Zero Kasus Baru Corona, Perlukah Kita Belajar Dari Vietnam?

Hanoi, Akuratnews.com - Vietnam mengumumkan kabar baik terkait wabah virus Corona yang telah jadi pandemi internasional.

Negeri itu mengklaim semua pasien yang terinfeksi virus Corona alias COVID-19 yang berjumlah 16 orang telah dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit.

Bahkan, pemerintah Vietnam juga tidak melaporkan adanya kasus tambahan selama 15 hari terakhir alias zero kasus tambahan. Kasus terakhir di negeri ini dilaporkan pada 13 Februari lalu.

"Jika pertempuran COVID-19 adalah perang, maka kami telah memenangkan putaran pertama. Tetapi tidak seluruh perang karena situasinya bisa sangat tidak terduga," kata Wakil Perdana Menteri (PM) Vu Duc Dam, baru-baru ini.

Pernyataan ini disampaikan Vu saat jumlah negara yang terjangkit COVID-19 terus bertambah.

Namun demikian, pencapaian Vietnam itu tidak didapat begitu saja. Sebagaimana diketahui, sejak pertama mendeteksi wabah, Vietnam langsung melakukan upaya untuk mencegah penyebaran.

Sebelumnya, kasus Corona pertama di Vietnam dilaporkan terdeteksi pada 23 Januari di Ho Chi Minh. Saat itu ada dua warga negara China, terinfeksi Corona.

Vietnam secara resmi menyatakan virus Corona sebagai epidemi pada 1 Februari. Ketika jumlah kasus di negara itu meningkat menjadi enam.

Pada 13 Februari, Kementerian Kesehatan Vietnam memerintahkan 10.600 penduduk Son Loi untuk dikarantina selama 20 hari setelah lebih banyak kasus dikonfirmasi.

Upaya cepat tanggap pemerintah ini bahkan diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Para pejabat dan pakar kesehatan WHO mengatakan respons cepat pemerintah Vietnam sangat penting dalam mengatasi krisis di tahap awal.

"Negara ini telah mengaktifkan sistem responsnya pada tahap awal wabah, dengan mengintensifkan pengawasan, meningkatkan pengujian laboratorium, memastikan pencegahan dan pengendalian infeksi dan manajemen kasus di fasilitas kesehatan, menyampaikan pesan komunikasi risiko yang jelas, dan kolaborasi multi-sektoral," kata Dr Kidong Park, perwakilan WHO di Vietnam.

Selain karantina, tenaga medis di negara itu juga diinstruksikan untuk mengikuti beberapa protokol untuk menilai infeksi dan tingkat keparahan. Dari mulai mengobati gejala yang dibawa virus corona, seperti demam, hingga meminta pasien menjalani diet ketat dan bergizi. Lebih lanjut, petugas medis juga diperintahkan untuk memonitor tingkat saturasi oksigen dalam darah pasien.

Pemerintah juga memerintahkan sekolah-sekolah di 63 kota dan provinsi di Vietnam diliburkan demi mencegah penularan pada anak-anak. Kementerian kesehatan juga telah menginstruksikan sekolah untuk mendisinfeksi ruang kelas sebelum siswa kembali ke sekolah.

Guru dan staf telah diminta untuk mengingatkan siswa tentang kebersihan yang layak seperti mencuci tangan, dan melakukan pemeriksaan suhu pada siswa pada saat masuk. Sekolah juga diharuskan menyiapkan formulir kesehatan yang digunakan untuk memantau siswa.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga