Walikota Banjar Diperiksa, KPK Kantongi Dua Nama Tersangka

Jakarta, Akuratnews.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah selesai memeriksa Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih terkait penyidikan dugaan korupsi pada proyek pekerjaan infrastruktur di Dinas PUPR Kota Banjar Tahun Anggaran 2012 sampai 2017.

Penyidik KPK mengonfirmasi ihwal kegiatan usaha yang dikerjakan keluarga Ade Uu Sukaesih.

"Kepada yang bersangkutan beberapa hal antara lain terkait mengenai kegiatan usaha yang di kerjakan keluarga saksi," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/8).

Selain Ade Uu, penyidik lembaga antirasuah ini juga memeriksa dua saksi lainnya. Pertama adalah Plt Sekda Kota Banjar pada 2017, Yuyung Mulasungkawa.

Ali mengatakan penyidik menggali keterangan saksi terkait dengan tugas dan peran saksi saat menjabat sebagai Kepala DPPKAD Kota Banjar.

"Serta mengkonfirmasi tentang adanya kedekatan saksi dengan para pejabat di Pemerintah Kota Banjar," ujar Ali.

Penyidik juga memeriksa Direktur PT Cahaya Kristal Putra, Dadang Alamsyah. Dari Dadang, penyidik menggali pengetahuan saksi terkait proyek-proyek yang dilaksanakan Dinas PUPR Kota Banjar serta mengonfirmasi siapa saja pihak-pihak yang mengerjakan proyek tersebut.

"Keterangan selengkapnya sudah tertuang dalam BAP yang dibuat dihadapan penyidik dan saat ini tidak bisa kami sampaikan secara detail karena tentu pada saatnya keterangan para saksi tersebut akan disampaikan seluruhnya dalam persidangan yang terbuka untuk umum," ujar Ali.

Meski nama-nama tersangka kasus ini sudah banyak beredar, namun Ali masih belum membeberkan pasti siapa tersangka dalam sengkarut korupsi proyek infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar tahun anggaran 2012-2017.

"KPK masih akan terus melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi yang lain. Namun demikian untuk kontruksi perkara dan siapa pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka akan kami sampaikan nanti pada waktunya," tegas Ali.

Sementara itu, mantan anggota DPRD Kota Banjar Periode 2009-2018, Sudrajat mengaku sudah mengetahui nama dua tersangka yang ditetapkan KPK.

"Saya diperiksa atas nama dua tersangka itu. KPK memang belum resmi menyebut siapa. Tapi dalam surat panggilan saya sudah ada nama dua tersangka itu," ujar pria yang akrab disapa Ajat Doglo ini.

Ajat yang sudah empat kali dipanggil KPK sebagai saksi ini mengaku diperiksa terkait keterlibatan dua tersangka dalam korupsi pada proyek pekerjaan infrastruktur di Dinas PUPR Kota Banjar Tahun Anggaran 2012 sampai 2017.

"Mulai dari perkenalan dengan keluarga besar dua tersangka, mahar politik dalam Pilkada 2013, fee proyek, proses sebuah perizinan. Jadi saya digali soal keterangan benar apa tidaknya hal di atas. Saya bisa buktikan dengan testimoni bahwa saya pernah mengantar untuk menyerahkan fee proyek dan mahar pilkada," papar Ajat.

Pemanggilan Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih oleh KPK ini dikatakan Ajat memang sangat terkait dengan dua tersangka ini lantaran dugaan korupsi ini diduga bagian dari upaya pemenangan Ade Uu di Pilkada 2013.

Untuk diketahui, dua nama tersangka yang diungkap Ajat ini sudah diperiksa penyidik KPK minggu lalu. Kini tinggal menunggu KPK resmi menetapkan dua nama ini sebagai tersangka dugaan korupsi pada proyek pekerjaan infrastruktur di Dinas PUPR Kota Banjar Tahun Anggaran 2012 sampai 2017.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga