Disperindag Babel Kumpulkan Distibutor Untuk Turunkan Harga Beras

Bangka Belitung, Akuratnews.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan mengumpulkan seluruh distributor, untuk menyepakati turunya harga beras.

Kepala Disperindag Provinsi Babel Yuliswan mengatakan Kapolri telah mengintruksikan untuk menurunkan harga beras, untuk itu, Disperindag akan mengumpulkan seluruh distributor beras. Sebab, menurut Yuliswan, tanpa ada kesepakatan bersama para distributor, tidak mungkin harga beras bisa di turunkan.

"Kita akan kumpulkan seluruh Distributor, setelah ada kesepakatan baru bisa kita turun, jadi kita tidak bisa menurunkannya sebelah pihak saja," kata Yuliswan, Kamis (13/7/17).

Yuliswan menyebutkan jumlah distributor beras di Babel, seluruhnya ada 12, tersebar di Pulau Bangka 9 distributor, Belitung 3 distributor.

"Harga beras ini kan sudah ada HET-nya, untuk beras Premium Rp12 ribu per kilogram, sedangkan beras medium Rp9.500 per kilogram. Rencananya kalau memang disepakati 12 distributor itu, kita akan turunkan harga antara Rp500 per kilogram hingga Rp1.000 per kilogram,"ungkap dia.

Saat ini di utarakan Yuliswan stok beras yang ada baik di distributor maupun bulog sebanyak 7.800 ton. Stok tersebut masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.

"Kalau untuk stok kita aman keseluruhan ada 7.800 ton, di Bulog dan distributor," tutup dia.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Bangka Belitung. Ahmad Damiri mengatakan, rencananya harga beras apakah itu Premium maupun medium akan di turunkan Rp1.000 per kilogram.

"Kita akan sepakati turunnya dulu, rencananya Rp1.000 per kilogram," kata Damiri.

Damiri mengaku kendati harga beras di turunkan Rp1.000 per kilogram, distributor tetap masih mendapatkan keuntungan.

"Memang, kita tidak tahu, berapa mereka ambil, tapi kita yakin kendati turun mereka tetap masih mendapatkan keuntungan,"ujarnya.

Dia menambahkan mudah-mudahan dengan adanya Perda pangan nanti akan menjamin kestabilan, distribusi dan ketersediaan pangan di Babel. (Lukman)

Penulis:

Baca Juga