Zulfikar Marikar Melihat Protes Terhadap Baliho Puan Maharani Tindakan Berlebihan 

Contoh Baliho Puan Maharani di Solo, Jawa Tengah
Contoh Baliho Puan Maharani di Solo, Jawa Tengah

AKURATNEWS - Zulfikar Marikar, Kordinator Jejaring Puan Maharani melihat protes yang dilayangkan sejumlah pihak terkait baliho puan Maharani adalah tindakan berlebihan.

Karena menurut dia yang perlu dipahami bahwa metode sosialisasi gagasan melalui baliho dengan pesan-pesan edukatif sangat mengingatkan masyarakat tentang pentingya meningkatkan imun dan iman dimasa pandemi.

‘’Sekaligus membawa pesan kebhinekaan sejuk, agar masyarakat senantiasa menjaga keragaman menuju persatuan,’’ kata Zulfikar Marikar dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 Agustus 2021.

Kedua, lanjut Zulfikar, beberapa institusi seperti KPU pada pesta pemilu dan pilkada lalu masih menggunakan alat peraga baliho, spanduk dan lain-lain sebagai sarana sosialiasi gagasan.

Dia melihat keberadaan baliho Puan tersebut harus diperbanyak lagi, bila perlu buat satu juta baliho, karena sangat membantu perekonomian rakyat kecil, khususnya para pelaku UMKM percetakan spanduk sablon dan lain-lain.

‘’Justru membantu menggerakan ekonomi rakyat dimasa pandemi baik secara langsung dan tidak langsung,’’ ujar Zulfikar.

Dia menambahkan, dibanding sosialisasi gagasan lewat medsos yang sebenarnya juga bagus-bagus saja, namun cenderung memberikan keuntungan kepada perusahaan operator seluler.

Feko Supriadi, selaku Kabid Seni dan Budaya Jejaring Puan Maharani sangat menyayangkan protes dengan cita rasa politis yang dilakukan budayawan Sujiwo Tejo yang ikut-ikutan mengomentari miring terkait keberadaan baliho puan tersebut.

‘’Padahal sebelumnya ada juga baliho lainnya yang memajang tokoh politik lainnya, seperti Cikeas dan lain-lain tetapi anehnya tidak ikut diprotes olehnya,’’ ujar Feko. ***

Penulis: Redaksi
Editor: Ahyar
Photographer: Istimewa

Baca Juga