YARA Desak Pemerintah Abdya Buat Solusi Sengketa Pilchiksung

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Suhaimi, SH bersama rekannya di posko pengaduan Pilchiksung Abdya.

AKURATNEWS | Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya), Suhaimi, SH mendesak Pemerintah setempat bertanggung jawab atas persoalan dugaan kecurangan di beberapa desa dalam perhelatan Pemilihan Keuchik secara Langsung (Pilchiksung) 2022-2028.

Terkait sengketa tersebut, Suhaimi meminta Pemerintah Kabupaten Abdya segera mencarikan solusi agar tidak menjadi konflik yang berkepanjangan.

"Kita tidak ingin hal buruk itu terjadi. Oleh karena itu dalam hal ini Pemerintah, jangan lepas tangan," kata Suhaimi, Senin (28/3/2022).

Ia menyebutkan, YARA Abdya telah menerima pengaduan kecurangan Pilchiksung sebanyak Tujuh Desa, di antaranya Desa Tokoh II Kecamatan Lembah Sabil, Ladang Tuha I Kecamatan Lembah Sabil, Pante Cermin Kecamatan Manggeng.

Lanjutnya, Desa Blang Dalam Kecamatan Susoh, Desa Meudang Ara Kecamatan Blangpidie, Desa Geulanggang Gajah Kecamatan Kuala Batee dan Desa Rukun Damai Kecamatan Babahrot.

"Selain banyak terjadi kecurangan, di Pilchiksung ini kami juga menemukan adanya calon Keuchik terpilih yang statusnya itu mantan narapidana (Napi)," ungkapnya.

Ia menilai sejumlah persoalan di Pilchiksung ini terjadi karena tidak adanya ketegasan dalam Perbup sehingga banyak celah untuk melakukan kecurangan. Perbup tersebut lemah tidak mengikuti isi dari Qanun Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pilchiksung.

Untuk menghindari kegaduhan di lingkungan masyarakat, Suhaimi juga meminta DPRK Abdya agar segera membuat RDP (Rapat Dengar Pendapat) tentang hasil Pilchiksung.

“Persoalan ini tidak bisa dianggap enteng, ini serius. Sesegera mungkin harus dicarikan solusi terbaik," tandasnya.

Penulis: Heri Purwanto

Baca Juga