Cuaca Ekstrem, BMKG dan Kemenhub Warning Transportasi Laut

Ilustrasi Cuaca ekstrem di laut. (Istimewa)

Jakarta, Akuratnews.com - Terkait cuaca Ekstrem yang terjadi di wilayah Kepulauan Seribu (Kapri) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kantor Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada.

Dalam pantauan satelit peramal cuaca (forecaster) BMKG Hang Nadim terungkap cuaca di Kepri sedang tidak bersahabat, sehingga masyarakat diharapkan tetap mewaspadai potensi terjadinya awan hitam pekat atau awan cumulonimbus dan untuk segera mungkin menghindar.

Selain itu juga diketahui adanya penumpukan masa udara akibat perlambatan kecepatan angin (daerah belokan angin) di sekitar wilayah Kepri, hingga menyebabkan potensi pertumbuhan awan-awan konvektif.

Makanya untuk tiga hari kedepan hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang akan terus terjadi. Bahkan dapat menyebatkan kurangnya daya pandang untuk pelaku jasa tranportasi laut.

"Kami imbau waspadai potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang. Bila menemui awan hitam pekat atau awan cumulonimbus untuk segera dihindari," ujar Dion M, pengamat Transportasi yang mengikuti perkembangan bersama BMKG di Jakarta, 22/6/19.

Begitu juga untuk gelombang air laut, khususnya di perairan Natuna dan Anambas yang mencapai 1,5 meteran, bahkan berpotensi lebih dari itu di Laut China Selatan.

Tidak saja di Natuna dan Anambas, di Laut Kabupaten Lingga dan Kabputen Bintan, tinggi gelombang sewaktu-waktu juga bisa saja terjadi hingga 1 meteran.

"Tentunya jelas dengan hal ini kami mengingatkan kepada para nelayan dan pengguna jasa laut untuk selalu waspada karena tranportasi laut saat ini benar-benar mengkhawatirkan," jelasnya.

Selain itu Kementerian Perhubungan ,Budi Karya Sumadi ," juga menekankan bahwa yang paling utama adalah keselamatan. Oleh karenanya ia mengimbau kepada penyelenggara untuk mempersiapkan peralatan yang baik, hingga menimbang memperkirakan cuaca.

"Di sini ada dari BMKG yang memberikan rekomendasi bagi kita, dan kita menjalani dengan tertib sesuai dengan peraturan yang ada," ujarnya.

Selain itu, guna menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga telah melakukan uji petik pada seluruh kapal penumpang yang beroperasi untuk memastikan terpenuhinya standar keselamatan pelayaran.

Untuk arus bawah laut di Laut Natuna dan Laut Anambas, juga terbilang cukup kencang. Arus bawah Laut Natuna mencapai 40 centimeter per detik dan 25 centimeter per detik untuk Laut Anambas.

Dion. M Pengamat Transportasi menambahkan," Untuk masyarakat yang menggunakan Transportasi Laut juga harus berhati-hati tentang safety Kelautan ,Kalau kapasitas kapal sudah over load jangan sekali-kali memaksa ," imbuhnya.

"Menurutnya untuk tetap naik, Lebih baik menunggu jadwal berikutnya. Dan juga supaya hati-hati dalam memilih ship linenya. Kadang kecelakaan-kecelakan yang  seperti telah terjadi itu , berangkatnya tidak dari Pelabuhan resmi milik Perhubungan Laut," ucap Dion

Sebaliknya di Direktorat Jendral Perhubungan Laut harus ketat pengawasan  safety kapalnya sebelum diberangkatkan.Jumlah Penumpang dan kargo hrs sesuai dgn batas maksimumnya.Dan juga kelayakan berlayarnya hrs dicek sesuai SOP nya terutama perlengkapan safety.

"Arus bawa Laut Batam, Tanjungpinang dan Bintan saat ini masih stabil, yakni hanya mencapai 20 cm per detik," ungkapnya.

Lebih jauh Riza BMKG Batam, mengatakan, untuk transportasi laut dan aktivitas kelautan dihimbau agar waspada terhadap potensi adanya hujan lebat dan angin kencang yang dapat menyebabkan kenaikan tinggi gelombang laut pada pagi, siang hari hingga malam hari.

Untuk transportasi darat dan udara agar waspada berkurangnya jarak pandang mendatar saat terjadi hujan lebat.

Penulis:

Baca Juga