Kategori
Kesehatan

Bisa Terjadi di Usia Muda, Simak Lima Faktor Penyebab Nyeri Dada

Medan, Akuratnews.com – Meski terdengar sepele, timbulnya rasa nyeri pada dada tak bisa dianggap remeh. Bisa jadi hal itu merupakan gejala dari serangan jantung.

Nyeri dada adalah kondisi ketika dada terasa seperti tertusuk, perih, atau tertekan. Nyeri ini bisa terjadi di dada sebelah kanan, sebelah kiri, atau dada tengah.

Nyeri dada dapat berlangsung sangat singkat atau terjadi selama berhari-hari, tergantung pada penyebabnya. Untuk mendapat penanganan yang tepat, segera periksakan diri ke dokter, terutama bila nyeri menjalar ke lengan, leher, rahang, dan tembus ke belakang, serta diiringi sesak napas dan keringat dingin.

Sejumlah hal di atas tadi menjadi bahasan dari diskusi kesehatan melalui Webinar yang diselenggarakan Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan, Sabtu (19/9) dan diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah di Sumatera, termasuk para dokter spesialis dari Siloam Hospitals Jambi dan Siloam Hospitals Palembang.

Dokter spesialis, dr. Tri Adi Mylano, Sp.JP (K), FIHA., dari Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan mengatakan, penyebab nyeri dada sangat bervariasi. Namun, kondisi tersebut dinilai berbahaya bila disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah.

“Rasa nyeri pada wilayah organ dada manusia merupakan tanda akan timbulnya serangan jantung akibat berbagai faktor internal pada jantung, misalnya adanya sumbatan pada aliran darah dan pembuluh darah hingga melemahnya kerja jantung dan peradangan”, tutur dr. Tri Adi Mylano, Sp.JP (K), FIHA.

Selain penyakit jantung, nyeri dada juga bisa disebabkan kondisi lain, di antaranya penyakit paru-paru, seperti penyumbatan pembuluh darah di paru-paru (emboli paru), radang pada selaput yang membungkus paru-paru (pleuritis), tekanan yang tinggi pada pembuluh darah di paru-paru (hipertensi pulmonal), abses paru, dan atelektasis atau paru-paru yang kempis (kolaps).

Tri Adi Mylano pun mengatakan pada penderita jantung dengan gejala awal nyeri dada, semakin meningkat bahkan dalam kurun beberapa tahun terakhir, penderitanya diketahui dari pasien yang berusia muda.

“Paling umum diketahui, nyeri dada disebabkan karena adanya gejala penyakit jantung. Biasanya nyeri akan menjalar ke leher, bahu hingga ke rahang,” papar dr Tri Adi Mylano.

Penderita nyeri dada juga dapat mengalami keluhan lain sesuai penyakit yang dialaminya, seperti mulut terasa pahit, sulit menelan, batuk, atau timbul ruam pada kulit.

Ia pun menyarankan agar masyarakat yang merasakan gejala nyeri pada dada agar segera deteksi dini.

“Segera ke IGD rumah sakit terdekat bila merasakan nyeri dada seperti ditekan, menjalar ke rahang, lengan, leher, atau tembus ke belakang dengan disertai keringat dingin, pusing juga muntah dan jantung berdebar,” imbuhnya mengingatkan.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan Siloam Hospitals Jambi dr Evi Supriadi SpJP(K) FIHA FAsCC menambahkan, biasanya nyeri dada terjadi pada penyakit jantung koroner.

Hal ini ditandai nyeri dada atau rasa tidak enak dengan gejala yang sangat khas, seperti tertusuk, terbakar, tertimpa benda berat, nyeri ulu hati. Biasanya dirasakan saat aktifitas atau stres.

“Nyeri jantung tidak dapat dipengaruhi pernapasan atau batuk, posisi tubuh atau gerakan, dan tidak ada kaitan dengan kondisi lain, seperti herpes zoster dan trauma,” jelasnya.

Sedangkan untuk nyeri dada berat atau serangan jantung, dr Evi memaparkan biasanya menunjukan nyeri pada sewaktu istirahat dan biasanya terus menerus.

“Nyeri pertama kali dengan kualitas yang berat dan hebat, nyeri baru yang meningkat dibandingkan nyeri sebelumnya, dan nyeri tidak stabil yang terjadi pada pasien yang pernah mengalami serangan jantung sebelumnya,” ujar dr Evi.

Terkait faktor risiko dan pengobatan, dr Tri Adi menjelaskan, ada faktor risiko yang menyebabkan seseorang terkena penyakit jantung.

Pertama, usia. Semakin seseorang bertambah tua, risiko terkena serangan jantung dan jantung koroner meningkat. Kedua, jenis kelamin. Sebuah temuan terbaru menyebutkan wanita memiliki faktor risiko yang eksklusif.

Ketiga, merokok, kebiasaan ini dapat menyebabkan meningkatnya risiko seseorang terserang penyakit jantung. Keempat, kurang aktivitas, kemudian alkohol, diet tidak sehat, obesitas keturunan atau riwayat keluarga hipertensi, diabetes, kolesterol jahat yang tinggi, dan faktot terakhir adalah stres.

Sementara itu, dr Evi menegaskan untuk mencegah terjadinya penyakit jantung disarankan untuk menerapkan pola hidup SEHAT, yaitu Seimbangan gizi, Enyahkan rokok, Hindari stres serta Atasi Tekanan darah dan gula darah, dan teratur serta terukur berolahraga dengan minimal sebanyak 150 menit selama satu minggu atau 30 menit sebanyak empat kali seminggu.

“Tidak hanya itu, disarankan pula untuk melakukan pengecekan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara berkala untuk mengetahui kondisi tubuh,” pungkas dr. Evi.

Kategori
Kesehatan

Tangkal Stroke, Segera Modifikasi Gaya Hidup dan Rutin Check Up

Surabaya, Akuratnews.com – Penyakit stroke termasuk serangan akut yang harus segera ditangani. Jika tidak segera ditangani, tidak saja berdampak kecacatan pada tubuh, stroke dapat pula berakibat pada stres yang berkepanjangan.

Satu satunya cara efektif adalah deteksi dini, hidup sehat dan jangan ragu ke rumah sakit agar stroke dapat diobati sesegera mungkin.

Di Indonesia terdapat sekitar 550.000 pasien baru stroke setiap tahunnya. Angka ini terbilang sangat tinggi dan menempati urutan ketiga sebagai penyebab kematian di Indonesia setelah kardiovascular dan kanker.

Sementara itu setiap tahun angka kejadian sebanyak 17 juta diseluruh dunia, tiap tahun 795 ribu di US terserang stroke, penyebab ke tiga kecacatan dan mengurangi mobilitas lebih dari 50 persen pasien stroke usia sekutar 65 tahun

“Memodifikasi gaya hidup, check up secara rutin merupakan hal krusial, merupakan pencegahan primer agar seseorang tidak sampai terserang stroke. Karena secara umum, stroke ini merupakan hasil akhir dari kumulasi sejumlah penyakit lainnya. Misalnya hipertensi hingga diabetes, kokesterol, obesitas, merokok dsb,” ujar Dr. Yanna Saelan, Sp.S, spesialis saraf dari Siloam Hospitals Surabaya di webinar kesehatan bertajuk ‘Nutrisi Tepat untuk Pasien Pre dan Paska Stroke’ yang digelar manejemen Siloam Hospitals Surabaya, Rabu, (9/9) di Surabaya.

Dalam memodifikasi gaya hidup, Dr. Yanna Saelan menyoroti akan pentingnya asupan nutrisi dan deteksi serta mengobati penyakit yang dapat menimbulkan stroke sebelum serangan stroke terjadi.

“Dan bila sudah terserang stroke, sangat penting minum obat dan kontrol teratur, untuk mencegah terjadinya serangan stroke yang berulang. Jangan dilupakan pula, diet rendah kolesterol dan rutin olahraga,” termasuk hal yang penting pula guna menghindari stroke,” imbuhnya.

Dikatakan ahli saraf dari Siloam Hospitals Surabaya itu, Nutrisi penting pencegah stroke adalah konsumsi melalui skema diet yang rendah lemak dan tinggi serat.

“Nutrisi dengan rendah lemak berfungsi mencegah penyumbatan,” sebut Dr. Yanna Saelan.

Ditambahkannya, adapun peran vitamin B12 dan Asam Folat sangat penting untuk menghilangkan depresi paska stroke.

Definisi stroke merupakan gangguan fungsi otak secara focal/global akibat gangguan peredaran darah pada otak dalam durasi lebih dari 24 jam.

Stroke sendiri dijatakannya terbagi dua macam yaitu perdarahan dan penyumbatan.

“Ada dua macam faktor risiko terjadinya stroke, yaitu faktor resiko yang modifiable, artinya dapat dikontrol dengan perubahan gaya hidup
dan obat obatan misalnya Diabetes, Hipertensi, kolesterol tinggi, gangguan irama jantung, merokok, obesitas dan faktor risiko yang Non Modifiable misalnya, usia, jenis kelamin, keturunan, riwayat stroke sebelumnya,” jelas Dr. Yanna Saelan.

Ia menambahkan, pengelolaan stres pun perlu diperhatikan guna menghindari stroke.

Berikut rekomendasi yang disampaikan dokter spesialis saraf dari Siloam Hospitals Surabaya, Dr. Yanna Saelan, Sp.S :

Check up standar meliputi pemeriksaan Darah secara lengkap, fungsi hati, fungsi ginjal, gula darah, lemak darah, urine lengkap, ECG

Sedangkan rekomendasi nutrisi pada pasien stroke antara lain, pola diet sehat, lemak jenuh dan kolesterol dihindari, perbanyak ikan, buah sayur dan serat, jaga berat badan ideal dan minyak zaitun guna menurunkan risiko stroke.

Kategori
Daerah Jawa Barat Kesehatan

Wow, Mahasiswa dari Indramayu Ciptakan Alat Taouchlest Hand Sanitizer

Indramayu, Akuratnews.com –Sejumlah mahasiswa yang sedang Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Institut Pertanian Bogor (IPB) asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sukses membuat terobosan dengan menciptakan alat Hand Sanitizer yang steril dari sentuhan para pemakai. Alat itu diberi nama Taouchlest Hand Sanitizer .

Mahasiswa IPB asal Kabupaten Indramayu tersebut adalah Fahmi Rachmadi Wijaya Kusuma dari Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Aldi Destia Lesmana dari Departemen Fisika Fakultas MIPA, serta Abdurachman dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian.

Mereka tengah melaksanakan KKN-T di Desa Juntinyuat Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu.

Ketua koordinasi lapangan KKN-T IPB asal Kabupaten Indramayu Fahmi Rachmadi Wijaya Kusuma menyebutkan, Taouchlest Hand Sanitizer dibuatnya selama 2 hari yang berfungsi sebagai alat Cuci Tangan dengan Hand Sanitizier menggunakan sensor ultrasonic.

Dimana para pemakai hanya cukup mendekatkan kedua tangan secara otomatis alat tersebut mengeluarkan air dengan sendirinya.

Ia menjelaskan, prinsip kerja Touchless Hand Sanitazer ini terdapat 4 komponen utama yaitu Arduino Uno sebagai Micro Controler atau sebagai otak pengontrol alat tersebut, dan Relay 1 Chanel untuk memutus dan menyambungkan tegangan. Sementara sensor ultrasonik sebagai penerima dan Waterpump DC sebagai pompa air.

“Alat ini menggunakan sensor ultrasonik yang mana jika tangan kita didekatkan ke sensor tersebut maka akan mengirimkan sinyal ke relay untuk menyalakan arus sehingga waterpump akan menyala untuk memompa cairan handsanitzer,” jelasnya di Indramayu, Jum’at (21/8/2020).

Ia mengaku, karena sangat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat agar terhindar dari Virus Corona Desease (Covid-19), pihaknya secara langsung menyerahkan alat Taouchlest Hand Sanitizer kepada Pemerintah Desa Juntinyuat dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Indramayu.

“Kami sudah menghibahkan alat ini kepada Pemdes Juntinyuat dan BAPPEDA Kabupaten Indramayu, sebagai dedikasi kami untuk tanah kelahiran kami dengan menyumbangkan ilmu yang selama ini kami dapatan dan berguna untuk kepentingan masyarakat ditengah wabah Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu Kasubdit Pemerintahan dan Sosial Budaya BAPPEDA Kabupaten Indramayu Sutangi menyampaikan, pihaknya sangat senang dengan kontribusi mahasiswa asal Indramayu menciptakan sebuah terobosan yang dapat bermanfaat untuk masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi yang sudah dilakukan mahasiswa KKN-T IPB asal Kabupaten Indramayu ini, yang menciptakan alat Hand Sanitizer sensor. Ini bukti bahwa mahasiswa sebagai generasi penerus pembangunaan daerah Kabupaten Indramayu wajib berkontribusi langsung untuk masyarakat dan daerah,” katanya.

Selanjutnya hasil temuan alat Touchless Hand Sanitizer dari mahasiswa KKN-T IPB asal Kabupaten Indramayu, pihaknya akan mencatat dan mendaftarkannya sebagai hasil inovasi daerah.

“Dengan temuan alat Touchless Hand Sanitizer ini semoga Indramayu bisa kembali meraih peringkat pertama inovasi daerah tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujarnya

Kategori
Jawa Barat

Waduh, Satu Keluarga Terpapar Covid-19 di Indramayu

Indramayu, Akuratnews.com – Lima orang dalam satu keluarga terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Indramayu. Kelimanya kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu.

“Satu keluarga yang positif Covid-19, semua sudah diisolasi di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu, ” kata Jubir GTPP Covid-19 Kabupaten Indramayu, dr. Deden Bonni Koswara, Jumat (21/08/2020).

Menurut Deden, satu keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19, berinisial D (70) dan SS (50), keduanya berjenis kelamin laki-laki. S (40) dan S (45), keduanya perempuan serta SAS (11), anak dari S (40).

Kelima orang tersebut warga Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu.

“Satu keluarga positif karena sebelumnya kontak erat dengan T (56) seorang perempuan yang meninggal karena positif Covid-19, ” ujarnya.

Deden mengatakan, masih adanya penambahan kasus baru pasien Covid-19 menunjukan masyarakat terhadap protokol kesehatan belum optimal.

Dirinya mengimbau masyarakat agar mau saling mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah disosialisasikan.

“Kami mengingatkan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan terutama penggunaan masker, menjaga jarak dengan orang lain dan sering mencuci tangan sesudah beraktivitas, ” tuturnya.

Dengan demikian total warga Kabupaten Indramayu yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini 71 orang. Dari jumlah tersebut, 52 dinyatakan sembuh, 6 meninggal dunia dan 13 masih dalam perawatan.

Kategori
Jawa Barat Kesehatan

Hendak Bekerja ke Luar Negeri, Seorang Laki-laki Positif Covid-19 di Indramayu

Indramayu, Akuratnews.com – Seorang laki-laki berusia 46 tahun menjadi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ke-72 di Kabupaten Indramayu. Hasil tersebut didapat setelah pasien inisiatif memeriksakan diri sendiri di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu Deden Bonni Koswara mengatakan, pasien berinisial M merupakan pendatang dari daerah Batam. Pasien bertempat tinggal di Kecamatan Kroya dan pasien tersebut berencana bekerja ke luar negeri.

Namun sebelum berangkat, ia berinisiatif memeriksakan diri ke Rumah Sakit Hasna Medika di Jakarta guna sebagai persyaratan bekerja ke luar negeri. Pasien pun menjalani tes swab hingga akhirnya dinyatakan positif Covid-19.

“Setelah menjalani tes swab pada 18 Agustus 2020,  selang sehari kemudian hasil swab positif Covid-19. Saat ini pasien diisolasi di RS Bhayangkara, ” katanya.

Dengan demikian total warga Kabupaten Indramayu yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini 72 orang. Dari jumlah tersebut, 52 dinyatakan sembuh, 6 meninggal dunia dan 14 masih dalam perawatan.

Kategori
Kesehatan

Obat Covid-19 Asal Indonesia Tinggal Tunggu Izin Edar

Jakarta, Akuratnews.com – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur telah menyelesaikan uji klinis tahap ketiga obat penawar untuk penanganan pasien Covid-19.

“Karena ini akan menjadi obat baru maka diharapkan akan menjadi obat Covid-19 pertama di dunia,” kata Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih di acara penyerahan hasil uji klinis fase 3 di Mabes TNI Angkatan Darat (AD), Jakarta, Sabtu (15/8).

Penelitian ini dilakukan bersama TNI Angkatan Darat (AD), Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polri. Obat ini hampir dipastikan akan menjadi obat pertama untuk penyakit Covid-19 di dunia.

Nasih menuturkan, obat baru ini merupakan hasil kombinasi dari tiga jenis obat. Pertama, Lopinavir/Ritonavir dan Azithromycin. Kedua, Lopinavir/Ritonavir dan Doxycycline. Ketiga, Hydrochloroquine dan Azithromyci.

Di luar negeri tiga obat itu diberikan satu per satu kepada pasien. Kemudian tiga obat itu dikombinasikan oleh Unair menjadi satu obat.

Hasilnya efektifitas obat lebih dari 90 persen. Selain itu dosis yang dihasilkan lebih rendah dibanding apabila obat diberikan secara tunggal. Meskipun hasil kombinasi, BPOM tetap menganggap obat yang dihasilkan Unair digolongkan pada obat baru.

“Setelah kami kombinasikan daya penyembuhannya meningkat dengan sangat tajam dan baik. Untuk kombinasi tertentu itu sampai 98 persen efektivitasnya,” imbuhnya.

Nasih menuturkan, pembuatan obat Covid-19 ini sudah dilakukan sejak Maret 2020. Seluruh prosedur yang dipakai telah mengikuti yang disyaratkan BPOM. Saat ini obat tersebut hanya tinggal menunggu izin edar dari BPOM sebelum diproduksi massal.

“Yang perlu ditekankan adalah untuk produksi dan edarnya kita tetap masih menunggu izin produksi dan edar BPOM. Artinya obat ini belum akan diproduksi sepanjang belum ada izin BPOM,” jelas Nasih.

Di tempat yang sama, Kepala Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga (Unair), Purwati, menyebutkan obat penawar Covid-19 yang berhasil ditemukannya memiliki efektivitas tingkat kesembuhan yang tinggi. Pemberian obat dalam kurun waktu 1-3 hari, mampu membunuh virus setidaknya 90 persen.

“Efikasi obat tadi sudah kami paparkan. Untuk perbaikan klinis dalam 1 sampai 3 hari itu 90 persen,” kata Purwati.

Data itu didapat melalui pemeriksaan PCR. Dalam sejumlah kondisi, efektivitas obat ini bahkan bisa mencapai 98,9 persen. Artinya virus yang berada di dalam tubuh, hampir seluruhnya bisa mati dalam waktu singkat.

Purwati menyampaikan, obat tersebut telah melalui uji klinis tahap 1, 2, dan 3. Untuk uji klinis tahap 4 dilakukan setelah obat dipasarkan secara masal.

“Jadi untuk memperoleh izin edar itu jenisnya sampai tiga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Purwati memastikan obat penawar Covid-19 itu tidak berbahaya untuk dikonsumsi, tetapi tetap memiliki efek samping bagi pasien.

“Setiap sesuatu obat pasti ada efek sampingnya. Setidaknya uji toksisitas dari kombinasi obat yang kita lakukan, maka di situ efek samping ditemukan tidak terlalu toksit,” ujarnya.

Bahkan, dosis obat ini lebih rendah dibanding tiga obat tunggal yang dikombinasikan oleh Unair. Kemudian hasil rekam jantung, liver, dan ginjal pasien selama tujuh hari masih aman.

“Alhamdulilah terjadi perbaikan dari fungsi liver. Jadi relatif aman untuk digunakan,” jelas Purwati.

Dalam kesempatan ini juga, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa meminta izin edar obat Covid-19 ini bisa segera diterbitkan.

Sebagai Wakil Ketua Pelaksana I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (Komite PCPEN), ia akan menemui Kepala BPOM dalam waktu dekat untuk membahas soal izin edar obat Covid-19.

“Hari Rabu (19/8) saya menghadap Ketua BPOM dalam rangka secara resmi mohon dukungan untuk percepatan izin,” kata Andika.

Obat ini diperkirakannya akan mendapat subsidi dari pemerintah pada awal peredarannya. Mengingat kondisi bangsa saat ini yang tengah dilanda pandemi.

“Saya yakin anggaran ini akan diberikan, sehingga tidak semata-mata akan dijual begitu saja,” jelasnya.

Andika juga memastikan proses produksi massal obat Covid-19 tidak ada lagi kendala. Semua proses uji klinis telah selesai dilaksanakan. Saat ini hanya tinggal menunggu izin edar dari BPOM.

“Makanya kami sudah langsung akan berbicara rencana produksi. Siapa membuat apa, yang akan membeli bahan baku bagaimana, kemudian anggaran dari pemerintahnya seperti apa,” pungkas Andika.

Kategori
Kesehatan

Kowani Sarankan Aplikasi The New Normal Berbasis Keluarga

Jakarta, Akuratnews.com – Tatanan adaptasi kebiasaan baru (the new normal) bisa dilakukan dengan pendekatan berbasis keluarga yang preventif dan promotif.

“Selama belum ditemukan obat dan vaksin terhadap Covid-19, adaptasi kebiasaan baru sebagai sebuah tatanan kebiasaan baru agar manusia tetap sehat, tidak tertular atau menularkan dan dapat menjalankan fungsi dan peran sebagai makhluk sosial serta produktif dalam keterbatasan yang ada bisa dijalankan lewat pendekatan berbasis keluarga yang preventif dan promotif,” urai Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Giwo Rubianto Wiyogo dalam webinar ‘Sinergi Gerak Masyarakat Menghadapi Dampak Adaptasi Kebiasaan Baru” di Jakarta, Selasa (23/6).

Berdasarkan model sosio ekologi dari promosi kesehatan, Kowani dikatakannya, bekerja berdasarkan kebijakan dan program pemerintah untuk disampaikan kepada masyarakat maupun organisasi yang ada di masyarakat, hingga di lingkup keluarga yang merupakan bagian terkecil dari masyarakat.

“Dalam hal ini, sosok ibu berperan penting sebagai garda terdepan melakukan pencegahan dan penyiapan tatanan pengelolaan Covid-19 di dalam keluarga baik pada masa pandemi maupun dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru,” imbuh Giwo.

Kowani pun siap memfasilitasi kesiapan masyarakat dengan mengubah perilaku untuk dapat menjalankan aktivitas normal, seperti menjalani tatanan kehidupan baru secara produktif dan aman.

“Seperti pola hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan perilaku pencegahan, senantiasa mengikuti protokol kesehatan di setiap tempat, dan terus melakukan stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak secara optimal dengan melakukan pendidikan dari rumah,” lanjutnya.

Pandemi Covid-19, lanjutnya, telah memberikan berbagi dampak diantaranya tekanan ekonomi rumah tangga, terutama bagi pekerja harian, serta pembiasaan prilaku hidup bersih sehat yang memerlukan kepatuhan akan protokol kesehatan bagi seluruh anggota keluarga di tempat fasilitas umum.

“Seseorang yang menerapkan pola hidup sehat kemungkinan besar berasal dari keluarga yang menerapkan pola serupa. Meski semua berperan penting untuk membangun kesehatan keluarga, namun faktanya peran ibu memiliki bagian yang sangat besar dalam menentukan kualitas kesehatan keluarga termasuk dalam memperkokoh ketahanan mental keluarga,” jelas dia.

Sejumlah upaya pun telah dilakukan Kowani dalam penanggulangan bencana non alam seperti pandemi Covid-19 ini. Salah satunya dengan mendukung kebijakan, regulasi dan program pemerintah dengan penguatan jalinan keluarga, pembentukan Panitia Solidaritas Bencana Nasional (PSBN) non alam, melakukan dialog bersama di masyarakat berbasis komunikasi digital, dan membangun langkah pemulihan bersama dengan melakukan pengendalian hidup sehat dan penguatan ekonomi keluarga.

Termasuk menjadi agen perubahan dalam melakukan aksi, hasil akhir yang diharapkan adalah mampu menjalankan dan mengembangkan berbagai indikator sosial keluarga di masyarakat dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru.

“Kowani siap bersinergi dalam mengatasi dampak adaptasi kebiasaan baru dengan melaksanakan berbagai kegiatan dan kemitraan dengan berbagai pihak,” tegas Giwo.

Dalam kesempatan itu, Giwo kembali meminta para ibu untuk dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru dan menjadi penopang keluarga yang tangguh dan cerdas.

“Dengan adanya ketahanan keluarga, berbagai persoalan dan tantangan dapat dihadapi. Perempuan cerdas dapat menjadi agen perubahan,” pungkasnya.

Webinar ini sendiri dibuka Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko yang juga sebagai Keynote Speaker, serta dan beberapa pembicara lainnya, Budie Ari Setiadi, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Giwo Rubiyanti Wiyogo, Ketua Umum (Kowani), Sandiaga Salahuddin Uno, Ketua Umum Relawan Indonesia Bersatu (RIB).

Lalu Lilik Kurniawan, Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pepen Nazaruddin, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial dan Jalal, aktivis Kebe.

Kategori
Peristiwa

2000 Masker Kain dan Empat Unit Tempat Cuci Tangan Digelontorkan CCAI untuk Warga Sekitar Pabrik

Cikarang, Akuratnews.com – Sebagai salah satu perusahaan penjualan, manufaktur, dan distribusi minuman terbesar yang telah beroperasi di Indonesia selama 28 tahun, Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat dan komunitas sekitar area operasional perusahaan. Dalam menghadapi pandemi COVID-19, Amatil Indonesia telah menjalankan berbagai tindakan pencegahan sesuai dengan himbauan Kementerian Kesehatan RI dan World Health Organisation (WHO).

Amatil Indonesia melalui dua pabriknya di Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, menyerahkan bantuan dalam rangka pencegahan penyebaran wabah COVID-19 kepada lingkungan sekitar operasional di Cikarang Barat. Sebanyak dua ribu masker kain dan empat unit tempat cuci tangan diserahkan kepada masyarakat serta para pemangku kepentingan di wilayah tersebut. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh pihak CCAI kepada perwakilan Tim Satuan Gugus Tugas  COVID-19 di Kantor Desa Sukadanau dan Desa Jatiwangi, Selasa (5/5) kemarin.

Langkah CCAI dalam upaya pencegahan wabah virus ini mendapat apresiasi dari Tim Gugus Tugas Desa Sukadanau. Mulyadi, Kepala Desa Sukadanau yang juga merupakan Ketua Tim Gugus Tugas Desa Sukadanau menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi pihaknya kepada CCAI.

Alhamdulillah, bantuan ini kami serahkan kepada warga guna mencegah penyebaran wabah virus ini di lingkungan kami,” ucap Mulyadi.

Bantuan ini melengkapi bantuan sebelumnya yang juga telah diserahkan berupa produk minuman kemasan antara lain, kepada panitia pelaksana dapur umum di Kawasan MM2100, Tim Pemantau Pelaksanaan PSBB Cikarang Barat, dan Forum CSR Jakarta. Setidaknya lima ribu botol minuman diserahkan guna mendukung pemerintah dan masyarakat dalam upaya menekan penyebaran COVID-19 ini.

Sebelumnya, Amatil Indonesia bersama Coca-Cola Indonesia dan The Coca-Cola Foundation menyalurkan bantuan senilai Rp10 miliar kepada Palang Merah Indonesia sebagai bentuk komitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan dalam menghadapi pandemic COVID-19 di Indonesia.

Amatil Indonesia juga terus mengkomunikasikan informasi tentang COVID-19 yang mencakup tindakan pencegahan yang disarankan melalui saluran internal (intranet dan email blast). Selain itu, perusahaan juga mengambil kebijakan untuk menangguhkan semua perjalanan internasional dan domestik, serta pertemuan yang melibatkan banyak orang baik internal maupun eksternal. Amatil Indonesia juga menerapkan sistem Work From Home (Bekerja Dari Rumah) bagi para karyawan yang berbasis kantor dan menetapkan jadwal kerja bergilir (shifting) per kelompok untuk meminimalkan pertemuan antar kelompok bagi semua karyawan di fasilitas manufaktur kami.

“Saat ini dalam menghadapi pandemi sebagai organisasi, kami berkomitmen untuk melakukan praktik bisnis yang bertanggung jawab, transparan dan akan terus berkolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan lainnya untuk menerapkan berbagai tindakan pencegahan dalam menghadapi risiko penyebaran virus COVID-19 dan memastikan prosedur bisnis tetap mengikuti arahan yang berlaku. Kami juga mengimbau setiap karyawan dan masyarakat untuk mencari berita dari sumber yang terpercaya di masa-masa yang penuh tantangan ini, karena bagi kami, tidak ada yang lebih penting selain kesehatan dan keselamatan karyawan, pelanggan, dan mitra kami,” jelas Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communication & Sustainability Coca-Cola Amatil Indonesia.

Kategori
Kesehatan

Menelisik Racikan Pesan Positif Dibalik ‘Petualangan Meracik Kapsul Ajaib’

Jakarta, Akuratnews.com – Pesan positif bisa disampaikan lewat cara apa saja. Tak terkecuali pesan untuk mengkonsumsi makanan sehat dan mengandung nutrisi yang mengurangi penggunaan pengawet, pewarna, perasa dan pemanis buatan atau yang biasa dikenal dengan 4P.

Pesan di atas coba disampaikan Cookpad Indonesia bersamaan dengan Peringatan Hari Kanker Anak Sedunia pada 15 Februari lalu lewat program ‘Petualangan Meracik Kapsul Ajaib’.

Program berbagi resep ini telah dilakukan mulai 10 sampai dengan 24 Februari 2020 lalu dan berhasil mengumpulkan 3.000 resep dari seluruh Indonesia.

Resep-resep ini diseleksi dan dipilih hingga menjadi 18 resep ini kemudian didokumentasikan dalam sebuah buku bertajuk ‘Petualangan Meracik Kapsul Ajaib’ yang didonasikan kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Jakarta.

“Dan pesan di resep masakan ini kita bagi pada ibu-ibu dari anak-anak penderita kanker di sini,” ujar Soegianto, CEO Cookpad Indonesia di sela acara program ‘Petualangan Meracik Kapsul Ajaib’ di kantor YKAKI, Jakarta, Jumat (28/2).

Kenapa program ini dirasa tepat digelar di YKAKI? Soegianto menyebut karena di YKAKI, ibu-ibu dari anak-anak penderita kanker ini memasak sendiri masakan untuk keperluan mereka.

“Disini mereka disediakan dapur dan tiap hari memasak. Secara bergilir setiap hari mereka mengolah bahan makanan bersama-sama dan kita semua menikmati masakan mereka,” papar Soegianto.

Cerita petualangan yang diracik sedemikian rupa dalam ‘Petualangan Meracik Kapsul Ajaib’ ini juga akan memicu anak-anak Iebih menikmati dalam membacanya dan diharapkan semakin mempererat interaksi ibu dan anak.

Tri Adhyaksa, perwakilan YKAKI menambahkan, saat ini ada 30 anak penderita kanker tinggal untuk pemulihan pasca pengobatan bersama orangtuanya.

“Anak-anak yang singgah disini mempunyai kesempatan belajar dan tetap bisa bermain, begitu pula dengan para orangtua pendamping,” katanya.

Kategori
Pendidikan

Miliki Prodi Unggulan di Bidang Teknologi SGU Sasar Dunia Kesehatan

Jakarta, Akuratnews.com – Indonesia memiliki potensi besar dalam segala lini industri. Kebutuhan akan teknologi modern, tentu menjadi nilai utama dalam menopang segala kegiatan dalam pembangunan di negara yang kini telah mencapai 275 juta an ini. Indonesia sebagai negara yang mengimpor produk teknologi di bidang alat kesehatan lebih dari 80 persen, menjadi perlu untuk berinovasi dalam pnegembangan produk-produk alat kesehatan dalam negeri.

Head of Public Relation Scholarship German University (SGU) Ratih Marini mengatakan, Dua Puluh Tahun keberadaan SGU di tanah air memiliki konsen bagaimana mempersiapkan kinerja tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan di era digital.

“Seiring pengembangan teknologi yang kini memiliki persaingan dinamis dan kompetititif serta menghadirkan job yang dulu tidak pernah ada, tentunya tenaga kerja perlu dibekali dengan ilmu-ilmu yang inovatif,” ujarnya di HopeClate, Jakarta, (27/2).

Saat ini SGU memiliki prodi unggulan yang telah melakukan beberapa inovasi dalam bidang teknologi. Masih kata Ratih, mahasiswa SGU dalam salah satu prodi belajar teknik mechratronics dalam waktu yang bersamaan. Mahasiswa diarahkan untuk membuat mesin tidak hanya unsur mekanikal tapi juga elektronik.

“Itu juga siklusnya perkenalan ke profesional job, dan ini lagi dilirik sekali, banyak industri yang membutuhkan. Salah satunya produk kesehatan,” ungkap Ratih.

“Mecatronic merupakan suatu mesin industri yang bisa diintegrasikan dengan softwear, blue print dan sebagainya yang kini dipelajari di SGU yang tentunya dibutuhkan di seluruh sektor industri,” tambahnya.

Dalam penjabarannya, Ratih menjelaskan, mahasiswa yang kuliah di semester tiga akan magang untuk industri lokal dan di semester ke lima mereka akan belajar kembali.

“Di semester enam mahasiswa akan magang di eropa kurang lebih enam bulan yang bekerjasama dengan univestitas, institut dari eropa dan setelah itu kembali mulai susun skripsi. SGU mencoba menjawab kebutuhan tenaga kerja. Semester tiga sudah magang artinya sudah siap kerja,” jelasnya menjawab akuratnews.com.

Melalui pengembangan teknologi kesehatan, SGU akan bekerjasama dengan salah satu perusahaan besar di tanah air yang ditandatangani dengan MoU khususnya pengembangan obat diabetes melalui ekstrak serai berkiblat pada obat herbal.

“Dengan Deltomed kerjasama dalam bentuk pabrik. Dari SGU dan Deltomed visinya melakukan pmgembangan herbal di tanah air. Bagaimana memfasilitasi herbal di Indonesia untuk dihadirkan khususnya inovasi di dalam negeri,” pungkasnya.

Kategori
Ragam

Resmi Berdiri, SI Kebayoran Baru Bertekad Bantu Pengaruhi Kebijakan Pemerintah

Jakarta, Akuratnews.com – Guna lebih memfokuskan diri pada pemberdayaan lingkungan dan ekonomi, lembaga nirlaba Soroptimist International (SI) Kebayoran Baru resmi berdiri pada 8 Februari 2020.

SI Kebayoran Baru ini sendiri merupakan cabang keempat di bawah Soroptimist International Pasifik Barat Daya (SISWP) yang ada di Indonesia.

“Kita selama ini fokus pada upaya edukasi kesehatan, kesejahteraan anak, isu perubahan lingkungan, pemberdayaan perempuan, juga transformasi sosial-ekonomi,” ujar Presiden SISWP, Anusha Santhirasthipam usai meresmikan SI Kebayoran Baru di Jakarta, baru-baru ini.

Dikatakan Anusha, di tahun 2021 mendatang, SISWP tepat berusia 100 tahun. Dan jelang
100 tahun ini, SISWP telah diakreditasi untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan Status Khusus.

“Bahkan bulan depan, kita akan presentasi ke PBB terkait penanggulangan korban pasca bencana gempa di Lombok dan Palu,” papar Anusha.

Ditambahkan Presiden SI Kebayoran Baru, Sylva Hutagalung, masalah pemanasan global pun menjadi sebuah konsern khusus pihaknya.

“Kita dapat saksikan dampak perubahan iklim seperti perubahan pola hujan, badai yang lebih kuat, gelombang panas, lebih banyak kekeringan dan kebakaran hutan, meningkatnya permukaan laut, perusakan karang dan suhu air laut yang lebih hangat. Penting untuk mengambil tindakan lebih cepat daripada kemudian dalam memulihkan planet ini dan kerangka kerja praktik terbaik keberlanjutan,” paparnya.

SI pun dikatakan Lidya, terus bertekad agar bisa mempengaruhi pemerintah dengan mengadvokasi reformasi hukum, pengembangan kebijakan dan ide-ide inovatif untuk memastikan pengarusutamaan gender dan memungkinkan perempuan untuk mencapai potensi tertinggi mereka dalam setiap aspek kehidupan.

Kategori
Internasional

Identitas WNI Terpapar Virus Corona Terganjal UU Ini

Jakarta, Akuratnews.com – Hingga kini, identitas Warga Negara Indonesia (WNI) yang terpapar virus Corona di Singapura belum diketahui alias masih misteri.

Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia, Judha Nugraha mengatakan, Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Singapura belum mengetahui identitas WNI tersebut lantaran adanya Undang-undang (UU) perlindungan identitas di Negeri Singa itu.

Judha menuturkan, Kementerian Kesehatan Singapura baru akan menginfokan identitas WNI tersebut jika sang yang bersangkutan sudah memberikan persetujuan identitasnya diserahkan kepada KBRI Singapura.

“Terkait identitas, sesuai dengan Privacy Act Singapura, otoritas Singapura masih menunggu persetujuan dari yang bersangkutan untuk bisa disampaikan kepada publik,” kata Judha di Jakarta, Rabu (5/2).

Karena KBRI belum mendapatkan identitas WNI tersebut, maka pihak keluarga juga belum diberikan informasi mengenai hal ini.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, seluruh biaya pengobatan WNI tersebut ditanggung pemerintah Singapura.

WNI yang baru diketahui adalah seorang pekerja migran, melaporkan timbulnya gejala virus Corona pada hari Minggu lalu dan tidak meninggalkan rumahnya sampai ia dirawat di Rumah Sakit Umum Singapura (SGH) pada hari berikutnya.

Kategori
Kesehatan

AM Wellnes Sediakan Detox Pola Pikir dan Mindset Kembai ke Alam

Serpong, Akuratnews.com – Seringkali seseorang menunggu sakit terlebih dahulu baru memeriksakan atau mengobati sakitnya. Padahal, menjaga kesehatan sejatinya lebih penting ketimbang mengobati.

Hal di atas menginspirasi Patricia Rolla Bawata untuk mendirikan Pusat Program Penyuluhan dan Pelatihan Pola Hidup Sehat AM Wellness di Serpong, Tangerang Selatan.

Wanita yang akrab disapa Rolla ini bahkan pernah punya pengalaman tersendiri terkait kesehatan dirinya.

“Saya pernah kena kanker tenggorokan sampai nggak bisa ngomong. Syukurnya bisa sembuh karena minum air rebusan daun sirsak. Tiga bulan saya minum, dan syukurnya sembuh,” cerita Rolla di Grand Opening AM Wellness, Sabtu (1/2).

Dari sinilah akhirnya Rolla sadar jika kesehatan adalah harta termahal, dan untuk terus menjaga kesehatan kuncinya adalah menjalani pola hidup sehat.

Namun itu tak mudah lantaran banyak yang menganggap hal itu sulit. Terlalu banyak halangan, mahal atau mungkin banyak yang tidak tahu caranya.

Di AM Wellnes inilah, Rolla coba menyediakan tempat yang asri, dimana di sekitarnya penduduknya hidup bersatu dengan alam. Udaranya yang segar dan bersih dengan sinar matahari yang diberikan alam secara cuma-cuma menjadi tempat yang sangat cocok untuk mempraktekan pola hidup sehat.

“Disini kita mulai dari detox pola pikir, lalu dilanjutkan terapi merubah mindset kembali ke alam, mengkonsumsi buah dan sayuran, meditasi, massage, hydroterapi. Selama empat hari, tiga malam terapi ini kita lakukan untuk menciptakan pola hidup sehat tersebut,” papar Rolla.

Ditambahkan dr. Reuben Supit, Sekertaris Umum Pengurus Rumah Sakit Advent Bandung yang di AM Wellnes menjadi salah satu tenaga ahli, AM Wellnes juga bisa menjadi tempat merelaksasi stres yang belakangan ini kerap dialami warga kota besar.

“Sangat bisa, Yang diperlukan hanyalah suatu tekad dan konsistensi. Jangan menunggu sampai Anda sakit baru menyadari pentingnya pola hidup sehat. Praktekkan pola hidup sehat dari awal supaya tidak menderita sakit,” ujar dr Reuben.

Sebagai pamungkas, Rolla menyebut, gaya hidup sehat yang dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari di AM Wellnes nantinya bisa menjadi bekal agar terhindar dari penyakit.

“Kami akan mendengarkan kebutuhan Anda dan memberikan pelayanan terbaik agar Anda mendapatkan pengalaman menjalani hari-hari beekualitas untuk mewujudkan kesehatan fisik, mental dan jiwa secara menyeluruh,” pungkas Rolla.

Kategori
Kesehatan

Banjir Serbu Ibukota, Ini Solusi dr Sonia Wibisono Hadang Efek Negatifnya

Jakarta, Akuratnews.com – Belakangan ini musibah banjir terus melanda Ibukota. Hal ini tentu menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat, salah satunya adalah penyebaran berbagai penyakit yang disebabkan kuman dan bakteri.

Banjir yang disebabkan hujan yang turun terus menerus membuat sejumlah tempat tergenang air kotor yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti batuk, pilek, gatal gatal, diare, typus hingga leptospirosis.

“Saat terjadi banjir, biasanya akan muncul berbagai macam penyakit, yang datang bersamaan dengan masuknya air banjir ke dalam rumah dan mengotori berbagai perabot dan lantai, hal ini perlu diwaspadai dan jangan dianggap sepele,” ujar pakar kesehatan, dr Sonia Wibisono di Jakarta, Jumat (3/1).

Dikatakannya, penyakit lain yang menyertai banjir dan terbilang berbahaya adalah penyakit leptospirosis. Penyakit ini disebabkan bakteri leptospira yang disebarkan melalui urine tikus.

Dijelaskan dr Sonia, penyakit ini menyebar dengan ciri gejala awal timbul demam, sakit seperti pegal linu hingga terjadi komplikasi di organ dalam tubuh bila tidak segera ditangani.

Ia pun menyarankan, rumah, mobil dan tempat tidur yang terendam banjir juga harus diperhatikan. Pasalnya, tak tertutup kemungkinan banyak kuman penyakit yang bersarang di dalam interior mobil maupun tempat tidur hingga menimbulkan bau yang tak sedap.

“Tapi tak perlu khawatir, karena saat ini sudah ada penangkalnya yakni berupa produk spray anti kuman organik dan penghilang bau, yaknii LAVme,” ujar dr Sonia.

Dikatakannya, korban banjir tak usah khawatir akan efek banjir karena untuk mencegahnya, tinggal pergunakan saja produk LAVme.

“Semprotannya bisa mencegah sekaligus membasmi kuman, menghilangkan dan menetralkan bau kotoran yang berasal dari banjir,” pungkas dr Sonia.

Kategori
Kesehatan

Kok Bisa.. Romy Rafael Pilih Sepatu Gara-gara Bola Golf

Jakarta, Akuratnews.com – Ternyata, ahli hypnotheraphy Romy Rafael pun memikirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bisa menimpa kesehatannya ke depan.

Ia yakin apa yang dilakukannya sekarang bisa berampak besar pada kehidupannya di masa mendatang.

Oleh karenanya, selain menjaga pola dan asupan makan, olahraga, serta istirahat yang cukup, Romy juga memperhatikan hal-hal kecil dalam kesehariannya. Salah satunya soal pemilihan alas kaki.

Pria yang identik dengan busana serba hitam ini punya pandangan, jika salah dalam memilih sepatu bisa bisa berakibat fatal pada kesehatan.

“Dulu saat saya sering syuting di stasiun TV, sering berdiri, hampir seharian berdiri. Kalau milih sepatunya salah, dua jam aja sudah sakit,” cerita Romy di sela acara ‘Holiday Shop & Win Bocorocco’ di Jakarta, akhir pekan lalu.

Namun, saat itu, dirinya sudah menyadari jika ia harus punya sepatu yang menunjang aktivitasnya itu.  Dan tanpa disadari, pilihannya jatuh pada sepatu Bocorocco.

“Saat ith saya punya dua sepatu Bocorocco, beli sendiri lho.. tapi saat itu nggak tahu detil merknya. Saya pakai nyaman aja,” cerita Romy lagi.

Dirinya mencari sendiri di sebuah mal di kawasan Gandaria. Di sebuah konter sepatu ia diperagakan seorang SPB alas sepatu yang bisa meredam pantulan bola golf yang dijatuhkan di alas sepatu itu.

“Jadi awalnya gara-gara bola golf. Awalnya malah nggak tau nama merknya, saya taunya gara-gara bola golf aja.. jadi yang jualannya bola golf dong…ha..ha..ha..,” selorohnya.

Tapi ternyata, setelah dia coba memakai, apa yang ditawarkan Bocorocco memang terbukti. Walau berdiri lama, dirinya tak merasa capek atau sakit di kaki.

“Memang mahal di awal, tapi lebih baik daripada harus bayar lebih di belakang nantinya akibat gangguan kesehatan,” ucap Romy.

Hal ini dibenarkan oleh owner Bocorocco, Ridwan Saidbun. Dirinya pernah didatangi konsumen yang sudah pernah operasi dengkul tapi tidak kunjung sembuh. Namun setelah menggunakan sepatu Bocorocco, kesehatannya berangsur membaik.

“Memilih sepatu dan fungsi yang tepat akan mendukung pada kesehatan dan aktivitas kita sehari-hari,” ujar Ridwan.

Kategori
Kesehatan

Penang Adventist Hospital Buka Perwakilan Jakarta

Jakarta, Akuratnews.com – Pebisnis dan penyuka gaya hidup kini memilih Malaysia untuk jalan-jalan sekaligus medical check up.

Secara umum, biaya berobat di RS Malaysia lebih terjangkau dibandingkan di Singapura. Bahkan bisa tiga kali lipat lebih murah.

Inilah yang membuat rumah sakit di Malaysia seperti di Penang, Kuala Lumpur, Melaka, Johor Bahru, dan Kuching kerap jadi tujuan berobat favorit warga Indonesia.

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan dunia medis yang canggih hari ini Penang memiliki beberapa rumah sakit swasta yang menyediakan layanan dan fasilitas modern telah membuat Penang sebagai pusat wisata medis terkemuka di Malaysia.

Tidak diragukan lagi bahwa jajaran dokter, perawat hingga staf rumah sakit di sana memperlakukan setiap pasien secara profesional dan ramah. Mereka mampu berbahasa Indonesia, sehingga tidak ada kendala saat pasien berkonsultasi.

Urusan biaya menjadi hal yang penting setiap kali seseorang melakukan pengobatan. Untungnya biaya berobat ke Penang cukup terjangkau, bahkan besarnya sama dengan biaya berobat di Indonesia.

Menariknya, rumah sakit di Penang biasanya akan melakukan tes-tes tertentu ataupun rawat inap atas keperluan pasien terkait kondisi namun bukan karena kemauan pasien atas alasan tertentu. Bila pasien sudah cukup sehat, maka akan diharuskan pulang.

Hampir semua dokter spesialis yang praktek di Penang merupakan lulusan dari universitas-universitas terbaik dunia. Mereka menempuh pendidikan dan pelatihan di Inggris, Jerman, Amerika, Singapura, India dan Australia. Dimana negara-negara tersebut tergolong maju di bidang kedokterannya.

Dan hari Senin (18/11) merupakan soft launching kantor perwakilan Penang Adventist Hospital (PAH) di Indonesia.

Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan Ronald Koh. Adan juga kesaksian dari keluarga pasien dan VIP dari Indonesia, mengenai layanan RS di Penang Adventist Hospital.

Rumah sakit favorit pasien Indonesia ini merupakan rumah sakit pertama di Malaysia yang memiliki akreditasi JCI kali kelima saat ini, dan sudah berusia 95 tahun.

Adventist menjadi rumah sakit rujukan utama dengan pusat unggulan untuk rawatan kanker, jantung (ring, pace maker – baterei) jantung koroner dan yang terkait), saraf dan spinal (tulang belakang).

RS ini juga memiliki ahli dalam pergantian tulang sendi (lutut, pinggul dll) serta rawatan lengkap kasus pencernaan untuk kasus pembedahan (konvensional dan invasive) dan non pembedahan . Misalnya kasus GERD, tumor, batu empedu, sirosis dan sebagainya.

Sudah banyak pasien yang berobat menuju Penang, karena ada beberapa penerbangan langsung dari Aceh, Medan, Jakarta, dan Surabaya sehingga pasien tidak perlu repot transit atau pindah ke moda transport lainnya.

Urusan pengaturan berobat di RS Adventist Penang, kini bisa lebih gampang untuk melakukan apponitment dengan dokter yang akan dituju dari Jakarta atau kota dimana ada staff perwakilan RS Adventist Penang.

“Penang Adventist Hospital membuka kantor perwakilan di Indonesia,” ujar Monnie.

Untuk diketahui, RS di Penang menggunakan alat-alat medis yang canggih dan moderen. Kecanggihan peralatan tersebut menjadi pendukung untuk mendapatkan hasil diagnosa yang akurat dan cepat.

Penang Adventist Hospital (PAH) adalah salah satu bagian dari Jaringan Advent Internasional, yang terdiri dari 696 rumah sakit, klinik dan apotik nirlaba di seluruh dunia.

Rumah sakit ini didirikan pada tahun 1924 oleh Dr J. Earl Gardner. Dari awal yang sederhana, PAH terus tumbuh berkembang menjadi pusat layanan kesehatan tersier bagi masyarakat dari dalam dan luar Malaysia.

Secara umum, PAH menawarkan serangkaian layanan dan fasilitas kesehatan berkualitas dan lengkap, dengan 9 pusat keunggulan dan lebih dari 80 spesialis dalam 25 spesialisasi siap memberikan layanan dan rawatan kepada pasien. PAH mempunyai kelengkapan dengan 253 ranjang termasuk 10 ranjang ICU dan 9 ranjang Unit Ketergantungan Tinggi (HDU).

PAH cukup dikenali dan akrab di kalangan orang Indonesia, karena pendekatan holistik dan layanan yang ditawarkan kepada pasien. Saat ini, PAH terus menambah kelengkapan fasilitas dan peralatan yang terkini untuk melayanai seluruh pasien lokal dan internasional.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar ini dengan lebih baik, PAH menempatkan perwakilan Indonesia di Jakarta, Surabaya dan Medan sebagai Tim Pasien Internasional yang dengan konsisten melibatkan diri dengan masyarakat dan pasien setempat.

Kantor perwakilan yang dibuka dan berpusat di Jakarta merupakan perpanjangan tangan PAH dan menjadi bagian daripada Tim Pasien Internasional di rumah sakit yang juga siap membantu pasien Indonesia dari mulai menyambut kedatangan di bandara, pendaftaran ke klinik dan bantuan komprehensif lainnya.

Dengan demikian, PAH memastikan kepuasan pengalaman pasien. Tim Pasien Internasional PAH merupakan salah satu unit sebagai humas pasien rumah sakit yang mempunyai staf dari Indonesia.

Karena statusnya sebagai rumah sakit nirlaba, PAH tidak mempraktekkan bayaran komisi kepada agen, tetapi pada saat yang sama mampu menarik banyak pasien karena kualitasnya dalam menyediakan layanan kesehatan.

Kategori
Ragam

MeMiles Mulai Dilirik Guna Jaminan Kesehatan

Jakarta, Akuratnews.com – Aplikasi advertising MeMiles mulai berpikir untuk tidak hanya mewujudkan keinginan masyarakat yang menjadi membernya dalam hal pemenuhan barang mewah saja.

Hal ini didasari adanya keinginan banyak member  agar MeMiles juga menyediakan reward berupa jaminan kesehatan seperti biaya operasi cangkok ginjal maupun cangkok kornea mata.

“Walaupun tidak spesifik, tapi beberapa member kami punya keinginan saat mendapatkan reward bisa digunakan untuk biaya kesehatan. Ini artinya, mereka memanfaatkan MeMiles untuk tujuan mulia,” ungkap Freedom Motivator MeMiles, FX Suhanda di sela-sela BOP MeMiles bertema ’10 Juta Per Menit’ di Jakarta, Kamis (10/10).

Pihaknya pun sudah memikirkan renvana membagikan 1.000 gerobak secara gratis kepada masyarakat yang ingin jualan kopi rasa bintang lima tapi harga kaki lima.

“Hasil penjualan seluruhnya dikembalikan kepada mereka. MeMiles nggak ambil sama sekali,” ujar Suhanda.

Sementara itu, Senior Head Leader MeMiles, Eva Luisa menambahkan, tema BOP kali ini yakni “10 Juta  per Menit” disesuaikan dengan jumlah member yang mendownload aplikasi MeMiles belakangan ini.

“MeMiles telah menjadi superhero bagi para anggotanya. Belum ada bisnis serupa yang mampu menyejahterakan begitu banyak member-nya dalam waktu singkat,” ujar Eva.

Pada gelaran kali ini yang juga dimeriahkan penampilan penyanyi Regina Ivanova dan Eka Deli ini, MeMiles membagikan 118 mobil berbagai merek, 1.324 sepeda motor, 1.000 paket umrah dan 200 paket ke Hollyland.

Kategori
Nasional News

Hanibal Hamidi, Mengabdi Jadi Dokter Dipelosok Hingga Menjadi Teladan

Jakarta, akuratnews.com – Memiliki pengalaman kerja dibidang kesehatan masyarakat secara utuh, menjalani kerja dengan prestasi sebagai dokter puskesmas di wilayah terpencil di Puskemas Pugung Tampak yang memiliki beberapa desa terisolasi wilayah Pulau Pisang di kecamatan Pesisir Utara, Puskesmas Bengkunat yang memiliki wilayah kerja terisolasi ditengah kawasan hutan lindung Bukit Barisan Desa Way Haru di Kecamatan Pesisir Selatan sehingga terpilih sebagai salah satu Dokter Teladan, membuat nama Hanibal Hamidi semakin dikenal masyarakat.

Setelah bekerja di rumah sakit Daerah dan menjadi kepala dinas kesehatan di Lampung, Hanibal yang memiliki cara fikir konsepsional kesehatan sejalan dengan teori Bloom; yang menempatkan penentu derajat kesehatan adalah faktor; a)Genetik (5%), pelayanan kesehatan (20%), Hidup Sehat (30%), kesehatan lingkungan (45%) kemudian melakukan upaya percepatan pembangunan kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan, terdepan, terluar, melalui instrumen “Perdesaaan Sehat” yang ditetapkan menjadi kebijakan strategis saat ditugaskan sebagai Kepala Biro Perencanaan Kementrian PDT.

Seakan tidak ingin berhenti, Hanibal berlanjut melaksanakan upaya membangun kesehatan masyarakat Desa secara nasional melalui instrumen intervensi “Rumah Desa Sehat” bersama lembaga “Worldbank” dan “Mellenium Calance Account Indonesia” Unit kerja Kemenlu Amerika dalam mewujudkan “Desa Daulat Gizi”.

