Berniat Bongkar Ornamen dan Simbol China

Wakil Ketua DPRD Babel Didesak Klarifikasi dan Minta Maaf

Jakarta, Akuratnews.com - Wacana pembongkaran ornamen atau simbol-simbol China di Provinsi Bangka Belitung (Babel) yang dilontarkan Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi menuai kritik.

Kritik datang dari pengamat sosial dan hukum, Kan Hiung. Pria yang juga asli Babel ini melihat, wacana itu seolah-olah tak memperhatikan fakta bahwa di Babel diisi pula oleh penduduk keturunan Tionghoa.

Dikatakannya, penduduk keturunan Tionghoa ini memiliki budaya turun temurun sejak ratusan tahun lalu yang tentu saja terkait dengan ornamen-ornamen bercirikan budaya China.

"Pada umumnya ornamen-ornamen yang menyerupai budaya China tersebut, saya asumsikan seperti Lampion yang berwarna merah, tulisan-tulisan tertentu dalam huruf China dan sebagainya yang setiap tahun baru imlek kami pasang di rumah dan di tempat-tempat umum, seperti di Klenteng atau Ta Pek Kong dan/atau di Vihara. Pemasangan ornamen-ornamen yang mirip atau menyerupai budaya China di Bangka sudah turun temurun sejak ratusan tahun lalu," ujar Kan di Jakarta, Minggu (19/1).

Ia memastikan semua bangunan dan ornamen itu itu milik Warga Negara Indonesia (WNI) keturunan Tionghoa yang tinggal di Bangka Belitung.

"Tidak ada pembangunan ornamen-ornamen milik orang China di Babel. Pendatang atau WNA asal China tidak mungkin berani membangun infrastruktur atau memasang ornamen-ornamen tertentu di Bangka tanpa izin dari kantor administratif setempat" tandas Kan.

Pria kelahiran Belinyu, Babel ini mengingatkan Amri, budaya Tionghoa di Bangka yang menyerupai budaya China ini merupakan bagian dari budaya NKRI. Oleh sebab itulah, barang siapa yang berbuat merusak budaya NKRI, maka jelas bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

"Saya putra asli kelahiran pulau Bangka ingin menegaskan kepada Pak Amri Cahyadi atau siapa pun yang ada di Bangka Belitung, jangan coba-coba membongkar ornamen-ornamen yang dekat dengan budaya China di Babel," tegasnya.

"Demi menjaga dan mempertahankan serta melestarikan budaya keturunan Tionghoa di Bangka, maka siapa pun yang berani coba membongkar tanpa hak dan dasar hukum, saya akan memperkarakan perbuatan-perbuatan tersebut secara hukum," imbuhnya.

Kan berharap Amri dapat mengklarifikasi kembali pernyataan yang disampaikannya beberapa waktu lalu itu dan segera meminta maaf kepada WNI keturunan Tionghoa di Bangka Belitung.

"Ini penting agar tak mengurangi nilai-nilai simpati politik dari warga keturunan Tionghoa terhadap pak Amri di Bangka Belitung," pungkas Kan.

Untuk diketahui, Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi mengaku prihatin dengan upaya pencaplokan secara fisik yang dilakukan China terhadap kedaulatan NKRI di Natuna.

Menurutnya, dalam 10 tahun terakhir Babel diduga ada upaya masif untuk melakukan pencaplokan secara kultural. Hal itu menurutnya dapat dilihat dengan banyaknya pembangunan ornamen-ornamen atau simbol-simbol China di Babel, baik berupa gapura, gerbang atau tempat pemujaan patung serta simbol China lainnya.

Ia meminta dan mengajak Pemerintah Provinsi Babel untuk mulai memperhatikan hal ini. Bahkan bila perlu dilakukan pembongkaran terhadap ornamen atau simbol-simbol tersebut.

Oleh karena itu saya mengimbau dan mengajak secara keras untuk membongkar ornamen-ornamen tersebut dan mengajak pemerintah kita, dimulai dari Pemprov Babel sepakat melakukan pembongkaran terhadap ornamen dan simbol-simbol tersebut di daerah kita, kecuali rumah ibadah," kata Amri, Kamis (9/1).

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga