Walikota Copot Jabatan Kasat Pol PP Depok

Depok, Akuratnews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengelar mutasi pada Aparatur Sipil Negera (ASN) di Balaikota Depok, Jumat,(9/11/2018).

Mutasi yang berlangsung hanya untuk satu orang ASN itu, merujuk pada surat keputusan Walikota Depok, Mohammad Idris nomor 821.2/SK/2723/XI/BKPSDA/2018.

Satu orang ASN yang di mutasi dan di copot dari jabatanya yakni Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Depok, Yayan Arianto. Dalam mutasi itu, posisi jabatan definitif Kasatpol PP di copot jadi Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) di satuan tugas yang sama yakni Satpol PP Depok.

Pasca mutasi, Yayan Arianto terlihat menerima hasil mutasi sebagai Plt Satpol PP dan Asisten Atministrasi dan Pemerintahan Sekertariat Daerah Pemkot Depok.

Dirinya mengatakan penempatan posisi jabatan merupakan amanah. Sebelum proses mutasi, dirinya mengaku sudah mendapat pemberitahuan melalui surat undangan satu hari sebelum pelaksanaan mutasi Jumat, pagi.

"Kemarin dan jabatan itu amanah," katanya singkat saat dihubungi, Jumat, sore.

Dirinya juga menyebut kebijakan penuh pada Satpol PP, tetap ada pada dirinya meski kini hanya menjabat sebagai Plt.

Terkait mutasi itu, tidak sedikit menuai perbincangan di grup Whats App yang mempertanyakan kebijakan Pemkot yang lakukan mutasi pada Kasatpol PP, Yayan Arianto, lantaran dinilai figur pemimpin yang miliki ketegasan dan keberanian dalam mempersempit peredaran Miras di Depok.

Masa jabatan hampir sepuluh bulan sejak 15 Januari 2018 menjabat Kasatpol PP, Yayan Arianto dianggap mampu menegakan Perda no 6 tahun 2006 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol dan menekan angka peredaran Miras di Depok.

Tercatat, sejak awal tahun 2018, Pemkot Depok berhasih menyita 19 ribu lebih Miras yang beredar di Kota Depok. (Eko)

Penulis:

Baca Juga