Walau Kecewa, JIK Harap Bansos Tetap Hadir

Jakarta, Akuratnews.com - Ditetapkannya Mensos Juliari P Batubara sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diapresiasi jaringan dai dan mubalig muda yang tergabung dalam Jaringan Islam Kebangsaan (JIK).

“Kecewa iya ketika mendengar Mensos jadi tersangka, padahal kinerjanya cukup baik dalam penanganan Covid-19. Namun demikian, kita menghormati proses hukum yang dilakukan KPK," ujar Koordinator Nasional JIK, Irfaan Sanoesi di Jakarta, Minggu (6/12).

Kendati demikian, JIK berharap program bantuan sosial (bansos) sembako Kemensos tetap berjalan dan dipertahankan oleh pemerintahan Jokowi.

“Kami harap terus ada dan berjalan. Jutaan orang tertolong dengan kehadiran bansos dari pemerintah karena bansos erat kaitannya dengan kebutuhan pokok masyarakat. Pendemi ini problem multidimensi yang meluluhlantakan pekerjaan dan menimbulkan jutaan pengangguran,” jelasnya.

Karena itu, lanjutnya bansos mau tidak mau harus ada sebagai bukti negara hadir untuk masyarakat di tengah pendemi.

“Sejauh ini pemerintah hadir dan memberikan ragam bantuan untuk masyarakat. Karena itu, kami apresiasi akan kehadiran negara di tengah pandemi untuk masyarakat,” sambungnya.

JIK berharap sistem pengawasan dan pengelolaan bansos sembako diperbaiki secara menyeluruh agar lebih transparan dan akuntabel guna maksimal manfaatnya.

“Kami berharap bansos sembako ini diperbaiki sistem pengawasan dan pengelolaannya secara menyeluruh dari pusat hingga akar rumput agar tak terjadi lagi penyelewengan di kemudian hari. Sekali lagi, bansos sembako ini sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat di kala semua serba susah,” pungkas Irfaan.

Seperti diketahui, Mensos Juliari P. Batubara menjadi tersangka dalam dugaan kasus suap pengadaan bansos pandemi Covid-19 usai KPK melakukan OTT pada beberapa pejabat Kemensos dan pihak swasta sejak Jumat (4/12).

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga