Internasional

Warga Selandia Baru Sukarela Serahkan Senjata

Jakarta, Akuratnews.com - Ratusan warga Selandia Baru secara sukarela menyerahkan senjata api ke kepolisian. Penyerahan senjata usai pemerintah setempat memberlakukan pelarangan pemilikan senjata.

Putusan diumumkan Perdana Menteri Jacinda Ardern menyusul penembakan di dua masjid di kota Christchurch, Jumat (15/03/2019) lalu. Aksi yang menewaskan 50 orang itu dilakukan seorang teroris kewarganegaraan Austrlia, Brenton Tarrant.

Menindaklanjuti kejadian itu, pemerintah Selandia Baru mengeluarkan larangan kepemilikan senapan serbu semi otomatis, magasin berkapasitas tinggi, serta suku cadang yang bisa meningkatkan kemampuan senapan.

Kebijakan itu resmi berlaku pada Kamis (21/03/2019) pukul 15.00, waktu Selandia Baru. Selang beberapa saat setelah diberlakukan, pihak kepolisian langsung dibanjiri permintaan penyerahan senjata.

“Dalam 20 jam pelarangan berlaku, hampir 500 orang melapor lewat hotline untuk menyerahkan senjatanya,” sebut Asisten Komisioner Kepolisian Selandia Baru Tusha Penny, seperti dikutip dari AFP, Jumat (22/03/2019).

Penny menambahkan, 1.000 orang lainnya juga telah memberi tahu pihaknya bahwa mereka akan segera menyerahkan senjata yang dimiliki.

Menurut data kepolisian terdapat 1,2 juta sirkulasi senjata api di negara tersebut. Sementara itu, penduduk Selandia Baru tercatat sebesar 4,5 juta.

Penulis: Mujiono
Editor:Redaksi

Baca Juga