Beranda Daerah Komite Sekolah SMPN 6 Kota Bogor Pungut Sumbangan Untuk Sarana Prasarana Sekolah

Komite Sekolah SMPN 6 Kota Bogor Pungut Sumbangan Untuk Sarana Prasarana Sekolah

168
0
BERBAGI
alterntif text

Kota Bogor, akuratnews.com – Pungutan liar (Pungli) dilingkungan pendidikan seolah menjadi tradisi bagi setiap sekolah. Komite Sekolah SMPN 6 Kota Bogor memungut sumbangan dari siswanya.

Pungutan itu dilakukan berdalih karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tak mencukupi untuk menutupi kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah. Bahkan, pungutan itu tak sedikit digunakan untuk perbaikan dan pengadaan sarana prasarana sekolah.

Seperti halnya terjadi di SMP Negeri 6 Kota Bogor yang memanfaatkan Komite sekolah untuk menggalang dana perbaikan mebeler disekolahnya.

Berdasarkan informasi, pihak sekolah yang diakomodir Komite Sekolah itu memungut biaya sebesar Rp 300 ribu per siswa. Dengan pungutan tersebut, para orang tua siswa mengaku keberatan dan merasa terbebani.

DN (30) salah satu orang tua siswa di sekolah tersebut mengungkapkan, bahwa uang yang di minta komite kepada para orang tua siswa itu katanya untuk membantu dunia pendidikan, dalam hal ini digunakan untuk perbaikan bangku dan meja (mebeler, red) disekolahnya yang sudah rusak.

“Iya mas, katanya buat bayar perbaikan (pemeliharaan) bangku dan meja sekolah, bahkan untuk menggantikan dengan yang baru. Jujur dengan adanya pungutan tersebut, kami para orang tua merasa keberatan meskipun pembayaran dengan cara di cicil,” ungkapnya belum lama ini.

Bukankah sekarang ini sekolah itu sudah ditanggung oleh pemerintah, tapi kenapa ko masih meminta kepada orang tua melalui komite sekolah.

“Saya heran aja, ko untuk fasilitas sekolah yang seharusnya di tanggung oleh pemerintah melalui bantuan dana BOS, masih saja meminta ke orang tua, lalu dikemanakan dana bantuan tersebut,” tanyanya dengan nada kesal.

Atas keluhan tersebut, akuratnews.com mencoba mengkonfirmasi kebenarannya ke pihak sekolah. Menurut Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat (Humas), Rini menuturkan bahwa, biaya yang dikumpulkan di Komite, pihak sekolah tidak ikut campur. Hanya saja pihak sekolah menawarkan suatu program kepada orang tua melaui komite, ucapnya, Selasa (12/09).

Saat ditanya bahwa pungutan itu diberlakukan semua siswa di SMPN 6 Bogor, dirinya membantah hal tersebut. Kata dia, itu hanya untuk siswa kelas VII.

“Itu tidak benar mas, kita hanya memungut untuk kelas VII saja, dan itu pun sifatnya sukarela artinya tidak memaksa. Boleh tanyakan langsung ke komite,” dalihnya.

Berdasarkan pengakuan tersebut, maka pihak sekolah melanggar Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017 Tentang Juknis BOS Tahun 2017 Untuk SD SMP SMA dan SMK, bahwa di poin 8 diperuntukkan untuk Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah seperti perbaikan mebeler, termasuk pembelian mebeler di kelas untuk peserta didik/guru jika mebeler yang ada di kelas sudah tidak berfungsi dan/atau jumlahnya kurang mencukupi kebutuhan. (Dody)

alterntif text

LEAVE A REPLY