oleh

Warga Minta Banjir di Underpass Dipo Depok Segera Diatasi

Depok, Akuratnews.com – Banjir yang kerap terjadi di Underpass Dipo di wilayah Pancoran Mas, Kota Depok masih jadi langganan di musim penghujan. Tingginya genangan air juga kerap membuat para pengendara berbalik arah mencari alternatif ke jalan lain.

Saat banjir, tinggi genangan air di jalan Underpass itu bisa mencapai ukuran betis orang dewasa dan jadi keluhan para pengendara yang melintas.

Dimas,(32) warga Cipayung, Depok mengatakan banjir yang merendam Underpass Dipo memang sudah jadi langganan dan tidak jarang membuat pengendara urung melintasi genangan air yang bisa mencapai setinggi betis orang dewasa.

“Biasanya kendaraan lainnya juga memilih balik lagi dari pada beresiko mesin motor mati ditengah genangan air di jalur Underpass itu. Sama kaya motor lain, saya juga lebih pilih cari jalur yang bebas banjir,” ujar Dimas, di Depok, Saptu,(25/11/2018).

Menurutnya, belakangan banjir dilokasi underpass Dipo mulai berkurang setelah komunitas pemuda mempercantik nuansa Underpass dengan berbagai mural dan membersihkan saluran air disekitar Underpass Dipo.

Namun begitu, Dimas juga berharap segera ada upaya serius dari pihak pemerintah Kota Depok untuk mengatasi banjir di Underpass Dipo lantaran kerap banjir terutama saat musim hujan seperti sekarang.

“Pastinya tidak saya aja yang berharap segera ada upaya dari Pemkot untuk atasi banjir ini. Apa lagi, kondisi seperti ini sudah lama terjadi,” katanya.

Menanggapi daerah rawan banjir di Depok, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Manto, justru enggan berikan komentar.

Saat dihubungi, drinya tidak merespon sejumlah tanya prihal jumlah titik rawan banjir dan longsor, serta upaya penanganan dari pihak DPUPR atasi hal tersebut.

Sebelumnya, meski tak menjelaskan secara rinci prihal titik banjir dan longsor, Walikota Depok, Mohammad Idris sempat nyatakan bahwa ada tujuh titik rawan banjir dan longsor di Depok.

Hal itu disampaikan pasca longsor yang terjadi di wilayah Cipayung, Depok, pada pertengahan November 2018 lalu. (Eko)

Loading...

Komentar

News Feed