Hukum Newton: Pengertian, Jenis, dan Contohnya Dalam Kehidupan Sehari-hari

Solaeman Nur Rahman

AKURATNEWS – Hukum Newton merupakan salah satu hukum fisika yang menjelaskan mengenai perpindahan suatu objek sebagai hasil hubungan antara nilai dan jarak dari gaya yang berlaku pada objek tersebut. Hukum ini ditemukan oleh sosok fisikawan Sir Isaac Newton. Bahkan ada tiga jenis hukum Newton yang dikenal oleh para fisikawan. Berikut ini ada ulasan sederhana mengenai pengertian, jenis, Sejarah hingga contohnya dalam kehidupan sehari-hari yang bisa memperluas informasi Anda!

Jenis-Jenis Hukum Newton

Hukum Newton, atau Hukum Gerak Newton, adalah serangkaian prinsip fundamental yang merumuskan hubungan antara gaya, massa, dan gerakan suatu benda. Terdapat tiga hukum Newton yang saling terkait. Berikut adalah pengertian, contoh, dan rumus lengkap dari masing-masing hukum

1. Hukum Pertama Newton (Hukum Inersia)

Hukum pertama Newton, juga dikenal sebagai Hukum Inersia, menyatakan bahwa sebuah benda akan tetap dalam keadaan diam atau bergerak lurus beraturan dengan kecepatan konstan jika tidak ada gaya eksternal yang bekerja padanya.

Contoh dari hukum pertama ini misalnya, ketika kendaraan berhenti tiba-tiba, penumpang di dalamnya akan cenderung melanjutkan gerakan ke depan karena mereka memiliki inersia. Ketika mobil belok tajam, penumpang cenderung terdorong ke sisi yang berlawanan dengan arah belokan karena inersia mereka.

Sementara itu, tidak ada rumus matematis khusus untuk Hukum Pertama Newton. Prinsip utamanya adalah bahwa objek cenderung mempertahankan keadaan gerak atau ketenangan hingga ada gaya yang mengubahnya.

Baca Juga:  Cerpen : Pengertian, Unsur dan Contoh Lengkap

2. Hukum Kedua Newton (Hukum Perubahan Gerak)

Hukum kedua Newton menyatakan bahwa percepatan suatu benda sebanding dengan gaya total yang diberikan padanya dan berbanding terbalik dengan massa benda tersebut. Hukum kedua Newton ini memiliki rumus F = ma (Gaya = massa × percepatan)

Kemudian, untuk contoh dari hukum perubahan gerak ini adalah ketika mendorong kereta dorong yang lebih berat, diperlukan gaya yang lebih besar untuk menghasilkan percepatan yang sama dibandingkan dengan mendorong kereta dorong yang lebih ringan. Artinya, percepatan benda bergantung pada gaya yang diberikan dan massa benda itu sendiri.

3. Hukum Ketiga Newton (Hukum Aksi-Reaksi)

Hukum ketiga Newton menyatakan bahwa setiap aksi memiliki reaksi yang sama besar namun berlawanan arah. Jadi, gaya aksi dan gaya reaksi selalu berpasangan. Lalu, contoh nyata dalam hukum ini adalah saat Anda tengah mendorong dinding, tangan Anda memberikan gaya pada dinding (aksi), dan sebaliknya, dinding memberikan gaya yang sama besar namun berlawanan arah pada tangan Anda (reaksi). Tidak ada rumus matematis khusus untuk Hukum Ketiga Newton. Prinsip utamanya adalah bahwa setiap gaya memiliki gaya reaksi yang sebanding dalam besar dan berlawanan arah.

Sejarah Singkat Hukum Newton

Hukum Newton membentuk dasar penting dalam fisika dan menjelaskan hubungan antara gaya, massa, dan gerakan. Hukum-hukum ini berlaku di semua skala, mulai dari gerakan benda sehari-hari hingga fenomena alam semesta yang lebih besar.

Hukum Newton, juga dikenal sebagai Hukum Gerak Newton, ditemukan oleh fisikawan terkenal Sir Isaac Newton pada abad ke-17. Penemuan hukum Newton merupakan titik balik penting dalam pengembangan ilmu fisika dan dinamika.

Isaac Newton lahir pada tahun 1643 di Inggris. Ia mengembangkan hukum gerak dan gravitasi universal dalam karyanya yang terkenal, “Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica”, yang diterbitkan pada tahun 1687. Dalam buku ini, Newton merumuskan tiga hukum gerak yang membentuk dasar penting dalam pemahaman kita tentang gerak dan dinamika benda.

Baca Juga:  Ukuran Lapangan Bola Basket: Nasional dan Internasional

Pada saat itu, pemahaman tentang gerak dan hukum-hukumnya masih belum jelas. Newton menggunakan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh ilmuwan seperti Galileo Galilei, Johannes Kepler, dan Rene Descartes sebagai dasar untuk merumuskan hukum-hukumnya sendiri.

