Yayasan Enesis Indonesia Serahkan Bantuan Bagi WNI Di Tiongkok Ke Kementerian Luar Negeri

Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler, Andri Hadi (kiri) dan Chief Operating Officer (COO) Enesis Group Budiman Goh (kanan) saat penyerahan bantuan 1000 karton Antis, 1000 masker, dan 1000 karton adem sari (Sensa Cools) kepada warga Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan warga negara Indonesia (WNI) di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta. Rabu (12/2/2020). foto : Dany Krisnadhi/ANCphoto

Jakarta. Akuratnews - Kesulitan warga Tiongkok dan juga Warganegara Indonesia di Tiongkok mendapatkan Masker untuk mengantisipasi terdampak wabah novel Coronavirus (2019-NCoV), Enesis Group melalui Yayasan Enesis Indonesia mengirimkan bantuan 1000 karton Antis, 1000 masker, dan 1000 karton adem sari (Sensa Cools) kepada warga Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan warga negara Indonesia (WNI).

Penyerahan bantuan diserahkan Chief Operating Officer (COO) Enesis Group Budiman Goh dan diterima oleh Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri, Andri Hadi, untuk nantinya diserahkan kepada pemerintah China dan WNI di China melalui KJRI di Hongkong.

Budiman menjelaskan, Antis merupakan produk pembersih tangan mengandung 70% alkohol yang ampuh membunuh kuman dan bakteri.

"Produk tersebut sudah teruji mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS, MERS, Ebola, dan Diare. Sementara, masker sebagai penutup hidung dan mulut digunakan saat beraktivitas di luar ruangan," kata Budiman Goh saat ditemui di Kantor Kementerian Luar Negeri, Rabu (12/2/2020).

Dikatakan Goh, Adem Sari dikirimkan untuk membantu menjaga ketahanan tubuh agar imun tetap sehat.

"Adem Sari yang mengandung ekstrak Citrus aurantifolia, ekstrak alayxia stellata ret cortex, ekstrak cinamommum burmanni BIncortex, dan Vitamin C ini sudah diekspor ke China sejak 2013 dengan nama Sensa Cools dan di konsumsi warga China sebagai minuman preventif terhadap penyakit panas dalam, sakit tenggorokan," jelasnya.

Terkait dengan merebaknya virus corona, menurut Budiman, permintaan Antis meningkat 4 kali lipat, jika biasanya permintaan Antis 5 ribu dus per bulan, dalam 1 bulan terakhir menjadi 20-25 ribu dus.

"Hal itu menunjukkan masyarakat makin sadar pentingnya kebersihan untuk kesehatan. Memang idealnya Antis digunakan setiap sebelum bersentuhan dengan makanan atau mulut," ungkap Goh.

Sementara itu, Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri mengatakan, saat ini di China masih ada sebanyak 1.890 WNI. Meskipun demikian, mereka tinggal di daerah aman karena di luar wilayah karantina.

Akibat virus corona, Pemerintah China melakukan karantina beberapa wilayah di Provinsi Hubei, ada juga wilayah pembatasan aktivitas. Di luar wilayah tersebut, masyarakat tidak dibatasi pergerakannya.

"Ada 243 WNI di wilayah karantina, mereka yang dipulangkan kemarin," kata Judha

Judha mengungkapkan, pemulangan WNI dari Hubei ada 7 orang, 4 orang memilih tak dipulangkan karena pertimbangan anggota keluarga di sana dan 3 orang sudah dijemput di bandara Wuhan. Sesuai dengan protokol, harus jalani heal screaning, yang boleh pulang hanya yang sehat.

"3 orang tak lolos karena suhu badan di atas 37,3. Mereka dikembalikan ke asrama, tapi sampai sekarang kondisi badan tetap sehat," ungkapnya.

Untuk WNI yang ada di China, Pemerintah Indonesia memprioritaskan melakukan langkah pencegahan. Untuk melawan virus, yang dilakukan adalah dengan menjaga stamina fisik dan psikis. Agar tetap tetap tenang, juga ada layanan konseling, termasuk menelepon keluarga.

"Utamanya, jaga kebersihan diri dan lingkungan, serta hindari kerumunan massa," papar Judha.

Ditemui di tempat yang sama Ketua Yayasan Enesis Indonesia, Elkana Lewerissa, mengatakan melalui Yayasan Enesis Indonesia, Enesis Group mewujudkan tanggung jawab sosialnya secara terpadu. Salah satu program adalah Public Health & Education, program ini berfokus pada meningkatkan kebersihan dan kesehatan dalam masyarakat.

"Tujuan dari Public Health and Education sendiri adalah mempromosikan gaya hidup sehat di masyarakat dan mengurangi angka kematian dan angka orang sakit," pungkas Elkana. (akuratnews)

Penulis:

Baca Juga