Diduga Markus dan Menipu, Oknum Pengacara Ini Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya

Jakarta, Akuratnews.com - Seorang oknum yang mengaku pengacara berinisial NR dan diduga makelar kasus (markus) dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh pengacara Natalia Manafe, Kamis (8/4).

Dugaan tindak kejahatan ini bermula saat NR menawarkan jasa bantuan mengurus kasus 372 dan 378 KUH Pidana kepada korban berinisial DH.

NR membujuk DH menyerahkan uang guna mengurus kasusnya. NR di depan banyak saksi termasuk Iskandar dan Kim Fung menjanjikan bahwa sahabat dekatnya yang seorang pejabat mampu dan berwenang untuk mengurus kasus pidananya. Oleh NR ditunjukkan foto-foto sang pejabat Kejagung untuk menunjukkan kedekatan mereka.

Karena percaya, korban menyerahkan uang sebanyak tiga kali, masing-masing Rp150 juta, Rp350 juta dan Rp50 juta. Saat penyerahan Rp150 juta dan Rp350 juta, NR meminta agar diberikan dalam bentuk pecahan dollar Amerika. Sedangkan yang Rp50 juta diminta ditransfer ke rekening atas nama Sheilla Ariestia Edi.

Setelah waktu berjalan dan hasilnya tidak sesuai apa yang dijanjikan NR, DH mulai curiga dan mengecek serta mengkonfirmasi langsung ke pejabat tersebut.

Karuan saja sang pejabat terkejut dan menyatakan, ia tidak pernah menerima uang satu sen pun dari NR serta tidak pernah diminta mengurus kasus tersebut.

Merasa ditipu NR, DH lalu memberikan kuasa ke LQ Indonesia Lawfirm dan meminta agar memproses hal ini ke kepolisian.

"Dari awal saya mengenal NR, setiap hari kami dihubungi lewat telepon dan diminta agar segera memberikan uang dengan segala bujuk rayu. Bahkan NR pernah mempertemukan, saya, istri dan anak saya ke pejabat Kejagung tersebut. Karena nama pejabat itulah saya terbujuk untuk menyerahkan uang saya ke NR," kata DH di Jakarta, Kamis (8/4).

Natalia Manafe, SH dari LQ Indonesia Lawfirm menjelaskan bahwa laporan DH sudah terdaftar di Polda Metro Jaya dengan terlapor NR.

"Pidana penipuan yang diduga dilakukan NR juga sangat kuat, karena dia mencatut nama pejabat Kejagung yang punya jabatan penting. Hal inilah yang menyebabkan korban mau menyerahkan uang tiga kali," kata Natalia.

Leo Detri, SH, MH, co Founder LQ Indonesia menambahkan, korban DH punya bukti lengkap seperti bukti transfer, rekaman suara/video, tujuh orang saksi dan percakapan WA dan percakapan WA di grup serta bukti lainnya.

LQ juga menerima aduan dari beberapa nasabah Indosurya terhadap NR yang juga merasa ditipu, dimana NR mengunakan nama JG selaku kuasa hukum Indosurya.

Dikatakan NR, JG akan membayar kerugian nasabah, padahal JG tidak pernah menjanjikan mau membayar kerugian koperasi Indosurya.

Atas janji palsu itu, nasabah Indosurya memberikan kuasa ke NR melalui sebuah lawfirm, uang feenya diminta ditransfer ke rekening pribadi atas nama Sheilla Ariestia Edi.

Para korban kinj sedang mempersiapkan bukti surat sebelum pengaduan. Selain dugaan penipuan, korban berencana melaporkan NR atas dugaan penggelapan pajak.

"Biarkan nanti proses hukum saja yang membuktikan," tutur Leo Detri.

Sementara itu, Leo Detri juga menanggapi laporan ITE yang dibuat NR.

"Silahkan laporkan, itu haknya dia. Kami taat hukum dan akan mengikuti proses hukum," tegasnya.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga