Wisata Premium Labuan Bajo, Jangan Abaikan Pembangunan Manusianya

Yohanes Rumat, SE, Sekertaris Komisi V DPRD NTT, Wakil Ketua DPW KKB NTT, Ketua DPC PKB Kabupaten Manggarai Timur, Anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah, dan Wakil Ketua Assosiation of Indonesian Travel Agen (ASITA), Owner PT. Oceania World Travel NTT.
Yohanes Rumat, SE, Sekertaris Komisi V DPRD NTT, Wakil Ketua DPW KKB NTT, Ketua DPC PKB Kabupaten Manggarai Timur, Anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah, dan Wakil Ketua Assosiation of Indonesian Travel Agen (ASITA), Owner PT. Oceania World Travel NTT.

Manggarai Barat, Akuratnews.com - Misi Presiden RI Joko Widodo untuk mendongrak perekonomian Indonesia melalui sektor Pariwisata semakin serius. Hal tersebut terbukti dengan ditetapkannya lima destinasi wisata prioritas di Indonesia, salah satunya yaitu kota Labuan Bajo.

Tidak main-main, untuk mewujudkan program Pariwisata "Super Premium" di kota pesisir yang terletak di ujung barat pulau Flores, Kabupaten Manggarai Barat - NTT itu, pemerintah mengalokasikan anggaran yang sangat fantastis yaitu senilai Rp 1,7 Triliun

Presiden Joko Widodo pada kesempatan kunjungan kerjanya ke Labuan Bajo, belum lama ini berharap, wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo akan semakin meningkat. Dengan demikian, menurut Jokowi pendapatan asli daerah (PAD) bisa mencapai 100% setiap tahun.

"Kalau turis semakin banyak ke sini, belanja banyak di sini maka pendapatan asli daerah bisa bisa meningkat sampai 100 persen", kata Presiden.

Ia, sebagai kota tujuan Pariwisata Internasional, Labuan Bajo saa ini memang tengah ramai diperbincangkan publik. Semua mata memandang ke sana. Euforia masyarakat menyambut kabar gembira tersebut terlihat dalam bermacam cara.

Mulai dari sorotan terhadap Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terkait pro dan kontra pembangunan Dermaga Niaga Rangko. Dermaga Niaga ini sebelumnya direncanakan akan dibangun di Bari, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, namun kemudian rencana pembangunan dermaga Niaga tersebut dipindahkan ke Rangko, Kecamatan Komodo. Selain itu, persoalan lain juga yaitu masalah sampah dan kesulitan air bersih.

Selain beberapa poin permasalahan diatas, kali ini Sekertaris Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanes Rumat, SE menyoroti "keterlibatan masyarakat lokal" dalam geliat pariwisata internasional di Manggarai Barat itu.

Menurut Yohanes, "Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (MABAR) juga dituntut agar melibatkan masyarakat lokal dalam geliat pariwisata di Manggarai barat itu", ungkapnya. Hal tersebut disampaikan oleh anggota legislatif sekaligus Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (KKB) Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanes Rumat.

Kepada Akuratnews.com Yohanes Rumat menegaskan "Jangan sampai masyarakat lokal menjadi penonton dari geliat investasi pariwisata internasional di Manggarai Barat itu" imbuhnya.

Yohanes Rumat berharap, melalui sektor Pariwisata di Labuan Bajo, Pemkab Mabar bisa memberdayakan masyarakat agar bisa terlibat secara aktif menyambut geliat Pariwisata Internasional di Labuan Bajo.

"Point pentingnya adalah destinasi pariwisata super premium di Labuan Bajo harus bisa menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Manggarai khusnya di Labuan Bajo itu", ungkapnya.

Yohanes menjelaskan, "Sesuai dengan Pasal 1 angka 3 UU N 10 Tahun 2009 tentang Pariwisata, secara normatif memberikan batasan, bahwa Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai
fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, dan pemerintah", jelasnya.

Menurut Beliau, sarana dan prasarana merupakan indikator penting dalam pengembangan pariwisata. Kelengkapan sarana dan prasarana tersebut ikut menentukan keberhasilan suatu daerah menjadi daerah tujuan
wisata.

"Selain dukungan sarana dan perasarana", kata Yohanes, "Aspek pengembangan pariwisata harus ditunjang dengan ketersediaan sumber saya manusia yang mempuni", tukasnya.

"Jagan sampai Pemerintah lebih fokus pada pembangunan infrastruktur tapi lupa untuk membangun manusianya", imbuhnya.

Karena itu menurutnya, Masyarakat harus dibekali dengan pemahaman tentang pariwisata, mulai dari menciptakan kondisi sapta pesona wisata sampai pada konsep pengelolaan industri pariwisata kreatif.

"Dengan demikian, tingkat partisipasi masyarakat pasti sangat tinggi dan berdampak pada peningkatan pendapatan perkapita masyarakat" pungkasnya.

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga