Walikota Depok Dihimbau Berhenti Lakukan Pencitraan Soal Corona

Menjadi kota pertama yang terdapat pasien positif virus corona, Kota Depok ternyata belum menunjukan keseriusan dalam mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19).

Jakarta, Akuratnews.com - Wali Kota Depok KH. Dr. Mohammad Idris, M.A. dinilai sejumlah pihak belum greget dalam mengantisipasi penyebaran virus corona di wilayahnya.

Padahal, sebagai daerah yang pertama kali memiliki kasus 1 dan 2 positif Covid-19 di Indonesia, Kota Depok justru harus lebih cepat tanggap dalam mengantisipasi penyebaran pandemi corona tersebut.

Bahkan, Pemerintah Kota Depok bersama Puskesmas Kecamatan (PKM) Sukmajaya mengadakan kegiatan Senam PKM Sukmajaya dengan tema "Indonesia tidak takut Corona"? di Taman Merdeka di depan Kantor Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok pada hari Minggu 15 Maret 2020 yang lalu. Sontak saja acara itu mendapat kecaman dari Ombudsman RI, dan sejumlah aktivis kesehatan.

Terkait hal itu, Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI) menilai jika apa yang dilakukan Wali Kota Depok beserta jajarannya bukan sebuah langkah cerdas dalam mengantisipasi penyebaran virus yang mematikan ini.

"Tidak takut tidak berarti harus menantang resiko dengan mengumpulkan banyak orang di keramaian. Ini sama sekali bukan langkah yang cerdas, melainkan tidak paham dalam protokol penanganan Corona. Seharusnya Wali Kota Depok melakukan sosialisasi bahwa setiap orang patuh misalkan menggunakan masker, menggunakan hand sanitazier untuk melindungi diri." ujar Ketua LAKSI Azmi Hidzaqi dalam rilisnya, Kamis (2/4/2020).

Menurut Azmi, seharusnya jika Pemkot Depok ingin menunjukkan tidak takut dengan Corona, sebaiknya merubah format acara itu, dengan memerintahkan Satuan Kerja Perangkat Saerah (SKPD) untuk mengecek kesiapan mall, perkantoran dan pusat-pusat keramaian dalam menghadapi Covid-19 ini.

"Ini lebih positif dilakukan.Karena memberikan perlindungan kepada masyarakat, Apa yang harus dicek ? Pastikan mall, perkantoran dan fasilitas publik memiliki thermal gun, hand sanitizer, ketersediaan masker hingga fasilitas kesehatan di pusat-pusat keramaian. Dan pastikan kesiapsiagaan rumah sakit di Depok dalam mengantisipasi penularan infeksi Covid-19." lanjut Azmi.

Menurut Azmi hal Ini justru akan meyakinkan warga Depok bahwa Pemkot Depok siap menghadapi virus Corona dan itu akan memberikan penegasan kepada warga Depok bahwa mereka tidak akan takut menghadapi Covid-19.

"Bahwa sarana dan prasaran untuk mencegah penyebaran infeksi Covid-19 itu sudah tersedia dan disediakan oleh Pemkot Depok, pasti masyarakat Depok mendukung," tandasnya.

Azmi menambahkan bahwa ternyata Wali Kota Depok terlambat dalam membuat program kebijakan dalam mengantisipasi wabah covid 19 di kota Depok.

"Beliau kurang peka terhadap potensi serangan wabah Corona ini, sehingga banyak warga masyarakat yang pada ahirnya membuat program perlindungan masing-masing di wilayah tempat tinggalnya dengan melakukan penyemprotan dispektan, dan melakukan upaya-upaya perlindungan dalam mengatasi wabah Corona di kota Depok,"

"Sudah semestinya Wali Kota Depok lebih perhatian serius terhadap persoalan Corona di kota Depok dengan membuat program yang kongkrit kepada masyarakat bukan hanya sebatas penyampaian informasi yang sifatnya hanya kampanye terselubung untuk tujuan yang politik praktis, selain itu juga terkesan walikota Depok hanya melakukan pencitraan melalui iklan layanan masyarakat untuk kepentingan pribadi ini yang menurut kami sangat memprihatinkan. Melalui rilis ini kami menyatakan bahwa berhentilah Wali Kota Depok untuk mengumbar kegagalan dalam mengatasi pandemi Corona dengan cara yang salah dan tidak produktif, kami sebagai bagian dari masyarakat sudah paham dengan modus anda yang cuma mencari popularitas semata ketimbang menyelamatkan warga depok dari ancaman Corona." tutup Azmi.

Seperti diketahui, sejak kasus 1 dan 2 positif Covid-19 di umumkan 02 Maret 2020 hingga saat ini sudah ada sebanyak 69 positif Covid-19. Dimana 60 pasien masih dalam perawatan, 5 pasien sembuh dan 4 pasien meninggal dunia.

Penulis: Alamsyah

Baca Juga