Wah Orang Rawa Belong Menolak Pergantian Nama Jalan Madrasah II

AKURATNEWS - Pergantian nama jalan Madrasah II menjadi jalan Syech Abdul Karim Bin Asfan di wilayah Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ditolak warga setempat.

Pergantian nama jalan tersebut dianggap merugikan masyarakat setempat terkait urusan administrasi kependudukan.

Salah satu tokoh masyarakat sekaligus ketua RW 02, Kelurahan Sukabumi Utara, Iis Subadri Idris mengatakan, proses pergantian nama jalan tersebut dianggap cacat prosedur.

"Iya tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu dan siapa yang mengusulkan warga tidak tahu, jalan langsung berubah nama jalan madrasah dua Makanya kami menolak," ujar Iis Subadri saat berbincang-bincang dengan Akuratnews Rabu, 22 Juni 2022.

Ia menjelaskan, saat ini warganya masih menunggu kepastian adanya jaminan dari pemerintah setempat terkait urusan administrasi kependudukan bagi sekitar 400 Kepala Keluarga (KK) yang ada di wilayahnya.

Selain itu Iis menuturkan, jalan Madrasah II memiliki historis sendiri, dimana kawasan tersebut merupakan lingkungan santri yang mayoritas warganya pernah mengeyam pendidikan di dua madrasah sejak tahun 1950-an. Yakni Madrasah Jamiatul Mutaalimim dan Madrasah Diniah Darus Saadah.

"Ini udah benar, lah kenapa diganti? termasuk saya pun pernah belajar di Madrasah itu, Makanya ini jalan madrasah dua karena ada dua madrasah, sedangkan jalan madrasah satu di sana memang ada madrasah juga, tapi hanya satu namanya al Fakriyah," terangnya.

Menurut Iis, aspirasi masyarakat setempat bukan tidak mendasar atau pun mengesampingkan tokoh Syech Abdul Karim bin Asfam yang makamnya masih bisa dikunjungi atau diziarahi dekat gedung Kantor Kelurahan, Sukabumi Utara.

Bagi masyarakat setempat, lanjut Iis, Syech Abdul Karim merupakan tokoh yang sangat dihormati dan diakui keilmuannya oleh masyarakat Kecamatan Kebon Jeruk.

Akan tetapi secara historis dan emosional keberadaan dua madrasah tersebut lah yang lebih erat dengan masyarakat setempat untuk dijadikan nama jalan.

"Kami mengakui Syech Abdul Karim ini emang orang Ahli Kitab, Di Rabelong, Pal Merah orang tahu semua banyak datang juga dahulu dari luar negeri untuk mememui tuan guru Syech Abdul Karim," ungkapnya.

Untuk pergantian nama jalan Madrasah II tersebut, memang bukanlah salah satu dari 22 nama jalan yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang diambil dari nama tokoh-tokoh Betawi bertepatan dengan HUT Provinsi DKI Jakarta ke 495 tahun.

Dikatakan Iis, masyarakat Sukabumi Utara sangat mendukung dan mengapresiasi terobosan Gubernur Anies Baswedan. Namun lagi, ia menegaskan pergantian nama jalan Madrasah II, Kelurahan Sukabumi Utara cacat prosedur.

"Kita ga diajak ngomong, sosialisasinya ga ada, kami akan terus perjuangkan ini dengan alasan administrasi kependudukan dan historis, warga berharap aspirasi bisa menjadi perhatian," tandasnya.***

Penulis: Kemal Maulana
Editor: Ahyar

Baca Juga