DPC SPN Morowali : Penetapan Dewan Pengupahan Tidak Sesuai Prosedur

Morowali, Akuratnews.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Morowali menuding penetapan perwakilan serikat pekerja dalam struktur dewan pengupahan kabupaten Morowali periode 2019-2022 tidak sesuai prosedur.

Pasalnya, rapat yang di gelar Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Morowali dinilai melanggar ketentuan syarat calon anggota menjadi anggota dewan pengupahan sebagaimana Peraturan Presiden (Perpres) 107 tahun 2004 dalam pasal 45 point b yang menyebut untuk menduduki jabatan di dewan pengupahan mengharuskan anggota dewan pengupahan berpendidikan minimal D III.

Ketua PSP SPN PT. IMIP, Muhammad Junawir Rannuki mengaku sudah sempat menyampaikan protes kepada pihak Disnakertrans selaku penyelenggara rapat. Akan tetapi, pihak Disnakertrans tetap bersikukuh dan menganggap tidak menjadi persoalan.

Bahkan, Kasi Penyelesaian Hubungan Industrial, Nurcholis, siap bertanggung apabila dikemudian hari atas keputusan pada komposisi dewan pengupahan sudah terbentuk ini, menanggapi persoalan Perpres tersebut.

Padahal, tambah Junawir sapaan aktivis buruh SPN ini, jika merujuk pada Perpres 107 tentang dewan pengupahan, dari lima anggota perwakilan yang masuk di dewan pengupahan, salah satunya tidak memenuhi syarat.

Selain itu, sistem penentuan anggota dewan pengupahan seharus dilakukan dengan melihat jumlah keanggotaan masing-masing serikat dan SPN seharus menempatkan dua perwakilan di dewan pengupahan. Tapi yang terjadi, pihak Disnaketrans menggunakan sistem penunjukan perwakilan serikat.Sehingga, SPN hanya memiliki satu anggota di dewan pengupahan.

"Kepada serikat pekerja yang hadir, baik SP/SB Tamaco Graha Krida, SP SMIP, FPE Morowali, SPN Morowali, maupun SPIM, diminta menyodorkan nama perwakilannya yang akan duduk di dewan pengupahan periode 2019-2022," ungkapnya, Jumat, (06/09/2019).

Sementara itu, pengurus SPN Morowali lainnya, Rahman, mengaku berdasarkan hasil koordinasi dengan Ketua DPC SNP Morowali, Katsaing sangat kecewa dengan hasil penetapan lima anggota dewan pengupahan yang hanya memiliki satu perwakilan dari SPN. Disisi lain, SPN merupakan serikat pekerja dengan jumlah keanggotaan terbanyak di Morowali sekitar kurang lebih 1.500 anggota. Seharusnya, SPN menempatkan dua anggotanya di

"Menyikapi penetapan tersebut, kami dari SPN Morowali akan menyampaikan protes secara tertulis dengan ketentuan. Apabila, tidak mendapat tanggapan, kami akan menyatakan undur diri dari keanggotaan di dewan pengupahan Morowali," tandasnya.

Penulis: Wardi Bania
Editor: Redaksi

Baca Juga