Pariwisata Indonesia

Wajib Masker Saat Berlibur ke Svargabumi

sumber Foto: Instagram @awaneko20

Jakarta, Akuratnews.com- Sawah identik dengan lahan pertanian untuk menanam berbagai komoditi tanaman pangan seperti padi, sayur-sayuran, dan palawija. Tetapi di tangan orang-orang kreatif, sawah bisa disulap menjadi tempat wisata hingga memiliki nilai jual lebih dari sebelumnya.

Hal itu dibuktikan oleh Putranto bersama timnya yang berhasil menyulap sebuah lahan sawah pertanian di antara lembah Bukit Menoreh dan Taman Wisata Candi Borobudur, hingga tersohor menjadi destinasi wisata baru yang kekinian.

Destinasi wisata Svargabumi ini tak hanya terlihat indah dan instagrammable kalau meminjam istilah generasi millenial. Tetapi secara konsep, juga sangat terencana dan matang. Sebab, meskipun ada beberapa bagian yang harus dibangun sebagai spot foto dan lain-lain, tetapi tidak menghilangkan fungsi sawah itu sendiri sebagai lahan pertanian tradisional.

Hamparan hijau padi yang ada di sawah, serta pepohonan kelapa yang menjulang tinggi, seakan jauh lebih cantik dan elok ketika dihiasi ornamen umbul-umbul putih. Jika dilihat dari kejauhan tampak seperti catwalk, dengan berbagai ujung bundar, yang masing-masing ujungnya ada properti yang berbeda-beda. Ada sofa, payung tenda, saung tenda, gebyok tradisional Jawa, dan lain-lain. Mengingat letaknya yang tak jauh dari Candi Borobudur, oleh pemiliknya, Svargabumi ini dibuat untuk menunjang atau memberikan alternatif selain Candi Borobudur.

Sejak dibuka untuk umum pertama kali pada tanggal 8 Agustus 2020, sudah ribuan wisatawan yang berkunjung ke tempat ini. Dalam sehari, rata-rata ada sekitar seratus pengunjung datang dari berbagai daerah. Baik dari masyarakat Magelang sendiri, Yogyakarta, Purworejo, Solo, Semarang, dan kota-kota lain di Pulau jawa.  Bahkan ada juga yang datang dari luar pulau, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain.

Bagi penggila swafoto, selain mengambil latar belakang hamparan sawah hijau, Anda bisa juga mengambil latar belakang puncak Candi Borobudur yang tampak tak begitu jauh. Selain itu juga bisa mengambil latar belakang keindahan Bukit Menoreh yang mirip Sleeping Buddha.

Mengingat lokasinya yang berada di tengah persawahan, sudah pasti terik matahari sangat menyengat. Agar pengunjung merasa nyaman, sebaiknya memilih waktu yang tepat untuk berkunjung ke Svargabumi, di pagi hari hingga menjelang siang, atau di sore hari.

Untuk biaya masuk lumayan murah, pengunjung hanya dikenakan Rp25 ribu untuk dewasa Rp15 ribu untuk anak anak. Sedangkan jam buka mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB, setiap hari kecuali hari Kamis. Sementara untuk hari Sabtu dan Minggu dibuka lebih awal, mulai pukul 06.30 sampai 18.00 WIB.

Selain berbagai daya tarik seperti paparan di atas, Svargabumi sekarang lebih nyaman dikunjungi karena sudah menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19.

Terlihat banyak sekali tempat cuci tangan di sepanjang lorong pintu masuk. Sebelum memasuki area wisata, pengunjung diperiksa terlebih dahulu suhu tubuhnya. Kemudian mereka juga diwajibkan cuci tangan, mengenakan masker, dan menjaga jarak selama di tempat wisata. Masker boleh dilepas, jika Anda sedang melakukan swafoto'

Jadi jangan heran bila pemandu wisata kerap mengingatkan kita untuk mengenakan masker di tempat ini.

Penulis: Irish
Editor:Redaksi

Baca Juga