Warga Jakarta Barat Terbanyak Laporkan Kerugian Akibat Banjir Jakarta

Tim Advokasi Korban Banjir 2020 Diarson Lubis memegang gugatan class action yang akan didaftarkan di PN Jakarta Pusat. Senin (13/1/2020). foto : Dany Krisnadhi/ANCphoto

Jakarta. Akuratnews - Tim pendataan Pelaporan Class Action Gugatan Banjir DKI Januari 2020, mencatat perkembangan terbaru jumlah warga DKI Jakarta yang menyampaikan laporan melalui email banjirdki2020@gmail.com terkait dengan banjir yang terjadi pada 1 Januari 2020.

Pelaporan warga DKI Jakarta yang mengalami kerugian akibat banjir ini di syaratkan untuk melampirkan dokumen berupa Nama Lengkap sesuai KTP, Alamat tempat tinggal, Foto KTP DKI, jumlah Nilai Perkiraan Kerugian dan Foto bukti harta / asset yang terkena dampak banjir Jakarta, Sampai hari Sabtu 11 Januari 2020 pukul 17.35 WIB, tim pendataan telah menerima 651 email yang masuk.

"Sebanyak 282 email yang masuk telah terindikasi laporannya, namun masih terdapat 4 email yang belum memenuhi persyaratan yang diminta oleh tim pendataan," kata Tim Advokasi Korban Banjir Jakarta 2020 Alvon Kurnia Palma di Jakarta. Senin (13/1/2020).

Dikatakannya, yang paling banyak melaporkan kepada tim adalah warga wilayah Jakarta Barat adalah warga yaitu sebanyak 48,2% atau sekitar 136 warga dari total laporan yang tercatat, diikuti wilayah Jakarta Timur mencapai 24,1% atau 68 warga.

"Sedangkan Wilayah Jakarta Pusat adalah wilayah yang paling sedikit melaporkan kepada tim, hanya 10 warga atau sekitar 3,5%-nya," terangnya.

Dari 5 wilayah DKI Jakarta tercatat 46 kecamatan yang melaporkan kepada tim, berdasarkan wilayah kecamatan, dari wilayah Jakarta Barat terdapat 14 kecamatan, Jakarta Selatan 11 kecamatan, Jakarta Timur 12 kecamatan, Jakarta Pusat 6 kecamatan dan Jakarta Utara 4 kecamatan.

"Kecamatan yang paling banyak melaporkan adalah Kecamatan Kebon Jeruk sebanyak 40 warga, Kecamatan Cengkareng sebanyak 39 warga dan Kecamatan Kembangan
20 warga," papar Alvon.

Dari 265 laporan warga DKI Jakarta yang melapor tercatat 253 warga yang melaporkan nilai kerugian harta bendanya dengan Total Nilai Kerugian mencapai Rp 45.732.080.149.
Nilai kerugian terkecil senilai Rp 498.000 dan nilai kerugian terbesar mencapai Rp 8,7 Miliar.

Dari laporan warga tersebut, Tim Advokasi Korban Banjir Jakarta 2020 yang di gawangi Azas Tigor Nainggolan, Alvon Kurnia Palma dan Diarson Lubis beserta 10 advokat lainnya mengajukan gugatan tentang perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh penguasa (onrechmatige overheidsdaad) terkait tidak berjalannya Early Warning System (EWS) dan Emergency Response (ER) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan bencana (akuratnews).

Penulis:

Baca Juga