Menurut Hanibal, Permasalahan pembangunan kesehatan saat ini kurang proporsionalnya komitmen politik pendekatan pardigma sakit, melalui kinerja RS bagi 25 % masyarakat sakit jauh lebih besar dibandingkan komitmen politik bagi pendekatan paradigma sehat bagi 75 % masyarakat yang sehat melalui kinerja Puskesmas.

Pria kelahiran Bandar Lampung, 24 Desember 1964 silam ini juga meyakini bahwa adanya kondisi transisi masalah kesehatan demografi, epidemiologi, gizi, dan transisi perilaku yang memberikan dampak “Double Burden” alias beban ganda, hanya dapat diselesaikan melalui kebijakan politik kesehatan dengan keberpihakan pada pendekatan paradigma sehat, sesuai dengan pengalaman keberhasilannya disemua tempat tugas selama ini.

Terus fokus pada kesehatan, Lulusan S2 Universitas Indonesia (UI) ini memiliki konsep pengembangan terobosan bagi pembangunan semesta:

  1. Diserupsi kesehatan berbasis big data kesehatan,
  2. Farmakologi Tropical Desease sabagai salah satu basis ekonomi nasional,
  3. Kesehatan Forensik,
  4. Kesehatan Kelautan,
  5. Kesehatan Dirgantara,
  6. Kemandirian Alat Kesehatan,
  7. Kedaulatan gizi Desa.
  8. Dokter Komunitas,
  9. Sekolah Kedinasan, Sistem Karir & Jaminan Kesejahteraan Tenaga Kesehatan Strategis, terutama Pengembangan Budaya Leluhur Bidang Kesehatan Nusantara.
Kategori
Ragam

Selamat Datang Kondom Rasa Rendang

Kuala Lumpur, Akuratnews.com – Seperti kita ketahui, rendang sudah dinobatkan menjadi salah satu dari makanan terenak di dunia versi CNN. Usai penobatan itu beragam makanan dan aroma dibuat dengan inspirasi makanan khas Minang ini.

Tapi sudah cukupkah segala pernak pernik yang terkait rendang ini? Ternyata belum…

Ternyata, rendang pun kini menyusup ke dalam kondom. One Condoms, perusahaan kondom di Malaysia tampaknya ingin membumbui kehidupan seks warga Malaysia dengan kondom rendang.

Kondom rasa rendang ini dibuat setelah adanya kondom dengan rasa durian, nasi lemak, dan teh tarik sebelumnya. Perusahaan ini membuat kondom rendang untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Ke-62 Malaysia pada Sabtu (31/8). Hanya saja, kondom rendang ini hanya akan dijual dalam periode terbatas saja.

Bukan hanya bertujuan untuk aktivitas seksual saja, namun Karex, perusahaan yang memproduksi One Condoms mengungkapkan ada tujuan lain di balik pembuatan kondom aneka rasa unik ini.

Kategori
Kesehatan

Seberapa Efektif Kebiri Ilmiah Redam Pelaku Kekerasaan Seksual Pada Anak

Jakarta, Akuratnews.com – Jumat lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto menyatakan segera melakukan eksekusi hukuman kebiri kimia terhadap terdakwa pemerkosaan anak, M Aris (20), warga Dusun Mengelo, Soko, Kabupaten Mojokerto.

Vonis ini memang telah disahkan oleh DPR dan tercantum dalam UU Perlindungan Anak. Di dalam undang-undang itu, salah satu hukuman bagi pelaku kekerasan seksual adalah kebiri kimia.

Lalu, apa yang dimaksud dengan kebiri kimia?

Seperti diungkapkan Nugroho Setiawan, dokter spesialis andrologi di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Jakarta Selatan, kebiri kimia adalah penyuntikan zat anti-testosteron ke tubuh pria untuk menurunkan kadar hormon testosteron, yang sebagian besar diproduksi sel lydig di dalam buah zakar.

“Testosteron itu adalah hormon yang berperan dalam beragam fungsi, salah satunya fungsi seksual. Artinya, hormon testosteron berpengaruh pada gairah seksual seorang pria dan membantu penis seorang pria bisa ereksi,” kata Nugroho seperti dilansir dari BBC Indonesia.

Masuknya zat anti-testosteron ke dalam tubuh, menurut Nugroho, praktis membuat gairah seksual menurun.

Lalu, bagaimana cara kerja zat anti-testosteron itu?

“Saat zat anti-testosteron disuntikkan ke dalam tubuh, zat tersebut akan memicu reaksi berantai di otak dan testis. Produksi testosteron 95 persennya berasal dari sel lydig di buah zakar pria. Pemicu agar testosteron diproduksi adalah hormon luteinizing yang dikeluarkan kelenjar hypophysis anterior di otak. Nah, zat anti-testosteron membendung kelenjar di otak agar tidak memproduksi hormon pemicu produksi testosteron. Kalau itu ditekan, otomatis testis tidak memproduksi testosteron. Jadi kait-mengait semuanya,” beber Nugroho.

Apakah kebiri kimia ini akan berpengaruh selamanya? Nugroho menjelaskan, pengaruh zat anti-testosteron hanya sementara. Sebagaimana obat-obat kimia lainnya, zat anti-testosteron tergantung oleh batas waktu.

“Orang mungkin beranggapan kebiri kimia sekali suntik selesai, seperti orang yang dikebiri secara fisik. Mereka harus mendapatkan terus-menerus,” kata Nugroho.

Selain disuntikan, ternyata ada cara lain untuk melakukan kebiri kimia.

“Selain menyuntikkan zat antitestosteron ada cara lain melakukan kebiri kimia, yaitu memberikan obat Depo Provera yang biasa digunakan sebagai kontrasepsi perempuan,” jelas Nugroho.

Ia melanjutkan, dengan memberikan lebih banyak hormon perempuan ke tubuh pria, produksi hormone testosteron akan menurun dan kehilangan fungsinya.

“Depo Provera diberikan kepada orang yang, misalnya, punya tumor di bagian kelenjar suprarenal sehingga produksi hormon testosteronnya berlebihan. Tapi itu kan yang produksinya berlebihan. Kalau orang dengan kadar hormon testosteronnya normal, malah kita bikin sakit, itu yang jadi pertentangan,” kata Nugroho.

Dampaknya dari kebiri ilmiah ini sendiri saat zat antitestosteron yang diberikan secara rutin kepada pria yang kadar testosteronnya normal diasumsikan bakal menyebabkan penurunan gairah seksual pria tersebut.

Akan tetapi, dampaknya lebih dari itu. Pasalnya, hormon testosteron berperan dalam berbagai fungsi tubuh, tak hanya fungsi seksual.

”Penurunan hormon testosteron akan berpengaruh ke otak sehingga suasana hati tidak nyaman, menjadi pemarah. Lalu imbasnya ke kulit sehingga kulit menjadi kering. Otot kemudian mengecil, tulang menjadi keropos. Orang itu juga akan sangat lemah, loyo,” kata Nugroho.

Dokter Nugroho juga mengingatkan bahwa timbulnya gairah seksual tidak semata-mata disebabkan hormon testosteron.

”Ada pengalaman seksual yang pria alami, itu akan membangkitkan gairah. Lalu faktor kesehatan tubuh pria juga berpengaruh,” kata Nugroho.

Hal ini diamini Wimpie Pangkahila, Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia.

Menurutnya, meskipun gairah seksual bisa ditekan, memori pengalaman seksual tidak bisa dihapus.

”Tidak pernah ada laporan yang menunjukkan bahwa kebiri kimia memang lebih memberikan efek jera terhadap pelaku kejahatan seksual dibandingkan hukuman lain yang cukup berat. Karena pengalaman seksual sebelumnya kan sudah terekam di otak. Keinginan dia kan masih ada, terlepas dari apakah dia mampu atau tidak,” kata Wimpie.

Karena itu, menurutnya, langkah kebiri kimia terhadap pelaku kekerasan seksual masih dipertanyakan.