Dihadiri mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla

Adnan Sayangkan Warga Sinjai Bawa Badik saat Pelantikan DMI Sulsel

Ketua Pengurus Daerah DMI Sinjai, Drs. H. Adnan. /ist/Ashari/AKURATNEWS.

AKURATNEWS - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, H Adnan menyayangkan adanya warga asal Kecamatan Bulupoddo yang membawa badik di Masjid Al Markaz Makassar.

Dia mengatakan bahwa untuk menjalankan ibadah salat ke masjid tak perlu membawa badik.

"Masjid itu tempat yang aman, damai, dan tak perlulah membawa badik ke tempat ibadah karena tempatnya suci," kata Adnan, Selasa (5/10/2021).

Ia menyoroti adanya seorang warga asal Dusun Cinranae, Desa Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai bernama Syamsul yang tertangkap polisi.

Lelaki tersebut ditangkap polisi karena membawa badik saat acara pelantikan pengurus DMI Sulsel yang dihadiri oleh mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di masjid tersebut.

Syamsul merupakan pria kelahiran Kabupaten Sinjai, 10 Mei 1979 yang sudah menikah, beragama Islam, dan pekerjaan sebagai seorang wiraswasta. Ia menyusup ke dalam acara itu tanpa undangan dari panitia, hingga didapati membawa senjata tajam jenis badik.

Atas peristiwa itu, Adnan menyerahkan kasus itu ke aparat kepolisian di Makassar. "Terkait masalah itu, kita serahkan ke aparat kepolisian. Siapapun yang melanggar hukum harus pertanggungjawabkan secara hukum," tegasnya.

Namun Adnan belum mengetahui pasti latar belakang Syamsul terkait peristiwa itu. Ia juga sudah mengingatkan ke para mubalig dan pengurus DMI di Kecamatan Bulupoddo, termasuk di kecamatan lainnya di Sinjai untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Teman-teman perlu mewaspadai diri khususnya saat melakukan dakwah di masjid atau di tempat-tempat lain," katanya.

Diperoleh informasi dari rekannya di Sinjai bernama Awaluddin Adil bahwa Syamsul dulunya berlatar belakang seorang anggota partai politik (Parpol).

"Pak Syamsul ini pernah saya sama-sama satu partai di Partai Amanat Nasional (PAN)," kata Awaluddin Adil.

Setelah bergabung di PAN, Syamsul kemudian keluar dari partai berlambang matahari terbit itu beberapa tahun lalu dan merantau ke Palu, Sulawesi Tengah.

Sebelum ke Palu, ia sempat maju sebagai calon kepala desa di Lamatti Riaja. Ia juga semangat mensyiarkan Islam selama di Sinjai hingga ke daerah lain di Sulsel.

Sebelumnya, penyelenggaraan acara pelantikan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulsel yang digelar di Masjid Al Markaz, Makassar pada Minggu (3/10/2021), disusupi oleh pria bersenjata dan kini ditangani Kepolisian Sektor (Polsek) Bontoala Makassar.

“Benar ada tadi kejadian dan sudah diamankan orangnya. Namanya Syamsul, warga asal Kabupaten Sinjai,” kata Kapolsek Bontoala, Kompol Syamsuardi.

Perwira polisi satu melati ini bercerita, peristiwa ini bermula saat acara pelantikan pengurus DMI Sulsel yang dihadiri oleh mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Syamsul saat itu sempat ikut melaksanakan salat duhur bersama dengan tamu undangan lain, sekitar pukul 12.00 WITA. Namun pada saat itu, gerak-gerik Syamsul dicurigai panitia.

Apalagi dirinya tidak memiliki undangan dalam acara tersebut. Aparat kepolisian yang berjaga pun memanggil, menginterogasi, dan menggeledah barang bawaan Syamsul.

“Setelah itu, anggota Brimob panggil dan periksa barang bawaannya dan ditemukan badik di dalam tasnya,” jelasnya.

Beruntung dalam peristiwa ini tidak ada tamu undangan yang terluka akibat barang bawaan Syamsul. ***

Penulis: Ashari

Baca Juga