Wina Ayu Kencono Larang Dinobatkan Sebagai ‘Best Women in Professional’

Surabaya, Akuratnews.com - Tiga puluh delapan orang sukses di bidangnya, karena kiprahnya dinilai 'originality, value added, inovation dan reputation' kumpul bareng dalam acara bertajuk 'A Night With The Stars 2019 - Grand Award Ceremony' yang digelar di Shima Room, Majapahit Hotel, Surabaya, Jawa Timur pada Jumat (6/9/2019) lalu.

Ke-38 orang berprestasi dari berbagai kategori dan patut dijadikan contoh bagi pihak lain itu, kumpul bersama untuk menerima penghargaan "Indonesia Best of The Best Award," persembahan dari Pusat Prestasi Indonesia didukung Rajasa Web serta Pusat Profil dan Biografi Indonesia.

"Penghargaan berupa lencana dan sertifikat itu dipersembahkan sebagai pengakuan kualitas dan prestasi guna meningkatkan semangat meraih puncak sukses dalam berkontribusi bagi Indonesia," kata Ketua Pusat Prestasi Indonesia, Sofyan di sela-sela acara.

Dari ke-38 penerima penghargaan tersebut, ada nama Wina Ayu Kencono Larang yang dinobatkan sebagai 'Best Women in Professional'.

Dalam acara ini, Wina Ayu Kencono Larang tampak bak seorang Ratu Jawa. Penampilan dia terlihat cantik, anggun dan luwes dengan balutan pakaian kebaya serta rambut bersanggul.

Tak hanya itu, keberadaan Wina Ayu Kencono Larang, juga mengundang perhatian sejumlah peraih penghargaan kategori lain serta para undangan yang hadir. Ada yang mengajak dia foto bersama dan berkenalan.

Seusai acara itu, Akuratnews.com berkesempatan bincang santai bersama Wina Ayu Kencono Larang, didampingi sang suami di pelataran Majapahit Hotel sembari menikmati kopi kili.

Berikut Wawancara dengan Wina Ayu Kencono Larang:

Akuratnews.com (ANC): Setahu Ibu Wina, kenapa Pusat Prestasi Indonesia memilih Ibu?

Wina Ayu Kencono Larang (Wina Ayu): Saya adalah salah seorang perempuan yang termuat dalam buku berjudul 'Mahakarya Profil Wanita Inspirasi Indonesia,' lalu tim baca, profil saya dinilai paling menarik dan menginspirasi. Mungkin alasan ini, saya terpilih.

ANC: Gerakan inovasi seperti apa sih yang dibangun Ibu Wina?

Wina Ayu: Berawal dari Mind Power Management, saya melihat keresahan dirasakan masyarakat saat ini, karena kurangnya memiliki rasa empati terhadap sesama. Bila tidak suka cenderung mengumpat dan mencaci maki, sepertinya moral dan etika sudah mulai luntur. Maka itu, saya tak lelah menggelorakan PM2T singkatan dari Permisi, Maaf, Tolong dan Terimakasih. Empat kata ini sudah mulai sulit diucapkan. Sebenarnya, empat kata ini simpel serta mencerminkan karakter dan moral etika kita. Lebih banyak yang mementingkan ego dibanding kebersamaan. Dan masih banyak lagi contoh yang lain. Intinya, pembenahan itu bisa dimulai dari pribadi kita.

ANC: Padatnya aktivitas di luar, sejauh ini bagaimana Ibu Wina membagi waktu dengan keluarga?

Wina Ayu: Saya akui, banyaknya aktivitas di luar selama ini, saya jarang kumpul suami dan anak-anak saya setiap hari. Meski begitu, kami tetap berkomunikasi via telepon atau video call, menceritakan aktivitas kami masing-masing. Alhamdulillah, suami sangat mensupport segala aktivitas saya. Sementara itu, anak-anak saya tidak ngumpul di satu kota, ada yang kuliah di Surabaya, kerja di Jakarta, pesantren di Semarang dan sekolah di Bogor. Namun, setiap saat saya selalu berkomunikasi, meski sekedar telepon atau video call, agar mereka tetap merasakan perhatian dan cinta kasih 'mommy'-nya. Alhamdulillah, kesemua anak saya sangat mengerti, bila 'mommy'-nya ini mengabdikan diri untuk menebar kebaikan dan ilmu ke seluruh pelosok Nusantara.

ANC: Bagaimana perasaan Ibu Wina menerima penghargaan ini?

Wina Ayu: Tentu saja, saya merasa senang dan bangga. Juga, sekaligus beban, karena penghargaan ini sebagai cambuk bagi saya untuk terus berbenah diri dan selalu berbuat terbaik. Jangan sampai, karena penghargaan ini, membuat saya sombong dan larut dalam eforia.

ANC: Apa pesan dan harapan Ibu Wina bagi sesama kaum perempuan?

Wina Ayu: Kepada seluruh perempuan Indonesia, saya takkan pernah lelah menyerukan sekaligus menggaungkan 'jadilah perempuan hebat, tapi jangan pernah melupakan kodrat'. Menurut saya, gelar termegah adalah Istri Sholeha untuk suami saya dan 'Supermom' bagi anak-anak saya.

Wanita memang ingin selalu tampil cantik dan sempurna, namun terlalu kerdil jika hanya mengandalkan kecantikan, tanpa diringi kecerdasan dan prestasi. Salam Perempuan Hebat!

Penulis: Wachid Yulianto
Editor: Redaksi

Baca Juga