Warga Depok Ditangkap Intelijen Kejagung dan Kejari Depok, Kasusnya Terkait Ini

Warga Depok, MB (baju hitam) saat ditangkap Tim Intelijen Kejagung di kawasan Ciawi, Bogor, Sabtu,(28/8)
Warga Depok, MB (baju hitam) saat ditangkap Tim Intelijen Kejagung di kawasan Ciawi, Bogor, Sabtu,(28/8)

AKURATNEWS.COM- Seorang warga Kota Depok inisial MB, ditangkap Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) di sebuah penginapan di Ciawi, Bogor pada Sabtu,(28/8) dini hari.

Penangkapan MB, dilakukan bersama Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok dan Kejari Cibinong, Bogor lantaran terkait kasus jaksa gadungan yang sebelumnya berhasil ditangkap di Semarang Jawa Tengah.

Proses penengkapan dipimpin langsung oleh Direktur A pada Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksan Agung Johny manurung..

"Tadi malam kami mengamankan seseorang hasil dari pengembangan kasus yang diduga terima uang senilai Rp. 600 juta dari hasil kejahatan penipuan yang dilakukan jaksa gadungan RRN", kata Johny manurung.

Menurut Jhony, jaksa gadungan, RRN berhasil mengambil uang korban senilai Rp.2 miliar. Alibinya, MB memperkenalkan antara korban dan pelaku jaksa gadungan.

"Sementara menurut pelaku jaksa hadungan RRN. Setelah di wawancara dia (MB) terima 600 jt dari nilai Rp.2 miliar", ujarnya.

"Bahkan dia (MB) yang dandani pelaku cara jadi jaksa,” ungkap Jhony Manurung.

Kasubdit Pengamanan Sumber daya Organisasi (PAM SDO) Dir A Jam Intel Kejagung, Atang Pujiyanto mengatakan, MB diduga terlibat dalam aksi jaksa gadungan Rully yang melakukan penipuan.

Dikatakan Atang, menurut tersangka RRN, MB ikut membantu dalam melancarkan aksinya dalam melakukan penipuan terhadap para korban.

Guna kepentingan penyelidikan tim gabungan menahan MB untuk menindaklanjuti pengembangan kasus penipuan yang dilakukan RRN.

"Ini akan ditindaklanjuti dan pendalaman serta menyerahkan ke Polda Jabar untuk pemeriksaan lebih lanjut sejauh mana kebenaran dari keterangan RRN", jelas Atang.

Sementara, Kasi Intelijen Kejari Depok Herlangga Wisnu Murdianto yang turut dilibatkan dalam proses penangkapan MB mengatakan, jika merupakan support dari pihak Kejari Depok.

"Kewajiban seksi Intelijen Kejari Depok memberikan support untuk membantu tracking posisi yang bersangkutan (MB)", jelas Herlangga saat dihubungi Sabtu malam.

Terkait turut dilibatkanya pihak Kejari Depok dalam proses penangkapan tersebut, Herlangga mengatakan, pihaknya tidak melihat pelaku sebagai warga Depok atau bukan.

"Jadi tidak ada hubunganya pelaku sebagai warga Depok. Hanya kebetulan memang KTP Depok", ujar Herlangga kepada akuratnews.com.

Diketahui, kedua pelaku tercatat berdomisili di Kota Depok. Masing-masing tercatat sebagai warga Cinere dan Mekarjaya, Sukmajaya Depok.

Sebelumnya, tim Intelijen Kejaksaan Agung dipimpin langsung Direktur A jamintel Agung Johny Manurung dibantu Intelijen Kejati Jawa Tengan dan Intelijen Kejari Depok berhasil membekuk jaksa gadungan RRN di Hotel Patra Semarang Jawa Tengah pada Selasa, 24 Agustus 2021 dini hari.

Penangkapan berawal dari laporan masyarakat yang menyebut pelaku RM turut mengiming-imingi proyek senilai Rp. 40 miliar terkait pengurusan proyek pengadaan IT di Bank Jawa Barat (BJB) Pusat.

Pelaku juga diduga telah menerima uang sebesar Rp 1,9 miliar.
Selain itu, RRN juga diduga lakukan penipuan seseorang dengan mengaku bisa menyelesaikan perkara di KPK dengan imbalan sementara Rp.300 juta.

Diketahui, usai penangkapan, MB dibawa ke Kejati Jawa Barat yang nantinya untuk dipertemukan dengan tersangka RRN di Polda Metro Jaya.

Penulis:
Editor: Redaksi

Baca Juga