Yorrys Anggap Pemecatan Dirinya adalah Hoaks

Jakarta, Akuratnews.com - DPP Partai Golkar mencopot Yorrys Raweyai dari jabatan Ketua Koordinator bidang Polhukam. Namun hingga kini Yorrys masih menganggap kabar tersebut tidak benar.

Ia menilai pembahasan soal pencopotan dirinya harus melalui prosedur yang berlaku yakni rapat pleno. Ia pun menyatakan belum menerima surat pencopotan dirinya secara resmi.

"Tidak ada pembahasan. Saya ini Korbid Polhukam lho, bukan kroco-kroco. Saya bisa anggap itu hoaks. Kalau kata Ketua Harian (Nurdin Halid), itu ilegal. Ini ketua harian yang ngomong. Terus, kalau kita tanggapi kan lucu," ujar Yorrys, Rabu (4/10).

Adapun, kabar pencopotan Yorrys sebagai Korbid Polhukam Partai Golkar pertama kali digulirkan oleh Ketua DPP Aziz Samual. Yorrys menganggap Azis tidak memiliki kapasitas untuk menyampaikan pernyataan resmi kepada publik terhadap pencopotannya.

"Saya tidak mau tanggapi. Yang ngomong itu siapa dia? Kapasitasnya apa? Kalau ada perubahan itu sesuai mekanismenya, yang berhak menyampaikan itu hanya ada dua, ketua harian atau sekjen," tandasnya.

Pada kesempatan berbeda, Ketua DPP Partai Golkar, Andi Sinulingga menilai pemberhentian Yorrys melanggar prosedur yang tercantum dalam AD/ARTI Partai Golkar.

"Pemberhentian Yorrys melanggar prosedur kepartaian, melanggar kitab suci Partai Golkar," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Andi, penunjukkan Letjen (purn) Eko Wiratmoko sebagai pengganti Yorrys juga melanggar Pasal 14 Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar. Pada Pasal 14 disebutkan pengisian lowongan antar waktu pengurus DPP harus ditetapkan dalam rapat pleno dan dilaporkan kepada Rapimnas.

Oleh sebab itu, ia menilai surat keputusan soal kepengurusan baru seperti yang dikabarkan tidak memiliki legitimasi jika merujuk pada aturan di AD/ART Partai Golkar.

"Jika benar sudah ada SK kepengurusan baru DPP seperti pemberitaan yang ada, SK itu tidak legitimate kalau merujuk pada AD ART pasal 13 ayat dua huruf a," pungkasnya. (Maria)

Penulis:

Baca Juga