Beranda Ekonomi Usai Kesepakatan Pemangkasan Produksi OPEc, Bursa Saham Teluk Arab Melonjak

Usai Kesepakatan Pemangkasan Produksi OPEc, Bursa Saham Teluk Arab Melonjak

124
0
BERBAGI
alterntif text

Dubai, Akuratnews.com – Pasar-pasar saham dari Riyadh hingga Dubai membukukan keuntungan pada Minggu (4/12/16), menyusul keputusan 13 negara anggota OPEC pada Rabu (30/11) memangkas produksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari (bph), kesepakatan pengurangan pertama dalam delapan tahun.

Bursa Efek Saudi mencapai tingkat tertinggi dalam satu tahun terakhir dengan meningkat lagi 0,52 persen menjadi ditutup pada 7.130,34 poin.

Harga minyak naik dari 45 dolar AS per barel menjadi 51,73 dolar AS, setelah negara-negara anggota OPEC dan negara-negara pengekspor minyak non-anggota, sepakat pada 30 November untuk memotong produksi harian menjadi 32,5 juta barel per hari, menggembirakan para investor bahwa kehancuran selama dua tahun di pasar hidro karbon akhirnya berakhir.

Kesepakatan itu mungkin sangat memuaskan, terutama karena anggota OPEC Arab Saudi dan pengekspor minyak non-anggota Rusia bergabung.

“Apakah harga tetap tinggi akan bergantung pada OPEC mengimplementasikan kesepakatan dengan disiplin serta tidak ada kenaikan besar dalam pasokan minyak serpih (shale oil) AS,” kata Dr. Fahad Al-Turki, Kepala Ekonom di Jadwa Research yang berbasis di Riyadh dalam sebuah pernyataannya.

Indeks Umum Pasar Finansial Dubai (DFM) naik lebih dari dua persen pada pembukaan dan akhirnya ditutup 1,67 persen lebih tinggi pada 3.417,05 poin.

Minggu menandai perdagangan pertama di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE), setelah negara Teluk itu menjalani akhir pekan yang panjang karena “Martyrs Day” pada 30 November dan Hari Nasional UAE pada 2 Desember Pada DFM, pedagang eceran Suriah, Ellie M, mengatakan kepada Xinhua bahwa “lonjakan pasar tidak hanya karena kesepakatan OPEC yang mendorong harga minyak, menggelembungkan harga saham. Hal ini juga karena para investor menerima gaji mereka di awal bulan.” Dia menambahkan bahwa ia akan tetap berhati-hati.

Indeks UAE 20 FTSE Nasdaq Dubai bertambah 0,60 persen mencapai 3.139,60 poin. Indeks QE 20 Qatar di Doha bertambah 0,97 persen.

Namun, indikator utama pasar saham Abu Dhabi, ADXGI, gagal bergabung dengan reli dan ditutup 1,09 persen lebih rendah pada 4.261,86 poin.

Tujuh persen dari cadangan minyak dunia yang diketahui terletak di Abu Dhabi. (Farhan)

alterntif text

LEAVE A REPLY