YLKI : Sepanjang 2016, Terdapat 781 Pengaduan Konsumen Secara Tertulis

Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen ( YLKI)

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen ( YLKI) Tulus Abadi ,mengatakan pihaknya telah menerima 781 pengaduan konsumen yang disampaikan secara tertulis dan 1.038 melaui telepon mengenai keluhab,konsultasi, dan informasi soal perlindungan konsumen dari masyarakat sepanjang 2016.

Tulus menyebutkan, ada tiga komoditas yang berdominasi lebih dari 56 persen dari total pengaduan yang masuk ke pengaduan YLKI.Diantara tiga komoditas tersebut,yakni jasa keuangan, perumahan, dan e -commerce.

"Jika dilihat bila kuantitas menuru, tetapi tiga komoditas tersebut mengalami penurunan pertumbuhan secara porsi dsri jumlah pengaduan yang masuk," kata Tulus dalam konfrensi pers di Kantor YLKI, Pancoran ,Jakarta,Senin (23/01/17).

Sementara itu, pengaduan didominasi pada jasa keuangan dengan total  aduan sekitar 32 persen atau sebanyaj 249 pengaduan, kemudian kedua adalah pada perumahan dengan total aduan sebanyak 16 persen atau 65 pengaduan, dan dominasi yang ketiga pada belanja online ( e- commerce) dengan total aduan sebanyak delapan persen  atau 65 aduan.

Selanjutnya,kata dia permasalahan jasa keuangan yang terbesar merupakan gagal bayar ( non performing loan) dan permasalahan penagiha  dari pelaku usaha jasa keuangan ( PUJK) .

Permasalahan jasa keuangan yang terbesar adalah gagal bayar (non performing loan) dan permasalahan penagihan dari Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK).

Selain itu, permasalahan perumahan terbesar yakni menyangkut soal pembangunan dan sistem transaksi ( denda,penalti, dan refund).

Ditambah dengan permasalahan e- commerce terbesar adalah prosedur refund yang menyulitkan," Maka di era digital sekarang dibutuhkan serius dari pemerintah ,sebab diyakini pertumbuhan e-commerce akan meningkat setiap tahunnya," ungkapnya.

Seperti diketahui ,bahwa dalam mandat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen,salah satu tugas YLKI adalah memberi nasihat masyarakat dalam memilih produk atau membantu menyelesaikan permasalahan konsumen jika pelaku usaha tidak menunjukkan itikad baik. (Agus)

Penulis:

Baca Juga