Waspadai Trigger Finger, Wanita Lebih Beresiko Lho…

Yogyakarta, Akuratnews.com - Kondisi Trigger Finger atau yang biasa disebut trigger digit atau jari picu adalah kondisi pada jari berupa penjempitan urat/tendon flexor yang menyebabkan rasa sakit, kekakuan dan bahkan sensasi mengunci ketika menekuk atau meluruskan jari.

Banyaknya masyarakat yang masih awam akan kondisi ini mendorong RS Siloam Hospitals Groups lewat RS Siloam Yogyakarta menggelar Healthtalk, sebuah acara edukasi kesehatan masyarakat yang berkelanjutan di masa pandemi yang dihelat melalui kanal IG Live dengan narasumber dr Meirizal Sp, OT (K), spesialis Orthopaedi & Traumatologi konsultan hand, upperextremity and micro surgery.

Dalam gelaran kali ini yang mengusung tema 'Mengenal Trigger Finger, Resiko dan Penangannya, dr Meirizal menjelaskan, tendon fleksor yang meradang atau pembungkus tendon (pulley A1) yg menebal menyebabkan jari picu.

Pada tahap yang lebih lanjut, jari picu dapat menyebabkan kekakuan, munculnya nodul kecil di permukaannya bahkan beberapa kasus jari bisa terkunci dalam posisi bengkok dan memerlukan bantuan untuk meluruskan jari tersebut.

"Rasa sakit melekat di pangkal ibu jari atau jari lainnya, benjolan di sekitar jari, dan kekakuan jari, bahkan perhatikan bunyi 'klik' pada jari," jelas dr Meirizal soal deteksi gejala awal kondisi ini.

Dijelaskannya lebih lanjut, beberapa kondisi pemicu seperti melakukan aktifitas jari yang bertekanan kuat atau berlebihan, menggegam objek terlalu lama, riwayat cedera pada jari dan diabetes, asam urat juga menjadi faktor predisposisi.

"Gender wanita sedikit lebih beresiko, apalagi saat umur masuk dekade ke empat," imbuhnya.

Acara ini juga diselingi tanya jawab veiwer yang dibacakan moderator. Salah satu pertanyaan terkait tahapan penanganan pun dijawab dr Meirizal.

"Istirahatkan aktifitas jari, kompres dingin bisa membantu mengurangi benjolan, penggunaan hand splint, konsumsi obat nyeri dan peradangan," ujarnya.

Apabila hal tersebut tidak membantu, ia menyarankan diperlukannya pembedahan kecil dengan menggunakan pembiusan lokal.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga