Alternatif Geliat Industri Film di Masa Pandemi

Walau Belum Maksimal Puaskan, OTT Apps Mampu Jadi Peluang

Jakarta, Akuratnews.com - Belum ada yang bisa menggantikan sensasi dan kepuasan menonton di bioskop. Namun, pandemi Covid-19 ini membuat hal itu terkesampingkan.

Setelah sempat ditutup total, bioskop sudah kembali dibuka dengan sejumlah pembatasan yang mengacu pada penerapan protokol kesehatan. Namun hal ini banyak berdampak pada keenganan penonton hadir ke bioskop, selain tentu saja lantaran kekhawatiran akan penyebaran virus Covid-19.

Hal ini lantas berimbas pada layanan Over The Top (OTT) Apps seperti NetFlix, iFlix, ViU, Disney+ HotStar Indonesia, CatchPlay+ yang mengalami peningkatan jumlah penonton selama pandemi Covid-19 ini.

"Belum ada yang bisa menggantikan sensasi dan kepuasan menonton di bioskop, tapi OTT menawarkan sebuah peluang di tengah pandemi ini," ujar Ketua Persatuan Pengusaha Film Indonesia (PPFI), Deddy Mizwar saat berbicara di webinar bertajuk '2021, Bioskop atau OTT Apps?', Kamis (14/1).

Pandemi Covid-19 yang telah melumpuhkan berbagai sektor, termasuk industri film membuat semua pihak di industri ini harus putar otak, dan kehadiran OTT ini memberi alternatif media pemutaran film selain bioskop.

Pengamat film, Yan Widjaja menyebut, banyak film yang tertunda penayangannya lantaran produser masih wait and see akan kondisi industri perfilman.

"Walau bioskop dibuka tapi dengan pembatasan yang ada, penonton masih enggan ke bioskop. Sejak dibuka di masa pandemi ini, baru tujuh judul film yang berhasil tayang di bioskop dan jumlah penontonnya merosot jauh,“ ungkap Yan.

Walau begitu, optimisme tetap harus hadir. Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru, Kemendikbud menyebut jika pemerintah tetap memberi semangat pelaku perfilman untuk tetap kreatif di tengah pandemi Covid-19, baik lewat bioskop maupun OTT.

“Kemendikbud melalui Direktorat Perfilman Musik dan Media Baru menyemangati pelaku film untuk tetap berkarya," ucapnya.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga