Pileg dan Pilpres) digelar serentak di seluruh Indonesia. Sejumlah pihak menyebut, Pemilu akan berjalan damai, namun tak sedikit yang masih menyangsikan. Isu umat terpecah-belah, aksi radikalisme, sebaran Hoaks, fitnah dan ujaran kebencian, masih masiv beredar mendekati Pemilu tahun ini.

Bogor, Akuratnews.com - Akibat adanya fenomena itu, penting kiranya para Ulama, tokoh masyarakat serta pemerintah untuk bersinergi menyampaikan narasi-narasi positif, agar Pemilu 2019 berjalan damai, aman dan tertib.

"Memilih adalah bagian dari realitas kehidupan. Maka pastikan pilihanmu adalah yang tepat dan yang diridhoi Allah SWT. Maka mohon, bangsa ini tidak menerima "katanya, katanya, katanya" melainkan, beristikhoroh kepada Allah SWT, berbicara dengan orang di sekitar kita yang paham, bukan kepentingan kelompok atau sebagian tapi kepentingan umat dan persaudaraan juga sangat penting, jangan sampai diciderai oleh pesta pilpres ini." Ujar KH. Rd. M. Hariri Abdul Aziz Azmatkhan atau Ustadz Hariri AA, di sela acara Isra Mi'raj yang digelar DKM Masjid Nurul Yaqin, Sindang Barang Pilar, Bogor Barat, Jawa Barat, Sabtu (30/3/2019).

Menurut ulama jebolan Akademi Da'i TPI, terkait Pemilu damai, tertib dan aman, setidaknya ada hal yang harus dihindarkan oleh masyarakat, yaitu menyebarkan berita Hoaks, fitnah dan ujaran kebencian yang dialamatkan kepada salah satu capres-cawapres kontestan Pilpres.

"Mengenai Hoaks, fitnah dan berita palsu yang tersebar, ini PR kita semua. Sebagian berkata Indonesia krisis Hoaks dan darurat fitnah. Saya bukan berarti mengatakan di Indonesia tidak ada fitnah dan Hoaks, tapi saya lebih memilih utk mengatakan Indonesia baik-baik saja.

Masih menurutnya terkait Hoaks dan fitnah yang masiv beredar menjelang Pemilu 2019, hal tersebut tak perlu dikhawatirkan. Karena, walaupun ada orang yang menggunakan Hoaks utk menggoalkan kepentingan pribadi, menurutnya tidak akan berpengaruh signifikan untuk negeri ini.

"Negeri ini di dalamnya banyak orang pintar dan cerdas. Bukan orang yang bodoh. Indonesia ini keren." Imbuhnya.

Hariri meyakini hal itu lantaran dari pengamatannya, umat Islam sebagai kelompok mayoritas, saat ini baik baik saja. Tidak terpecah-belah seperti yang dikatakan sekelompok elite politik yang berada di belakang salah satu capres-cawapres peserta Pemilu 2019.

"Kita hidup di jaman yang baik baik saja. Kalau bicara "masalah", setiap era, setiap masa, itu ada masalah. Tapi untuk saat ini banyak orang yang erdas, pintar, kuat, berani, layak dan memiliki kapabilitas, untuk menjaga negeri ini baik-baik saja." kata pria lulusan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung ini.

Sebagai ulama, Hariri mengaku bersyukur pada Allah karena bisa hidup di jaman ini yang menurutnya adalah jaman yang nyaman. Dia optimis Indonesia akan tetap kompak berjamaah dan Indonesia tidak akan terpecah belah dan ini sudah Dia buktikan.

"Saya menghimbau untuk menghadapi pemilu, jangan memikirkan diri sendiri, kelompok, atau memikirkan sebagian saja, tapi pikirkan umat secara keseluruhan. Karena bangsa ini bangsa yang besar, warisan dari pendahulu kita. Maka kita harus menjaga dengan baik." tambahnya.

Terkait figur kepemimpin ke depan yang baik, Hariri memiliki kriteria yaitu, harus dekat dengan Allah, Rasul, umat dan dekat dengan permasalahan yang ada sehingga pemimpin seperti itu bisa mengambil antisipasi.

Acara Isra Mi'raj yang digelar DKM Masjid Nurul Yaqin berlangsung di lapangan Sindang Barang Pilar, Bogor Barat bertajuk "Memetik Hikmah di Balik Perjalanan Nan Agung. Acara dihadiri ulama, tokoh masyarakat, aparatur pemerintahan, kepolisian, TNI, santri dari sejumlah ponpes dan ratusan warga sekitar. Acara berjalan tertib dan aman tanpa terkendala satu apa pun. Acara diisi oleh serangkaian kegiata, salah satunya pembacaan Ikrar Pemilu Damai.

Penulis: Alamsyah
Editor: Atta

Baca Juga