UYM Sebut Hal Ini Bisa Tangkal Ghibah, Bantu Ongkos Dapur Sampai Jadi Pasukan Zikir

Tangerang, Akuratnews.com -  Melakukan hal ini tak hanya menguntungkan dari sisi lahir dan batin saja, tapi juga bisa menjadi cara lain menangkal ghibah, jadi ladang amal sedekah oksigen dan bisa juga menjadi pasukan zikir. Hmmm...kok bisa ya?

"Nanam di rumah bisa ngilangin ghibah, ibu-ibu kan di rumah kalo nggak ada kerjaan seringnya ngumpul-ngumpul membicarakan keburukan orang lain. Kalo ngumpul-ngumpulnya diganti sama berkebun di rumah kan jadi manfaat," ujar Ustadz Yusuf Mansyur di kediamannya di Cipondoh, Tangerang, Selasa (21/1).

Da'i yang akrab disapa UYM ini pun membeberkan, bercocok tanam di rumah juga mampu menjadi ladang sedekah lain, yakni sedekah oksigen bagi manusia lainnya.

"Belum lagi tanaman itu akan jadi pasukan zikir buat kita yang nanam. Manusia ada keterbatatasannya berzikir pada Allah, tapi tanaman 24 jam berzikir terus. Dahsyat nggak tuh," tandas UYM.

Bukan tanpa sebab, UYM memaparkan hal di atas. Ia menyebut jika sudah saatnya bangsa ini memiliki ketahanan pangan di tingkat rumah. Dan lewat bertanam di rumah, hal itu bisa terwujud sekaligus mendapat tiga manfaat di atas.

"Minimal ada tanaman bumbu dapur saja di rumah, kan nggak harus ikutan pusing kalo harga cabe apa bawang naek," ujarnya.

UYM pun sudah membuktikannya. Pimpinan pondok pesantren Daarul Quran ini memanfaatkan setiap jengkal lahan terbuka di rumahnya untuk bertanam.

Ia mulai tertarik bercocok tanam di rumah saat menggagas program sedekah sawah bersama teman-temannya beberapa tahun silam guna mengumpulkan dana untuk membeli sebidang sawah. Dimana setiap panen hasilnya dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

“Dan Alhamdulillah, saat ini di rumah kami setiap makan buah, maka bijinya tidak dibuang percuma, tapi ditanam. Cabe, bawang, bahkan sampai duren dan melon Jepang kita punya. Nggak punya lahan, bisa tanam di pot. Tetangga di sekitar sini selalu kebagian cabe dari sini," papar UYM seraya menunjukkan tanaman hasil berkebunnya setahun belakangan ini.

Lalu ia pun menunjukan salah satu solusi menyiasati keterbatasan lahan di rumah untuk berkebun yang disebutnya mampu membantu 'ongkos dapur' ini.

UYM menyulap tembok yang mengelilingi sebagian halaman menjadi taman hijau nan asri. Mulai dari taman vertikal, memanfaatkan botol plastik bekas menjadi pot, hingga ranjang bertingkat bekas pun disulap menjadi taman bertingkat.

Taman vertikal dibuatnya menggunakan media botol air mineral bekas yang dialiri air yang mengalir untuk bertanam sayuran organik.

“Orang lain biasa menyebutnya tanaman hydroponic. Kalau disini, saya sebut ‘Mansurponic’,” seloroh UYM.

Tak hanya itu saja. UYM juga menfaatkan atap rumahnya yang sengaja dibuatnya tanpa genteng alias dicor datar menjadi taman hijau untuk bertanam aneka jenis sayuran dan buah.

“Kita mulai rumah tanpa genteng. Jadi di atas rumah justru ada tanaman. Belom pernah liat kan kalo ada pohon pisang di atas rumah. Noh di sebelah rumah udah ada pohon pisang di atas rumah," ujar UYM seraya menunjuk rumah tetangganya yang mengikuti jejak berkebunnya.

Sejuta manfaat berkebun di lahan terbatas di rumah, memang ia ingin bagikan kepada masyarakat lantaran mampu dimanfaatkan menghadapi harga kebutuhan yang merambat naik belakangan ini. Instagram-nya belakangan ini pun kerap diisi dengan hal ini agar masyarakat bisa melihat dan tertarik mencoba.

“Kalau pun nggak punya halaman, kan bisa memanfaatkan tembok rumah sebagai lahan untuk menanam sayur. Kalau perlu, tanaman bisa digantung bak kandang burung,” ujarnya.

Dikatakannya, jika jumlah penduduk Indonesia lebih dari 265 juta jiwa. Kalau masing-masing punya 10 pot tanaman di rumahnya, akan ada tambahan 265 miliar tanaman baru. Begitu pula, jika atap rumah jika dimanfaatkan sebagai lahan untuk tanaman sayuran dan buah.

“Katakan ada 10 juta rumah yang atapnya berukuran minimal 100 meter persegi. Itu artinya ada tambahan lahan baru seluas 1 miliar meter persegi. Nah, kalau dimanfaatkan sebagai lahan tanaman, maka ketahanan pangan negara akan semakin kuat,” pungkas UYM.

Anda tertarik mencoba?

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga