Jangan Cuma Dipahami Petugas, Protokol The New Normal Harus Jangkau Semua Lapisan

Jakarta, Akuratnews.com - Kepala daerah dari empat provinsi dan 25 kabupaten/kota yang akan menerapkan the new normal diimbau segera dan secara intensif menyosialisasikan protokol kesehatan.

Diharapkan, imbauan itu bisa menjangkau semua rumah tangga atau keluarga. Kegiatan sosialisasi protokol kesehatan ini hendaknya melibatkan semua aparatur daerah hingga pengurus rukun tetangga dan rukun warga (RT/RW).

‘’Jangan sampai protokol kesehatan itu hanya dipahami petugas, tetapi tidak dipahami warga. Para kepala daerah dari empat provinsi dan 25 kabupaten kota itu harus segera mengambil inisiatif menyosialisasikan protokol kesehatan tersebut. Libatkan dan kerahkan para camat, lurah hingga pengurus RT/RW atau kepala desa. Target sosialisasi harus menjangkau seluruh keluarga, sehingga setiap individu paham dan mempraktikan protokol kesehatan itu, baik di ruang publik, tempat-tempat ibadah maupun di tempat kerja,’’ kata Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo di Jakarta, Kamis (28/5).

Penerapan protokol kesehatan the new normal yang dipersiapkan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu mencakup mobilitas masyarakat, pergerakan warga di pusat belanja, pasar tradisional, tempat wisata hingga di tempat kerja atau perkantoran dan sentra-sentra kegiatan industri.

“Dan harus segera ditambah lagi, pelonggaran rumah-rumah ibadah,” tegas pria yang akrab disapa Bamsoet ini.

Ketua MPR juga mengingatkan bahwa the new normal dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat bertujuan memulihkan secara bertahap semua aspek kehidupan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat bisa melakoni lagi kegiatan-kegiatan produktif dan keagamaan. Pemulihan di sektor industri dan perdagangan memungkinkan para karyawan kembali  bekerja.

Kendati penerapan protokol kesehatan the new normal akan didukung TNI dan Polri, para kepala daerah tetap harus pro aktif memastikannya berjalan dengan baik dan mencapai target dengan tolak ukur utamanya adalah menurunnya jumlah pasien Covid-19.

‘’Jangan sampai the new normal justru menjadi penyebab gelombang kedua penularan Covid-19. Dan jangan sampai penerapannya terlalu kaku menimbulkan kegaduhan di lapangan,” ujar Bamsoet.

Untuk itu, tambah Bamsoet. Pengawasan dalam penegakan disiplin protokol new normal oleh petugas harus humanis dan tetap mengedepankan tindakan persuasi dan edukasi.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga