Lantik Dirut RSUD Borong

Bupati Matim Minta Para Medis Melayani Pasien Dengan Hati

Bupati Manggarai Timur (Matim) Agas Andreas, Bersama Dirut RSUD Borong dr. Emelia H. Yorino dan Ketua PMI Matim Teresia Wisang.
Bupati Manggarai Timur (Matim) Agas Andreas, Bersama Dirut RSUD Borong dr. Emelia H. Yorino dan Ketua PMI Matim Teresia Wisang.

Manggarai, Akuratnews.com - Bupati Manggarai Timur (Matim) Agas Andreas, melantik Emelia H. Yorino Dorsi sebagai direktur utama (DIRUT) rumah sakit umum daerah (RSUD) Borong. Pada Kesempatan itu, Andreas Agas meminta para medis agar melayani pasien dengan hati.

Pelantikan Dirut RSUD Borong itu digelar secara bersamaan dengan pelantikan sejumlah penjabat pimpinan tinggi pratama, pejabat pengawas dan kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD) pusat kesehatan masyarakat (PUSKESMAS) lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur. Pengambilan sumpah janji jabatan Dirut baru RSUD Borong itu digelar lantai II gedung rumah sakit umum daerah (RSUD) Borong, pada Rabu (15/1/2020).

Turut hadir pada kesempatan itu, Wabup Matim Stefanus Jagur, Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sekaligus Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Matim Teresia Wisang, Wakil Ketua I DPRD Matim Bernadus Nuel, Wakil Ketua II DPRD Matim Damianus Damu, anggota DPRD Matim dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Salesius Medi, dan segenap staf RSUD Borong.

Pada kesempatan itu, sebelum menetapkan Surat Keterangan (SK) pengangkatan Emelia H. Yorino Dorsi sebagai Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Borong itu, Andreas Agas menyampaikan rasa optimis kepada para pejabat yang dilantik.

"Pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan ini merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan organisasi. Saya percaya, para pejabat yang dilantik hari ini adalah orang-orang yang professional. Saya yakin, mampu menjalankan tugas dengan baik", kata Agas.

Selain itu, Bupati Matim Andreas Agas menjelaskan, 70% kesehatan manusia ditentukan oleh faktor psikologis. Karena itu, Beliau meminta kepada semua tenaga medis di Manggarai timur khususnya yang mengabdi di RSUD Borong agar melayani pasien dengan hati.

"Tujuan pembangunan Pemda Matim di bidang kesehatan adalah untuk membuat orang sehat. Kesembuhan pasien di rumah sakit ini tidak tegantung pada fasilitas mewah atau obat yang mahal akan tetapi tergantung pada pelayanan para medis. Saya ingatkan bahwa, 70% kesehatan manusia ditentukan oleh kesehatan pikiran. Oleh karena saya minta kepada semua tenaga medis, kerjalah dengan baik, harus melayani dengan hati", jelas Andreas Agas.

Selain itu, Andreas Agas juga menegaskan, demi kemudahan pengawasan kinerja para Aparatur Sipil Negara (ASN), Beliau meminta kepada dinas komunikasi dan informasi (DISKOMINFO) agar memasang kamera CCTV di semua kantor dinas lingkup Pemda Matim.

"Saya minta Diskominfo Matim untuk bangun semua CCTV di semua kantor Dinas di Matim lebih khusus di Gedung RSUD rawat jalan Borong", tegasnya.

Sementara itu, dalam rangka pengembangan pelayanan kesehatan di RSUD Borong, Matim itu, Kepala Dinas (KADIS) Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur melalui Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Pranata Kristiani Agas saat ditemui usai kegiatan itu menjelaskan, Dinkes Matim telah menandatangani Nota Kesepahaman bersama Universitas Udayana Bali.

"Pada tanggal 28 Oktober 2019 yang lalu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur telah melakukan kunjungan ke Fakultas Kedokteran Udayana dan RS. Sangla Bali dalam rangka membicarakan lebih lanjut kerjasama di bidang kesehatan, diantaranya bantuan tenaga residen senior dalam rangka membantu pengembangan Rumah Sakit di Pemkab Manggarai Timur", jelasnya.

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga