Korupsi

Walikota Tasikmalaya Diduga Suap Mantan Pejabat Kemenkeu Sebanyak Dua Kali

Jakarta, Akuratnews.com - Wali Kota Tasikmalaya periode 2017-2022 Budi Budiman, disebut memberikan uang suap kepada mantan Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan pada Ditjen Perimbangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo sebanyak dua kali. Salah satu pemberian dilakukan di kantor Kementerian Keuangan.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, awal pertemuan Budi dengan Yaya terjadi sekitar awal tahun 2017. Ketika itu Yaya diduga menawarkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK). Sementara Budi juga bersedia memberikan imbalan jika Yaya berhasil membantunya mendapat alokasi DAK untuk Tasikmalaya.

Pada Mei 2017, Budi mengajukan DAK untuk Kota Tasikmalaya TA 2018 ke Kementerian Keuangan.

"Beberapa bidang yang diajukan dalam usulan di antaranya jalan, irigasi, dan rumah sakit rujukan," kata Febri dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jumat (26/04/2019).

Kemudian 21 Juli 2017, Budi kembali bertemu dengan Yaya di kantor Kementerian Keuangan.

"Dalam pertemuan tersebut diduga BBD (Budi Budiman) memberikan uang sebanyak Rp200 juta kepada Yaya Purnomo," tambahnya.

Sekitar bulan Oktober 2017, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara TA 2018, Kota Tasikmalaya diputuskan mendapat alokasi DAK sebesar Rp124,38 miliar.

Lalu 3 April 2018, Budi kembali memberikan uang kepada Yaya sebesar Rp200 juta.

Sementara itu, terkait penyidikan dengan status tersangka Budi Budiman, penyidik KPK menggeledah empat lokasi selama dua hari kemarin.

"KPK menggeledah empat lokasi yaitu, kantor Wali Kota Tasikmalaya (Rabu, 24/4/2019); kantor Dinas PUPR Tasikmalaya; Kantor Dinas Kesehatan; dan RSUD Tasikmalaya," ucap Febri.

Dari penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah barang elektronik dan dokumen-dokumen proyek juga anggaran. Sementara penyidikan hari ini, penyidik juga memeriksa delapan orang saksi dari unsur PNS dan Pejabat Pemkab Tasikmalaya di kantor Polresta Tasikmalaya.

Penulis: Redaksi
Editor:Redaksi

Baca Juga