503 Debitur Korban Gempa dan Tsunami Dapat Restrukturisasi dari BTN

Sejumlah orang mendaki aspal jalan yang membentuk gundukan-gundukan bagai gelombang akibat gempa dan tsunami di Petobo, Palu. Sulawesi Tengah. foto : Dany Krisnadhi/ANCphoto

Jakarta, Akuratnews.com - Bank Tabungan Negara (BTN) telah memberikan fasilitas restrukturisasi kredit bagi para debitur yang terdampak gempa maupun tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Adapun jumlah debitur konsumer yang sudah mendapatkan fasilitas restrukturisasi berdasarkan data BTN dari 23 Oktober 2018 sebanyak 503 debitur.

Hal tersebut dilakukan sesuai arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait perlakuan khusus terhadap nasabah dan industri jasa keuangan yang terdampak bencana.

"Untuk debitur yang rumahnya rusak, baik rusak ringan maupun berat diberikan sejumlah fasilitas restrukturisasi dengan ketentuan pola restrukturisasi grace period dengan jangka waktu 2 tahun, diskon tunggakan bunga dan denda hingga 100 persen dan pernyataan lancar bagi debitur yang terdampak sampai jangka waktu grace period berakhir," kata Direktur Utama (Dirut) BTN, Maryono di Jakarta, Kamis (25/10/2018)

"BTN juga akan memberikan kemudahan persyaratan restrukturisasi," Sambungnya.

Sementara untuk proses hapus buku, Maryono menjelaskan, hal tersebut berlaku untuk rumah atau agunan yang terkena dampak gempa bumi disertai likuifaksi dan debitur menjadi korban meninggal dunia atau belum ditemukan maka kreditnya dapat diproses hapus buku untuk selanjutnya diusulkan hapus tagih.

"Bagi debitur yang meninggal dunia atau belum ditemukan, namun masih ada ahli warisnya dapat diproses asuransi jiwanya dengan persyaratan yang meringkan,” ujar Maryono.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan tim gabungan Business Continuity Management (BCM) tercatat sebanyak 7.870 debitur kredit konsumer yang sudah terinventarisi terdampak oleh bencana alam yang mengguncang pada 28 September Ialu di Sulteng. Adapun nilai pokok kredit KPR dari debitur kredit consumer yang terdampak tersebut mencapai Rp 589 miliar.

Hingga saat ini, tim BCM masih memproses menginventarisi sekitar 931 debitur kredit konsumer di wilayah tersebut. BTN sendiri memiliki sebanyak 10.118 debitur kredit konsumer di Sulteng, dengan nilai pokok kredit keseluruhan senilai Rp 742,05 miliar. (Yan)

Penulis:

Baca Juga