oleh

Warga Sari Rejo Kelurahan Polonia Unjuk Rasa Di Kantor BPN Sumut

Medan, Akuratnews.com –  Kami menganggap pemerintah tidak konsisten mempertimbangkan keberadaan kami. Seolah kami hanya jadi mainan konsumsi politik dari para politisi dan pejabat-pejabat.

Mereka juga mendesak pemerintah agar segera mengeluarkan sertifikat tanah mereka.

Demikian orasi yang disampaikan Pahala Napitupulu, salah satu dari ribuan pengunjuk rasa warga Sari Rejo Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia didepan kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara di Jalan Brigjend Katamso, depan Istana Maimon, Medan, Senin (14/1/2019).

Ketua Formas (Forum Masyarakat Sari Rejo) Pahala Napitupulu mengatakan aksi yang dilakukan hari ini adalah menindaklanjuti jawaban  dari RDP di DPR RI dan jawaban yang diterima dari BPN tentang penerbitan  sertifikasi di Sari Rejo. Sesuai turunan dari putusan nomor 229 perdata 1991 dan 1895 oleh Mahkamah Agung (MA).

Kekesalan warga memuncak, ketika di depan mata mereka terjadi pembagian 7 juta surat dan di Kota Medan di bagi-bagi surat sertifikat. Mereka, warga Sari Rajo hanya bisa jadi penonton.

Pahala menyebutkan bahwa di sekitar Sari Rejo berdiri rumah-rumah dan di bagi-bagikan sertifikasi kepada developer-developer, orang-orang kaya dengan menggunakan cara-cara lobi. Dia juga meminta kepada Garnisun, untuk segera bertindak cepat.

“Sertifikat itu selesai, tanpa ada penghalangan dari TNI AU. Kami minta Garnisun untuk menindak, pihak-pihak yang hari ini senantiasa menakut-nakuti warga. Kami tidak mau, kalau perlakuan terus seperti ini,”sebutnya.

Terkait plank jalan, sambung Pahala ini anggaran siapa yang setujui. Kalau terkait pencetakan dan pemasangan plank jalan itu tentu terkait persetujuan DPR, permintaan dan permohonan dari Pemko.

“Berarti ada sindikasi kami menduga antara pemerintah yaitu TNI, legislatif dan Pemko untuk mengkaburkan putusan MA di Sari Rejo. Karena Sari Rejo bukan Kesatrian TNI AU, tapi Sari Rejo adalah permukiman masyarakat. Ini yang penting di pikiran pemerintah,” tegas Pahala.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut tampak puluhan aparat kepolisian berjaga jaga disekitar lokasi aksi. Puluhan kenderaan roda empat dan roda dua milik aparat dan sipil tampak diparkir dihalaman istana Maimon. Aksi unjuk rasa tersebut hingga usai,  berlangsung dengan tertib meski sempat menimbulkan kemacetan di sekitaran lokasi. (HSP)

Komentar

News Feed