oleh

Yayasan Hipperpala Indonesia Menilai Para Kandidat Capres Abaikan Isu Lingkungan

Jakarta, Akuratnews.com – Yayasan HIPPERPALA Indonesia (Himpunan Persaudaraan Pemuda Pelajar Pecinta Alam – Indonesia) mengkritisi sikap para Capres-Cawapres baik nomor 01 (Jokowi-Ma’ruf) maupun nomor 02 (Prabowo- Sandi). Kekecewaan tersebut diungkapkan lantara kedua peserta Pilpres 2019 belum juga ada yang mengeluarkan isu tentang lingkungan hidup dalam narasi kampanye.

“Semua isu politik yang ada hanya retrorika saja, apakah para team baik TKN (Tim Kampanye Nasional) maupun BPN (Badan Pemenangan Nasional) lupa bahwa kita ini hidup dari lingkungan bukan dari retrorika politik saja,” terang Sekertaris Umum Hipperpala, Zaldi Sonata dalam siaran persnya yang diterima Akuratnews, Rabu (21/11/2018).

Menurutnya, kedua Capres hanya saling menjelek-jelekkan satu dengan yang lainnya bukan bertarung dengan gagasan terutama gagasan tentang lingkungan hidup.

“Bisa dilihat bagaimana isu tentang lingkungan hidup di kesampingkan padahal isu tentang lingkungan hidup adalah isu yang sangat seksi bahkan menarik untuk dijelaskan dan diurai bagaimana pembangunan yang akan dijalankan tidak merusak lingkungan,” ujarnya.

Pembangunan infrastruktur pada pemerintahan saat ini pun tak luput dari perhatian Hipperpala.

“Contoh yang gampang, bagaimana infrakstruktur yang sudah dibangun oleh Jokowi selaku petahanan, apa sudah ‘berdamai’ dengan lingkungan?. Terus apakah para penjahat pembakaran hutan sudah dipenjara semua?, bagaimana nasib para pejuang lingkungan hidup (aktivis) yang mendapat kriminalisasi?,” tanya Zaldi.

Hal yang lebih parah lagi, menurut Zaldi, Capres pasangan nomor 02 yaitu Prabowo-Sandi belum berani berjanji tentang lingkungan hidup, mereka hanya sibuk pada isu-isu yang lain.

“Padahal dilihat dari rekam jejak Prabowo mempunyai kedekatan histori dengan para penggiat alam bebas sewaktu menjabat sebagai Danjen Kopassus, apakah BPN tidak mau memainkan isu tentang linkungan hidup,” tuturnya.

“Saya melihat pilpres hari ini hanya sebagai pelaksanaan dari UU yang sifatnya hanya normatif, tidak lebih hebat dari pemilihan RT,” tambahnya.

Terakhir, Zaldi melalui lembaganya itu pun mengajak dan menyerukan kepada seluruh pegiat lingkunhan untuk berpartisipasi dalam kegiayan pendakian gunung. Baginya, acara tersebut juga sebagai bentuk upaya saling silaturrahmi sekaligus ajang forum diskusi bersama tentang isu lingkungan hidup.

“Yayasan HIPPERPALA Indonesia mengundang seluruh para penggiat alam bebas untuk ikut kegiatan The Jungle Party, Pendakian Silaturasa Lintas Gunung Lawu, Candi Cheto – Cemoro Kandang yang dilaksanakan pada tanggal 23 sampai dengan 26 November 2018. Dalam kegiatan ini kita akan berdiskusi sambil menikmati indahnya alam Indonesia dari ketinggian,” tutupnya. (Yan)

Komentar

News Feed