Hukum Newton memberikan penjelasan yang jelas dan matematis tentang bagaimana benda-benda berinteraksi dan bergerak di bawah pengaruh gaya. Penemuan ini memungkinkan manusia untuk melakukan perhitungan dan prediksi yang akurat tentang gerak dan dinamika sistem fisik.

Hukum Newton tidak hanya berlaku dalam konteks gerakan benda di Bumi, tetapi juga berlaku dalam fenomena alam semesta yang lebih besar. Hukum gravitasi universal Newton, yang merupakan bagian dari temuan terbesarnya, menjelaskan gaya tarik antara dua benda berdasarkan massa dan jarak di antara keduanya.

Penemuan hukum Newton dan bukunya, “Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica”, telah mengubah cara kita memahami alam semesta dan telah membentuk dasar bagi ilmu fisika modern. Karya Newton mendapatkan pengakuan yang luas dan dianggap sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah sains.

Contoh Hukum Newton Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Setelah mengetahui makna dan Sejarah dari hukum Newton. Berikut ini ada beberapa contoh penerapan Hukum Newton dalam kehidupan sehari-hari yang bisa Anda cermati, di antaranya:

1. Hukum Pertama Newton (Hukum Inersia)

Contoh hukum Newton pertama ini adalah ketika Anda mengerem tiba-tiba pada kendaraan, penumpang dalam kendaraan akan terdorong ke depan karena inersia mereka yang cenderung mempertahankan keadaan gerak.

Contoh lainnya adalah ketika Anda menendang bola di lapangan, bola akan terus bergerak dengan kecepatan konstan kecuali ada gaya lain yang mempengaruhinya, seperti gaya gesekan dengan permukaan atau gaya gravitasi.

Baca Juga:  Pengertian Narasi, Jenis dan Tips Menyusun Narasi Yang Benar

2. Hukum Kedua Newton (Hukum Perubahan Gerak)

Kemudian, contoh hukum Newton kedua dalam kehidupan sehari-hari ini adalah pada saat Anda mendorong kereta dorong, semakin besar gaya yang Anda berikan, semakin besar percepatan kereta dorong tersebut. Dan juga ketika Anda mendorong dua objek dengan massa yang berbeda dengan gaya yang sama, objek yang memiliki massa lebih kecil akan mengalami percepatan yang lebih besar dibandingkan dengan objek yang memiliki massa lebih besar.

3. Hukum Ketiga Newton (Hukum Aksi-Reaksi)

Contoh penerapan hukum Newton ketiga adalah ketika Anda berenang di kolam renang dan mendorong air ke belakang dengan tangan Anda, air akan memberikan gaya reaksi yang sama besar tetapi berlawanan arah, mendorong Anda maju. Contoh lainnya kemudian, ketika Anda mendorong mobil yang mogok, mobil akan memberikan gaya reaksi ke tangan Anda, membuat Anda merasa mendorong ke belakang.

4. Hukum Gravitasi Universal Newton

Adapula hukum gravitasi universal yang mana dicontohkan ketika Anda melempar bola ke udara, bola akan jatuh kembali ke bumi karena tarikan gravitasi antara bumi dan bola sesuai dengan hukum gravitasi Newton. Ketika Anda berdiri di dekat tembok, Anda merasakan gaya tarikan gravitasi bumi yang mencegah Anda bergerak ke atas dan menjaga Anda di tanah.

Dalam kehidupan sehari-hari, Hukum Newton terjadi dan berlaku pada berbagai situasi, baik dalam gerakan benda sehari-hari maupun fenomena alam. Hukum-hukum ini membantu kita memahami dasar-dasar gerak dan dinamika serta memberikan dasar untuk teknologi dan ilmu pengetahuan yang melibatkan pergerakan benda.

Demikianlah ulasan singkat tentang hukum Newton mulai dari jenis-jenis, sejarah hingga contoh nyatanya dalam kehidupan sehari-hari yang bisa memperluas wawasan Anda dalam ilmu pengetahuan umum.

Baca artikel Akuratnews.com lainnya di Google News.

Disclaimer

Artikel terkait aplikasi versi modifikasi atau MOD APK yang dibagikan Tim Akuratnews.com hanya bersifat reviews saja yang bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan para pembaca. Kami tidak menyarankan anda untuk mendowload file yang bersifat ilegal. Kami juga tidak bertanggung jawab atas segala risiko dan bahaya yang bisa terjadi pada perangkatmu. Penggunaan aplikasi versi modifikasi atau MOD APK bisa merugikan pengembang dari segi materi dan sebagainya.

Tags

Artikel Terkait