oleh

Anton Charlyan; Mendadak Amanah

Jakarta, Akuratnews.com – Gawat, masyarakat Jabar geger. Ada kandidat peserta pilkada Jabar tetiba berganti nama. Penyebabnya adalah Anton, calon wakil gubernur dari PDIP, berpasangan dengan TB Hasanuddin. Tempo hari nama belakangnya Charlyan, kini berubah menjadi Amanah.

Pencitraan itu memang penting. Tapi melakukan manuver membabi buta bisa-bisa buat orang banyak malah bergelak. Maksa gak nanggung.

Tempo hari saya kembali dari Jakarta menuju Bandung. Di bagian ruas jalan tol, beberapa billboard memajang gambar dua pasang calon Gubernur dan calin Wakil Gubernur Jabar dengan tagline Hasanah. Ditulis dengan ukuran yang sangat besar berwarna merah, tulisan itu menjadi sangat dominan. Saya berpikir-pikir sembari nyetir, bagaimana cara menyingkatnya TB Hasanuddin dengan Anton Charliyan menjadi Hasanah. Belum ngeh…

Sehari berselang, media sosial geger. Beberapa kawan mempersoalkan nama Anton yang berubah drastis menjadi Amanah. Oh, ini gerangan awal muasal tagline Hasanah itu. Sambil senyum-senyum saya mulai menulis kegelian ini.

Untuk pilkada di Jabar, PDIP memang selalu keteteran. Bagi bebeberapa pengamat, mereka menyebut masyarakat disini cenderung lebih religius. Asumsi ini memang mengalami paradoks ketika kita beralih menggunakan data pemilu. Jabar menjadi lumbung suara banteng moncong putih. Buktinya saja, PDIP dapat mencalonkan kadernya tanpa harus berkoalisi. Namun demikian, tetap saja dalam sejarah pilkada di Jabar, partai ini selalu keok tak berdaya.

Pada Pilkada 2018 tampaknyanya problem lama masih menggelayuti tubuh PDIP. Konstelasi politik nasional terakhir malah lebih parah berdampak bagi mereka. Stigma sebagai partai pendukung penista agama melekat kuat dipartai ini.

Anton Charlyan apalagi. Ia dianggap oleh massa sebagai icon besar dari rangkaian konspirasi kelompok yang memusuhi para ulama. Pasalnya, saat menjabat sebagai Kapolda Jabar, Anton dinilai bermanuver serius melakukan kriminalisasi pada Habib Rizieq.

Kini TB Hasanuddin dan Anton Charlyan bersatu dalam paket cagub dan cawagub Jabar melalui PDIP. Ingatan masyarakat tentu tak mudah melupakan peristiwa penting kala itu. Ini barangkali yang disadari oleh tim pemenangan duet jendral dari satuan yang berbeda ini. Perlu ada trik khusus untuk merapat pada kelompok Islam Jabar; maka jadilah Hasanah, TB Hasanuddin dan Anton Amanah.

Hitungan konsultan politik, PDIP dan kandidat tampaknya tak sempurna. Masyarakat Jabar merupakan pemilih yang cenderung rasional dalam menentukan sikap politiknya. Berdasarkan hasil survei Poltracking, tipe pemilih rasional di Jabar sebanyak 38,4 persen. Sementara tipe pemilih sosiologis sebanyak 28,7 persen dan tipe pemilih psikologis sebanyak 13,2 persen.

Data survei itu jelas sekali tak memberikan tempat yang cukup nyaman untuk pasangan Hasanah. Bagi pemilih yang rasional, perubahan nama Anton adalah kekonyolan. Bagi pemilih psikologis dan sosiologis, citra PDIP semakin tergerus ditengah kondisi objektif Jabar sebagai wilayah yang cenderung agamis. Dengan fakta demikian, perubahan nama Anton Charlyan ke Anton Amanah menjadi sama sekali tak bermakna.

Penulis Oleh: Goben Gusmiyadi

Komentar

News Feed