Kerap Gaduh Gegara Lahan Eks HGU PT. CA

YARA Minta Eksekutif Legislatif dan Muspida Abdya Kompak Cari Solusi

Kepala YARA Perwakilan wilayah Abdya-Asel, Suhaimi, SH

AKURATNEWS - Sepekan terakhir jagat maya dalam wilayah Aceh Barat Daya (Abdya) heboh dengan isu keretakan Legislatif dan Eksekutif soal lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT. Cemerlang Abadi (CA).

Di ruang publik, Wakil Ketua II DPRK Abdya Hendra Fadli menuding Pj. Bupati Darmansah telah bertemu PT. CA menawarkan win win solution untuk mengurangi luas Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Pernyataan ini pun lantas menjadi topik hangat di kalangan masyarakat setempat.

Kepala Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Abdya Suhaimi. N, SH angkat bicara menyikapi kegaduhan ini. Suhaimi meminta legislatif dan eksekutif serta unsur Muspida Abdya harus kompak mencari solusi atas konflik lahan HGU tersebut agar tidak menjadi opera cerita yang berkepanjangan.

"Kami menyarankan Eksekutif, Legislatif dan unsur Muspida Abdya agar segera bertemu dengan Kementerian ATR/BPN untuk dapat segera menyelesaikan persoalan ini agar tidak menjadi dagangan politik yang tidak berujung," kata Suhaimi dalam rilisnya diterima akuratnews.com, Jumat (24/2/2022) malam.

Suhaimi mendorong pertemuan itu harus secepatnya dilakukan, agar publik bisa mengetahui apa saja langkah terbaik yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam memperjuangkan kemaslahatan rakyatnya.

YARA menilai keramahan Darmansah pada semua pihak termasuk para investor, sangat baik. Keramahan itu telah mengubah stigma Abdya yang sebelumnya terkenal tidak ramah dan anti investasi.

Suhaimi menyebut langkah Pj. Bupati mengubah stigma positif Abdya sudah tepat. Menurutnya itu sudah menjadi tugas dan kewajiban pimpinan daerah. Baginya hal itu bukan suatu pelanggaran hukum sebagaimana yang telah ditudingkan oleh legislator Hendra Fadli di ruang publik beberapa waktu lalu.

Advokat muda yang akrab disapa Shemy ini mengatakan PT. CA berposisi sebagai investor. Hak-hak mereka dilindungi secara hukum dan harus dihormati oleh semua pihak. Oleh karenanya ia meminta agar Hendra Fadli dapat memahami bagaimana mengedepankan kepentingan daerah dalam menjalankan roda pemerintahan. Bukan sebaliknya mengkesampingkan kepentingan daerah demi mengedepankan kepentingan pribadi.

"Kalau kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Pj. Bupati. Bertemu dan berdiskusi dengan investor membahas investasi di daerah. Ini memang sudah jadi tugas dan kewajiban seorang Kepala Daerah. Jadi hemat kami tudingan Pj. Bupati telah menghianati rakyat ini sangat tidak beralasan. Justru sebaliknya, Pj. Bupati ingin menyelesaikan berbagai persoalan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah," tegas Shemy.

Sebelumnya, Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat, Hendra Fadli dalam akun Facebooknya menyebut Pj. Bupati Abdya terkesan telah menghianati hati rakyat karena telah berjalan sendiri menangani lahan bekas HGU PT. CA.

Hendra Fadli menduga pertemuan tertutup Pj. Bupati dengan PT. CA yang tidak melibatkan pihaknya itu ada upaya win win solution untuk mengurangi luas Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) bekas HGU.

Penulis:

Baca Juga