Video Perkelahian Pelajar di Morowali Viral

Morowali, Akuratnews.com - Video perkelahian dua orang pelajar siswi asal Madrasah Tsabawiah (MTs) Al-Jaariyah Labota viral di sosial media, khususnya di jejaring facebook.

Berdasarkan pantauan media ini diakun facebook 'Anak Morowali', video tersebut mulai diupload sejak, (12/09/2019), pukul 01:21 wita.

Melihat video tersebut, durasi video sepanjang 29 detik, tampak siswi yang pertama menggunakan baju pramuka dan yang kedua menggunakan baju olahraga yang dibagian belakang bertuliskan MTs. Al-Jaariyah Labota.

Keduanya, sempat terjadi adu mulut dan berlanjut perkelahian yang ditonton dan di abadikan melalui kamera ponsel rekan mereka yang lain.

Mendengar suara dan melihat video selama durasi tersebut, rekan siswi yang lain, tidak satupun yang melerai. Justru mereka sibuk mengabadikan dan menertawai perkelahian dua siswi tersebut.

Perbuatan tersebut mendapat beragam tanggapan keprihatinan akan kondisi pendidikan, baik dilingkungan sekolah, lingkungan keluarga, maupun lingkungan sosial para pelaku.

Ada yang menyinggung soal lingkung sekolah, dimana pelaku sebagai pelajar, seharus mengetahui baik dan buruk agar mampu membedakannya. Akan tetapi, yang terjadi sebaliknya. Sehingga sangat disayangkan.

"Di Kase sekolah biar tambah pintar, malah tambah bodok. Lebih pintar org gila😀, itu yg merekam masih manusia jg kh. Giliran di keluarkan di sekolah mengamuk org tua. Mautong viral tapi goblok πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘Ž", tulis akun facebook Baje Pesse.

Begitu pula tanggapan lain, tidak ingin selalu disalahkan atau dibebankan kepada pihak sekolah, tanggungjawab mendidik lebih kepada lingkungan keluarga.

"Jangan sedikit sedikit komen buruknya pendidikan. Tapi orang tua harus punya peran utama. Jangan dikit dimarah guru/ di cubit guru orang tua ngamuk. Guru di salahkan dan di pidanakan. Tapi kalau orang tua mendukung pendidikan tindakan guru dalam kedisiplinan siswa. Pasti anaknya juga takut," sebut akun Lukas Saleh.

Selain itu, kondisi lingkungan sosial para pelajar dinilai turut mempengaruhi sikologis para pelaku, baik yang melakukan perkelahian maupun rekan yang hanya menyaksikan dan mengabadikan video tersebut.

"Anak jaman now, teman berantem bkan dilarang tpi di video, pas dipanggil di kntor polisi rame" menangisπŸ™ŠπŸ™Š," ungkap akun Riska.

Dalam berbagai komentar diakun facebook 'Anak Morowali', adapula yang menyalahkan yang mengupload video perkelahian itu. Begitupula yang ikut membagikan atau memviralkan video tersebut.

"Yg ikut membagikan ini jg sdh sama dengan yg berkelahi. Apalagi org Morowali. Kasih malu daerah.y sendiri.... Hapus sj itu dari postingan... Sama Skali tdk bermanfaat," ujar Iswanto S Masirete salah seorang tokoh pemuda Bahodopi.

Penulis: Wardi Bania
Editor: Redaksi

Baca Juga