Donasi Pemkot Depok ke Palestina via Yayasan Adara Relief International Disorot

Ketua Adara Relief International Sri Vira Chandra (kiri), Koordinator Donasi Peduli Palestina Khairulloh Ahyari (kemeja putih) dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Muhamad Thamrin (tengah batik) di MUI Depok, Selasa,(25/5)
Ketua Adara Relief International Sri Vira Chandra (kiri), Koordinator Donasi Peduli Palestina Khairulloh Ahyari (kemeja putih) dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Muhamad Thamrin (tengah batik) di MUI Depok, Selasa,(25/5)

AKURATNEWS.COM- Donasi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk Palestina mulai jadi sorotan elit politik. Aksi kemanusiaan itu terkesan jadi ajang kepentingan parpol tertentu.

Anggota DPRD Depok, Edi Masturo menilai di Depok banyak sejumlah lembaga/yayasan yang kini juga tengah lakukan pengumpulan dana bantuan kemanusiaan.

Namun begitu, Pemkot Depok justru pilih salurkan donasi kemanusiaan melalui Yayasan yang  berdomisi di wilayah Jakarta yakni Adara Relief International.

"Kenapa mesti kesana (Adara Relief International) ? sedangkan BAZNAS, LAZISMU, ACT dan lainya yang berdomisi di Depok juga sedang melakukan pengumpulan dana peduli kemanusiian untuk Palestina", ujar Edi, Rabu,(26/5).

Menurutnya perlu dipertanyakan ada apa dengan Yayasan Adara Relief International yang notabene berdomisili di Jakarta itu.

"Intinya kenapa harus ke Adara. Sedangkan di Depok ada beberapa lembaga yang siap menyurkan langsung", jelas Edi.

Dia juga menganggap perlunya ada audit pada penyaluran dana kemanusiaan untuk Palestina yang diserahkan melalui yayasan yang di pimpin juga oleh mantan caleg PKS Dapil Jakarta Timur pada Pileg 2019 lalu itu.

"Iya pasti bisa jadi ditunggangi kepentingan politik tertentu. Saya amat menyayangkan aksi peduli kemanusiaan itu turut dilibatkan kepentingan politik Parpol tertentu",  tandas politikus asal Gerindra itu kepada Akuratnews.com.

Menyoal aksi galang dana untuk Palestina yang dilakukan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Edi menilai masih wajar selama tanpa adanya tekanan dari unsur tertentu.

"Menurut saya wajar bicara peduli kemanusiaan. Terkait Disdik punya kebijakan tersebut dengan tujuan sukarela sah-sah aja tanpa ada unsur kewajiban atau pemaksaan", pukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Depok Mohammad Thamrin mengatakan, donasi itu terkumpul dari program Gerakan Seratus Ribu (Geserbu).

Thamrin mengatakan, donasi tidak hanya dari para guru, melainkan dari keluarga besar Disdik Depok seperti, Tata Usaha, pengawas, penilik, operator sekolah, dan juga pustakawan sekolah se Kota Depok

Dia menyebut jika aksi galang dana itu bukan dinas untuk menetapkan besaran dana donasi.

"Jadi bukan dari dinas yang menetapkan tapi hasil rapat musyawarah ditetapkan minimal Rp 100 ribu",kata Thamrin,Selasa,(25/5).

Meski begitu, saat dihubungi, Thamrin masih belum merespon terkait donasi dana kemanusiaan untuk Palestina yang disalurkan pihaknya melalui Yayasan Adara relief Internasional.

Diketahui, Disdik Depok melalui Gerakan Seratus Ribu (Gaserbu) akhirnya mampu kumpulkan donasi dana senilai Rp.911.965.225 untuk Palestina dan telah diserahkan kepada Yayasan Adara relief Internasional melalui koordinator galang dana di MUI Depok, Selasa,(25/5).

Terpisah. Koordinator Aksi Kemanusiaan untuk Palestina, MUI Kota Depok, Khairulloh Ahyari mengatakan dengan penambahan donasi dari keluarga besar Disdik Kota Depok Rp911.965.225 ditambah dengan donasi yang sudah terkumpul sebelumnya Rp527.487.517, total donasi yang terkumpul sejauh ini sebesar Rp1.439.452.772.

"Sampai hari ini kalau dengan Disdik itu donasi yang sudah terkumpul mungkin sekitar Rp1,3 miliar. Tapi nanti kita update dengan Adara, karena mereka kan langsung kan transfer ke Adara. Mungkin akan bertambah terus donasi yang masuk, nanti kita update," kata Kahirulloh.

"Harapanya ini bisa meringankan beban perjuangan teman-teman di Palestina. Selain itu, juga melatih kita dalam hal kepedulian kepada sesama. Mudah-mudahan Palestina dapat segera merdeka," ujarnya.

Sementara, Lembaga Adara Relief International yang dipercaya  sebagai penyalur donasi Walikota dan pihak Pemkot Depok untuk Palestina diketahui sebuah lembaga sosial yang seluruh pengurusnya adalah perempuan dengan fokus kegiatan berupaya membela perempuan dan anak-anak miskin di berbagai belahan dunia, khususnya bangsa Palestina.

Lembaga yang dipimpin Sri Vira Chandra ini memiliki akta pendirian sejak 2018 dan sudah beberapa kali mengalami perubahan. Terakhir kali mengalami perubahan akta pendirian pada 1 April 2021.

Namun, jika dilihat di situs https://adararelief.com/info-penyaluran/, kegiatan penyaluran bantuan Adara Relief International ke Palestina bisa dihitung dengan jari.

Bahkan yang terlama adalah postingan "Misi Kemanusiaan Penyaluran Bantuan Qurban Barokah Idul Adha 1440 H" tetanggal 13 Agustus 2019.

Sedangkan postingan terbaru kegiatan adara adalah pada 16 Mei 2021 berjudul "Penyaluran Paket Sembako Untuk Warga Al Quds" dan dua postingan lainnya pada tanggal yang sama.

Melihat kegiatan kamanusiaan yang dilakukan pihak Andara terbilang tak banyak mengingat, lembaga ini sudah berdiri sekitar 2008 lalu.

Sebagai informasi, sebelum menjabat sebagai Ketua Lembaga Adara Relief International, Sri Vira Chandra adalah calon legislatif DPRD PKS dapil Jakarta Timur pada pileg 2019 lalu.

Sejak Agustus 2020, wanita yang akrab disapa Umi Vira ini, bermarkas di kantor Adara Relief International, Mampang, Business Park Blok A 11, Jalan Warung Buncit Raya, No 31, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Penulis:

Baca Juga