Wujudkan Kesejahteraan di Laut Cina Selatan, Badan Geologi Kembangkan Kawasan Wisata Kepulauan Natuna

Manado, Akuratnews.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menggali potensi keberagaman geologi (geodiversity) Natuna, Kepulauan Riau untuk dikembangkan menjadi kawasan berbasis geologi (geotourism).

Pengembangan ini sebagai bentuk dukungan Kementerian ESDM dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di wilayah perbatasan.

Kepala Pusat Survei Geologi (PSG) Budi Eko Lelono mengatakan pengembangan potensi Geologi di Kepulauan Natuna akan menjadi fondasi dasar dalam menggerakkan perekonomian wilayah setempat melalui wisata.

"Ini pentingnya Badan Geologi terlibat dalam program Small Islands Development Initiatives (SIDI) yang digalang oleh Kementerian Luar Negeri," jelas Budi saat menghadiri 'The 28th Workshop on Managing Potential Conflict in South China Sea' di Manado, Minggu (09/09/2018).

Acara yang berlangsung selama 4 hari di Sekretariat Coral Triangle Initiative, Manado dihadiri oleh sejumlah negara seperti Tiongkok, Vietnam, Filipina, Laos, Kamboja, Myanmar, Brunai Darussalam, Singapura, Malaysia dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Laut China Selatan sendiri kerap menjadi kawasan sengketa antarnegara, seperti Tiongkok, Filipina, Vietnam, Taiwan hingga Malaysia.

Sengketa ini bermula dari potensi strategis yang ada di kawasan tersebut, seperti cadangan minyak dan gas alam yang besar.

Demi meredam sengketa serta stabilitas dan perdamaian di kawasan tersebut, Badan Geologi mencari terobosan dengan menjadikan Kepulauan Natuna sebagai kawasan wisata dan edukasi geologi.

"Kegiatan geokonservasi akan melindungi keunikan geologi di Natuna sehingga memiliki nilai ilmiah yang tinggi," kata Budi.

Berdasarakan hasil penelitian PSG Badan Geologi, Kepulauan Natuna kaya akan sumber daya alam dan punya banyak keragaman geologi sebagai pondasi dasar geotourism dan pembangunan berkelanjutan.

"Terhadap potensi tersebut, Badan Geologi berkewajiban memberikan pemahaman terhadap masyarakat lokal sehingga dapat menjaga dan terlibat langsung dalam pengembangan kawasan tersebut," imbuh Budi.

Sebagai informasi, Pemerintah juga sudah menerbitkan dua regulasi khusus terkait pengembangan kawasan geologi, yaitu Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 17 Tahun 2012 tentang Kawasan Bentang Alam Karst dan Permen ESDM Nomor 32 Tahun 2016 tentang Kawasan Cagar Alam Geologi.

Sumber: ESDM

Penulis:

Baca Juga