Wapres Minta Gubernur NTB Agar Serius Tangani Kemiskinan dan Stunting

Mataram, Akuratnews.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegur Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah, lantaran angka kemiskinan dan kekerdilan anak atau stunting di wilayah tersebut masih tinggi. Wapres meminta Zulkieflimansyah agar serius menangani kedua hal tersebut.

"Pak Gubernur, NTB ini masih di atas angka kemiskinan nasional. Jadi kalau nasional itu 9%, ternyata di NTB masih 14%. Padahal harus kita turunkan sampai 6%. Jadi memang harus ada upaya serius,” kata Wapres di hadapan Zulkieflimansyah di Universitas Mataram, NTB, Rabu (19/2).

Menurut Ma'ruf, hal yang sama juga terjadi pada angka stunting. Dia menyebut stunting di NTB mencapai 33%. Padahal rata-rata stunting nasional saat ini berada pada angka 27,67%.

“Ternyata stunting di NTB masih di atas angka nasional, 33% lebih. Oleh karena itu harus kita tekan, jangan sampai anak-anak kita menjadi anak-anak yang terkena stunting, anak-anak yang kerdil, yang tidak tumbuh dengan semestinya,” kata Wapres menekankan.

Dia pun memerintahkan agar Pemerintah Provinsi NTB melakukan penanganan serius untuk mengurangi angka kemiskinan dan stunting. Apalagi kedua hal ini juga telah menjadi fokus perhatian pemerintah pusat.

Diharapkan seluruh pemda juga memberikan dukungan terhadap dua program nasional tersebut. Untuk stunting, pemerintah pusat menarget dapat menekan angkanya hingga 14% pada 2024 mendatang.

“Saya ingin mengingatkan saja, bahwa selain menangkal radikalisme, kita juga punya tugas untuk menurunkan angka kemiskinan dan stunting, serta mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM),” ujarnya.

Wapres Ma’ruf Amin akan berada di NTB pada Rabu (19/2) hingga Kamis (20/2). Dalam kunjungan resminya ini, Ma'ruf akan memberikan kuliah umum di Universitas Mataram dan meninjau pengembangan rekonstruksi pascabencana gempa bumi di Lombok.

Pada Kamis, Wapres dijadwalkan meninjau proyek-proyek wisata Mandalika, pengembangan UMKM, penanggulangan stunting, dan peresmian Bank Wakaf Ahmad Taqiudin Mansur Atqia.

Penulis: Redaksi

Baca Juga