Pengurus HMI MPO Demo di Gedung DPRD Morowali

Morowali, Akuratnews.com - Sejumlah pengurus dan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Morowali serta mahasiswa Untad II Morowali melakukan aksi demontrasi di depan gedung DPRD, di desa Bahoruru, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Rabu, (25/09/2019).

Aksi tersebut menyampaikan enam poin tuntutan, diantaranya, pencabutan Revisi UU KPK, menolak RKHUP, menolak Revisi UU Pertanahan, perbaikan jalan kampus Untad II, segera selesaikan permasalahan papua, cabut Ijin Korporasi pembakaran hutan, monolak kenaikan BPJS dan perbaiki pengelolaannya.

Masa aksi yang dipimpin Ketua HMI MPO Kabupaten Morowali, Yusril Firmansyah selaku Koordinator Lapangan (Korlap) dengan mambawa kekuatan massa sebanyak 30-an orang, memulai aksi demonstrasi dengan berkumpul di alun-alun Rujab Bupati Morowali Desa Matansala Bungku Tengah, sekitar pukul 08:00 wita.

Kemudian masa aksi bergerak menuju Kantor DPRD Morowali, menggunakan kendaraan roda dua. Selanjutnya, masa aksi melakukan orasi penyampaian aspirasi secara bergantian.

Kelompok aksi diterima oleh Wakil Ketua I DPRD Morowali Wakil Ketua I DPRD Morowali, Syarifudin Hafid dan didampingi Putra Bonewa, Herlan, Lukma Hanafi, dan Serlan selaku Anggota DPRD Morowali serta Kabid Tibum Sat Pol PP, Heri. Sementara dipihak pengunjukrasa Yusril Firmansyah selaku Korlap beserta para peserta aksi ikut hadir di dalam ruang Wakil Ketua I DPRD Morowali.

Melalui kesempatan itu, Wakil Ketua I DPRD Morowali, Syarifudin Hafid menyatakan kesiapannya untuk menampung aspirasi dan akan melaporkan secara berjenjang. Mulai ke DPR Provinsi dan selanjutnya diteruskan ke DPR-RI. Pihaknya juga akan mendorong pemerintah daerah, untuk menyampaikan tuntutan ini kepada Gubernur Sulteng.

"Aspirasi dari aksi Mahasiswa hari ini secara pribadi mendukung, tetapi secara kelembagaan, kami akan laksanakan secara berjenjang karna kewenangan dari DPRD hanya menampung aspirasi dari ade-ade Mahasiswa," kata Syarifudin Hafid.

Sementara itu, Korlap Aksi Yusril Firmansyah, menyampaikan ucapa terimakasi atas dukungan dari DPRD dan menyarankan agar pertemuan tersebut melahirkan hasil kesepakatan yang dibuat hitam diatas putih sebagai pegangan.

"Gejolak hari ini, lahir karna adanya revisi UU KPK. Ada beberapa pasal yang melemahkan KPK. Belum lagi, kebakaran hutan dan kenaikan urutan BPJS," tambah Sudarmin salah seorang peserta aksi lainnya.

Selain itu, Wakorlap Darmawan berharap agar ada perbaikan infrastruktur jalan menuju Kampus Utad II Morowali di Desa Bahomante. Kampus kami sudah pindah, infrastruktur masih terkendala. Harapan kami, kepada DPRD agar turut andil dalam pembangunan jalan ke Kampus kami," harapnya.

Menanggapi pernyataan soal jalan menuju Kampus Untad II, Syarifudin mengaju akan berupaya mendorong pemeintah untuk segera melaksanakan pembangunan jalan dimaksud. "Bagaimanapun caranya, tahun ini harus dilaksanakan pembangunan jalan ke Kampus," ucap Ketua DPC Demokrat Morowali.

Usai pertemuan, masa aksi damai yang mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian Sektor Bungku Tengah yang dipimpin langsung Kapolsek Bungku Tengah, AKP. A. Rapar membubarkan diri.

Penulis: Wardi Bania
Editor: Redaksi
Photographer: Wardi Bania

Baca Juga