Viar dan Universitas Budi Luhur Komunikasikan Penanggulangan Limbah Elektronik

Ketua Yayasan Budi Luhur Cakti bersama Rektorat Universitas Budi Luhur dan Direktur Viar Motor Indonesia Yucuanto Susetyo dan staff, berfoto bersama sesaat diskusi terkait pengelolaan limbah Baterai dan elektrik, di Kampus UBL Jakarta.

JAKARTA,
akuratnews.com
– Dalam kunjungannya Viar Motor Indonesia ke Kampus
Universitas Budi Luhur (UBL) mengkomunikasikan dengan membahas penanggulangan
limbah batubaterai dan elektronik secara intensif. Penanggulangan limbah yang
dihasilkan dari penggunaan baterai bagi kendaraan listrik dan elektronik yang
digunakan, dinilai menjadi hal ekonomis yang berdampak juga pada lingkungan.

Antusiasme ditunjukkan oleh kedua pihak. Dari
pembicaraan-pembicaraan yang disampaikan, bagaimana peduli dengan lingkungan
menjadi pesan dalam pembicaraan kali ini.

Seperti yang diungkapkan oleh Direktur Viar Motor Indonesia
Yucuanto Susetyo. Dirinya menjelaskan bagaimana dilihat dari sisi bisnis
perusahaan yang concern terhadap pengelolaan limbah, merupakan perusahaan yang
cukup besar.

“Banyak juga yang kita lihat dari sisi bisnis, perusahaan sampah menjadi perusahaan besar. Mungkin tidak terpikir ternyata bisa menghasilkan skala ekonomi yang besar. Mungkin perlu mengubah image,” ujarnya dalam diskusi bersama dengan rektorat UBL, Jakarta (21/2).

Menyambut apa yang disampaikan oleh Yucuanto, Ketua Yayasan
Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro, mengatakan pengelolaan sampah tentunya bukan
hanya sekedar kegiatan positif. Namun, tentunya pengelolaan sampah akan
membutuhkan biaya.

“Kita bicara cost, tapi kita bicara jangka panjang termasuk membantu pemerintah. Kita butuh tampilan yang menarik bahwa sampah bukan suatu yang menjijikkan,” katanya.

Ketua Yayasan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggor (Batik) dan Direktur Viar Motor Indonesia Yucuanto Susetyo (Kemeja Putih)

Tertarik dengan UBL

Yucuanto, menjelaskan bagaiamana Viar tertarik dengan UBL
melihat dari potensi yang dimiliki. Menurutnya, UBL telah memiliki divisi kelistrikan
dan saat ini sudah mengembangkan kendaraan listrik. Di mana, pihaknya sebagai produsen
motor listrik dari Indonesia merasa perlu melakukan kerjasama dengan pihak
akademisi.

“Awalnya yang terpikir dari kami itu sebenarnya dari sisi penggunaan
baterai bekas, agar baterai bekas bisa dilakukan penelitian dan pengembangan
untuk digunakan selanjutnya. Dalam diskusi ini saya juga mendapatkan banyak
informasi ternyata divisi kelistrikan UBL banyak cabang-cabang dalam ilmu
kelistrikannya. Kami merasa ini mungkin bisa ditingkatkan untuk bidang
kelistrikan lainnya,” paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, potensinya akan baik bagi dunia
usaha dan baik untuk dunia pendidikan akademisi. “Pesan saya agar
pengembangannya ini bisa visible dari sisi industrinya juga. Kami berharap agar
hasilnya bisa di industrikan juga. Dapat dimanfaatkan oleh masyarakat banyak. Akhirnya
masyarakat mendapatkan manfaat baik secara ekonomis maupun lingkungan,”
ungkapnya.

“Kami harapkan bisa bekerjasama lebih lanjut dengan budi
luhur dari sisi penelitian dan pengembangannya. Kita awalnya berbicara baterai,
tetapi kami melihat akan berkembang ke lainnya. Ada banyak potensi yang bisa
diambil. Sepertinya UBL memiliki Base untuk yang lainya,” tambahnya.

Menutup pembicaraan, Kasih Hanggoro, menyampaikan pihaknya
menyambut baik keinginan dari pihak Viar Motor Indonesia dengan melibatkan UBL
melalui programnya untuk meneliti manfaat yang bisa diambil dari limbah baterai
dan elektronik yang dihasilkan industry otomotif, khususnya dari pihak Viar.

“Saya sangat menyambut baik dengan rencana program yang ditawarkan oleh pihak Viar. Namun, alangkah baiknya kerjasama tersebut dapat di terapkan melalui payung kerjasama. Untuk syarat-syarat tentunya dapat dibicarakan sesuai dengan tujuan yang ada. Kami sangat terbuka untuk itu,” pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga